HomeREFLEKSI

REFLEKSI

AKSIBUKULIPUTAN

Buku Mengeja Cahaya : Artikulasi Keprihatinan Relawan Kemanusiaan

Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) menerbitkan buku berjudul Mengeja Cahaya. Buku ini merupakan kumpulan cerita pengalaman dan refleksi para relawan YKBS  dalam kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat. Buku Mengeja Cahaya diluncurkan dalam acara Bedah Buku dan Buka Puasa Bersama di sekretariat YKBS, Jl. Kinibalu 41 Surabaya, Sabtu (18/05/19). Robertus Wijanarko,CM., Dosen Filsafat STFT Widya Sasana […]

0 0 102
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (II)

Pada hari minggu pagi seperti ini biasanya jalanan Karang Kadhempel riuh dipenuhi lalu-lalang orang yang ingin pelesiran ke jantung kota. Tak terkecuali para panakawan. Galibnya, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Semar. Lantas bergegas bersama ke Amarta untuk temu-kangen dan menghibur para bendara-nya. Rumah Semar itu jauh dari segala bentuk kemewahan. Pekarangannya tak begitu jembar […]

0 0 89

AKSIBUKUKOMUNITAS

Kenapa Kami Menerbitkan Buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan?

Buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan merupakan kumpulan refleksi, narasi dan cerita seputar serangan bom yang terjadi di Surabaya setahun silam (13/05/2018). Penulis buku ini sangat beragam. Ada refleksi dari korban yang terkena dampak langsung dan juga dari warga Surabaya yang tidak menyangka teroris menyasar kotanya. Juga tulisan dari warga Indonesia, dalam maupun luar negeri yang […]

0 0 374

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0 131

BUKUREFLEKSIWARGA

Habis Gelap Terbitlah Terang, Di Tempat Kerja Jangan Dikekang

Seratus empat puluh tahun berselang antara perempuan yang hidup di masa kini dan Kartini. Hari ini tentu sudah sangat berbeda dari masa Kartini menulis surat-suratnya yang kemudian dibukukan (1911) oleh J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan Hindia Belanda pada waktu itu. Buku tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Melayu dan diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang (1922). Sekarang […]

0 3 152

REFLEKSI

Saya Memilih Demi Harapan

Masa kecil saya dihabiskan di desa yang kedatangan truk kayu setahun sekali kala musim panen kopi. Tidak ada listrik dan telpon. Hanya ada radio bertenaga baterai yang dijemur berulang agar tidak mudah soak. Kalau pulang kampung, kebetulan orang tua saya berasal dari kampung yang tidak jauh dari pusat kota, kami harus jalan kaki kurang lebih […]

0 1 231
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0 186

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Membongkar Keterkungkungan Penafsiran Agama dalam Pancasila

Penolakan Abu Bakar Ba’asyir untuk menandatangani kesetiaan pada ideologi Pancasila membuat pembebasan bersyaratnya ditinjau kembali. Fenomena ini menerbitkan refleksi yang mendasar tentang kedudukan Pancasila dan Agama. Bagaimana sesungguhnya kedudukan Pancasila dan Agama? Apakah Pancasila dan Agama bertentangan, sehingga apabila menyatakan setia pada yang satu harus meninggalkan yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini tegas: Pancasila tidak […]

0 2 269
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya perayaan Natal, perayaan Tahun Baru pun jadi polemik untuk diucapkan atau dirayakan. Baru-baru ini (12/18) di Malang ada himbauan tidak merayakan Natal dengan demonstratif, di Aceh Barat dan Riau pemerintah setempat mengeluarkan surat himbauan agar tidak merayakan pergantian tahun atau tahun baru. Banyak yang bertanya, bagaimana merayakan natal dengan tidak […]

0 1 284
Idenera

REFLEKSI

Sebelum Paus Fransiskus Berpesan, Pedagang Taman Sewu Lampu Cepu Telah Melakukannya

Taman Sewu Lampu tidak seramai biasanya. Taman yang letaknya persis di seberang Kompleks Gereja St. Willibrordus Cepu biasanya ramai oleh pengunjung angkringan dan  pedagang kaki lima kala malam. Taman yang telah dipercantik ini tampak indah dengan lampu warna-warni. Natal memang romantis, apa lagi kala rintik hujan bersua lampu warna-warni. Malam  Natal, 24 Desember 2018, hujan turun […]

0 2 317
Idenera

REFLEKSI

Kuburan Bernama Agamamu, Adakah Pemurtadan Para Arwah ?

Intoleransi itu muncul ketika kesombongan rohani menjadi sebuah klaim kekuasaan untuk menguasai pihak dan agama lain. Ketika sebuah negara bahkan kampung sekalipun diidentikan dengan mayoritas agama tertentu, maka secara sadar kita tengah mendirikan sebuah benteng kekuasaan untuk menguasai bahkan tak jarang menindas mereka yang dianggap sebagai kelompok atau kaum minoritas. Lahirnya SK bersama dua menteri […]

0 2 132
idenera

REFLEKSI

Natal Di Lorong Bising Tak Bermakna

Sehari menjelang Natal, kedatangan sang Emanuel, tragedi tsunami kembali menimpa Indonesia. Tsunami menerjang Anyer, Banten dan Lampung. Dari lubuk hati terdalam; kuucapkan turut berdukacita dalam doa bersama keluarga yang berduka dan mendoakan mereka yang terluka. Tak perlu ribut mempertanyakan apalagi menghubungkan tragedi ini dengan segala hiruk pikuk politik. Apalagi menjadi dagangan politik. Cukup menjadi tiang […]

0 2 349
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mendidik Kesetaraan Gender Sejak Usia Dini

Rumitnya mencari keadilan bagi kasus-kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan seperti kekerasanyang dialami Ibu Baiq Nuril, pemerkosaan di lingkungan pendidikan yang dialami Agni (mahasiswi UGM), dan kekerasan seksual oleh aparat yang menimpa Anindya Joediono, menggugah kesadaran bahwa kesetaraan gender masih perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Catatan tahunan KOMNAS Perempuan 2018 menunjukkan jumlah kasus kekerasan […]

0 2 359
Andre Yuris/Ide Nera

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Arthur Coleman Danto : Semua Bisa Jadi Seni

Pada masa kontemporer, segala sesuatu dapat menjadi benda seni. Salah satu contoh yang menarik adalah seorang pemuda jahil yang sengaja menaruh sebuah kacamata di sebuah museum. Kacamata tersebut hanyalah kacamata biasa. Tidak ada sesuatu yang istemewa dari kacamata tersebut. Namun, banyak pengunjung museum yang melihat dan mengamati kacamata tersebut. Ada pengunjung yang sudah sadar bahwa […]

0 2 196