HomeNARASIFILSAFAT

FILSAFAT

BUKUFILSAFATKEBUDAYAANSTUDI

Colin Bird : Filsafat Politik dan Aktivitas Politik, Pertentangan tajam antara “teori” dan “praktik”

Kita telah melihat bagaimana, dalam diskusi yang menyelidiki kemungkinan pembenaran-pembenaran yang mungkin ditawarkan untuk cara-cara yang berbeda dari organisasi-organisasi politik, kita dituntun untuk merefleksikan sifat-sifat dasar dari konsep-konsep politik seperti keadilan, kebebasan, otoritas, negara, dst. Namun, sebagian orang menjadi kurang sabar dengan hasil yang berfokus pada konsep-konsep dan ide-ide, dan mengeluhkan bahwa hal tersebut menjadikan […]

0 1 93

FILSAFATPERSONA

Jalan hidup Filsuf Friedrich Nietzsche

Nietzsche adalah seorang filsuf yang lahir pada 15 Oktober 1844 di Rocken, wilayah Sachsen dari keluarga Protestan Lutheran. Ayahnya adalah seorang pendeta dan didikannya sangat saleh. Ia hidup di keluarga ibunya yang kebanyakan anggotanya adalah perempuan. Pada tahun 1854, ia masuk Gymnasium di kota Naumburg. Selanjutnya ia masuk asrama Lutheran di kota Pforta dan membaca […]

0 0 50

FILSAFATPERSONA

William James : Kebenaran, Kemanusiaan dan Keyakinan

William James adalah seorang pemikir yang lahir di New York pada tahun 1842. Ia lahir dari keluarga yang kaya dan minat dalam intelektual. Ayahnya adalah seorang yang mendalami soal ilmu-ilmu agama dan metafisika sehingga James sendiri sudah terbiasa dengan didikan di dunia intelektual. James merasa bahwa pada masa awal pendidikannya ia terkadang terganggu karena penyakit […]

0 0 59

FILSAFATPERSONA

Perjalanan hidup Herbert Marcuse

Herbert Marcuse lahir pada tanggal 19 Juli 1898 di kawasan Charlotenberq, Berlin, dari kalangan Yahudi yang sudah berasimilasi secara baik dengan lingkungan dan kebudayaan Jerman. Ayahnya adalah pemilik pabrik testil dan secara politis menjadi pendukung Partai Sosial Demokrat (SPD). Semasa mudanya, Herbert bergabung dengan kelompok pemuda Wandervogel dan menamatkan diplomanya di Gymnasium Agustus 1917/1918. Pada […]

0 0 27

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Tinjauan Kritis Terhadap Pemikiran Driyarkara

Kalau ditelusuri, memang masih belum banyak para pemikir atau penulis yang memberikan tanggapan atau komentar terhadap buah pikiran Driyarkara. Lebih banyak ditemukan adalah karangan-karangan atau tulisan yang menguraikan kembali pemikiran-pemikiran Driyarkara sebagaimana yang ditemukan dalam beberapa buku atau skripsi. Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada orang yang memberikan tanggapan atau komentar atas pemikiran […]

0 0 78

BUKUDISKUSIFILSAFAT

Colin Bird:  Filsafat Politik Sebagai Pra kondisi Penilaian Rasional Kehidupan Politik

Sebagaimana cuaca, politik menampakkan dua wajah yang sangat bertentangan secara mencolok. Seringkali, politik tampak dalam bentuk yang tenang dan tampak tanpa awan seperti biasanya, kestabilan, keterprediksian, dan kesepakatan. Ketika kita melihat bentangan politik, sebagai contoh, kita dengan mudah mengamati institusi-institusi dan praktik-praktik yang telah mapan yang hidup lebih lama daripada, yang melalui banyak generasi, mereka […]

0 0 123

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Gotong Royong Sebagai Relevansi Konsep Sosialitas Driyarkara

Setiap buah pemikiran yang dihasilkan oleh seorang pemikir pasti memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pemikiran itu akan terasa lebih bermanfaat apabila mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pada bagian  ini penulis akan mencoba menguraikan relevansi pemikiran Driyarkara mengenai konsep sosialitasnya dalam situasi kehidupan masyarakat Indonesia. Gotong Royong dalam konsep Sosialitas Budaya gotong-royong merupakan budaya […]

0 0 103

FILSAFATNARASIREFLEKSI

Driyarkara : Cinta Kasih Sebagai Dasar Kesatuan Dalam Sosialitas

Dari uraian mengenai sosialitas sebagai ada bersama, dapat diketahui bahwa Driyarkara meletakan fondasi yang kokoh akan kesatuan manusia pada cinta kasih. Sebab cinta kasih mendasari pijakan relasi atau hubungan antara manusia dengan yang lain. Dalam hal ini, ada bersama dengan orang lain berarti berada bersama dengan hormat dan cinta kasih. Driyarkara berpendapat bahwa menurut kodratnya, […]

0 0 61

FILSAFATNARASIREFLEKSI

Driyarkara : Sosialitas Sebagai Tujuan Akhir Dari Pendidikan

Dalam konsep pemikirannya tentang pendidikan, Driyarkara berpendapat bahwa pendidikan merupakan suatu cara untuk memanusiakan manusia muda, yang mana hal ini lebih di kenal dengan istiah hominisasis dan humanisasi. Hominisasi adalah suatu proses bagi manusia untuk menyadari dirinya tidak hanya sebagai makhluk biologis semata, tetapi juga sebagai seorang pribadi atau subjek, yaitu pribadi yang dapat menyadari […]

0 0 67

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAAN

Hominisasi dan Humanisasi : Tawaran Memanusiakan Manusia dalam Pendidikan

Ada pernyataan yang sangat bagus dari Almarhum Nurcolish Madjid alias Cak Nur terkait  relasi agama dan memanusiakan manusia. Cak Nur mengatakan demikian “Nilai-nilai kemenanusiaan hendaknya diwujudkan menjadi kemanusiaan yang aktif, menjiwai kegiatan-kegiatan praktis manusia,” Agama-agama menurut Cak Nur, membawa nilai kemanusiaan universal untuk membuat penganutnya  hidup bermakna, memiliki harkat dan derajat manusia  yang mulia. Jika […]

0 0 182

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANSEJARAH

“Nunduk” dan Sejarah yang Bukan dari Ruang Kosong

Manusia adalah mahluk menyejarah. Ini teori umum dalam Filsafat Sejarah. Sejarah (“historia”) merupakan kata Bahasa Yunani yang berarti “belajar dengan penyelidikan” (learning by inquiry). Manusia sebagai “yang berada dalam dunia”--(istilah Martin Heidegger)-- merupakan pencipta sejarahnya. Manusia dan dunia --seperti dikutip dari Gabriel Marcel-- “saling memberi dan menerima.” “Manusia menghuni, memperindah, merawat dan mengubah dunia menjadi […]

0 0 109

BUKUDISKUSIFILSAFATSEJARAH

Resensi Buku Benedict Anderson : Di Bawah Tiga Bendera, Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial

Anarkisme sering disalahpahami sebagai kebrutalan dan kekerasan. Dalam filsafat politik, Anarkisme berarti paham yang menyatakan masyarakat bisa berjalan tanpa otoritas negara.[1] Sejarah Anarkisme memiliki keterkaitan dengan gagasan sosialisme dalam hal cita-cita politik untuk membebaskan pekerja dari alienasi dan komitmen terhadap kaum tertindas. Namun demikian, Anarkisme menolak efek terburuk dari sosialisme yang mungkin terjadi yaitu totalitarianisme […]

0 0 211

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Khoirur Roziqin : Mendidik Manusia Indonesia Jadi Generasi Pancasilais

Didik atau mendidik dalam KBBI didefinisikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan dalam KBBI didefinisikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam kajian bahasa Arab ada perbedaan antara kata mengajar عَلَّمَ يُعَلِّمُ […]

0 2 241

DISKUSIFILSAFATNARASIREFLEKSISEJARAH

Driyarkara : Sosialitas Dalam Konteks Masyarakat Indonesia

Dalam pemikirannya tentang sosialitas, Driyarkara memperlihatkan kedudukan sosialitas dalam eksistensi manusia. Driyarkara menjelaskan bahwa eksistensi manusia merupakan cara berada manusia yang khas di dunia. Cara berada manusia yang khas dalam pandangan Driyarkara adalah dalam sosialitas. Dengan kata lain, hidup bersama oleh Driyarkara pahami sebagai sosialitas, yaitu eksistensi manusia dalam hidup bersama dengan orang lain dan […]

0 0 235