HomeREFLEKSIDISKUSI Thomas Aquinas : Persahabatan yang baik adanya, Menguntungkan dan Menyenangkan

 Thomas Aquinas : Persahabatan yang baik adanya, Menguntungkan dan Menyenangkan

DISKUSI FILSAFAT SEJARAH 0 2 likes 172 views

Setuju dengan pendapat Aristoteles, Thomas Aquinas juga membedakan persahabatan itu menjadi beberapa jenis. Jika dilihat dari tindakan mencintai itu sendiri, persahabatan itu dapat dibagi menjadi tiga jenis; persahabatan yang baik adanya, persahabatan yang menguntungkan dan persahabatan yang menyenangkan.

Sebelumnya baca : Thomas Aqinas : Persahabatan sebagai bentuk tertinggi relasi manusia

Menurut Thomas, mengikuti pendapat Aristoteles, persahabatan yang menguntungkan dan menyenangkan adalah jenis-jenis persahabatan yang tidak sempurna. Persahabatan jenis ini tidak dapat bertahan untuk waktu yang lama. Dia hanya akan berjalan selama kedua belah pihak masih merasa diuntungkan dan dipuaskan atau disenangkan dengan persahabatan mereka tersebut. Kedua jenis persahabatan ini sangat menekankan sisi prioritas dan posteriority atau situasinya.  Persahabatan jenis ini hanya bersifat insidental.

Sedangkan persahabatan yang terjadi karena kesadaran bahwa persahabatan itu adalah baik adalah sebuah bentuk persahabatan yang sempurna. Dia sempurna karena dia adalah persahabatan yang terpuji (honorable). Pada relasi persahabatan ini, seseorang mencintai sahabatnya untuk keutamaan sahabatnya tersebut. Mereka mengharapkan kebaikan kepada satu sama lain. Makanya jenis persahabatan ini juga disebut sebagai persahabatan yang dihargai karena dia secara esensial baik adanya.

Image result for Thomas Aquinas

Jika dilihat dari subyeknya, persahabatan itu dapat dibagi menjadi dua; persahabatan yang setara dan persahabatan yang tidak setara. Kesetaraan yang dimaksudkan di sini bukanlah soal kesetaraan derajat manusia menurut sistem kasta. Kesetaraan dan ketidaksetaraan ini lebih pada soal kualitas dan jenis cinta dari persahabatan itu sendiri. Persahabatan itu dikatakan setara jika ada pertukaran kualitas jenis cinta yang sama. Jika seseorang mendapatkan cinta yang memuaskan atau menyenangkan dari suatu persahabatan maka dia juga harus memberikan cinta yang sama yaitu cinta yang menyenangkan kepada sahabatnya. Begitu juga dengan cinta yang menguntungkan. Keduanya harus mendapatkan cinta yang sama dalam persahabatan yang mereka jalin.

Sedangkan persahabatan yang tidak setara adalah persahabatan yang terjadi karena ada pihak yang lebih tinggi atau superior dari yang lainnya. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya bahwa tingkatan superioritas ini tidak diukur dari kedudukannya tetapi dari kualitas cinta yang diberikan itu lebih besar nilainya.  Misalnya persahabatan antara sang ayah dan anak. Menurut dia, kualitas cinta yang diberikan seorang ayah itu berbeda dengan cinta yang diberikan oleh seorang anak. Ada posisi yang lebih superior dan ada yang subordinate. Dalam persahabatan jenis ini, proses penyamarataan atau penyetaraan. Persahabatan itu menyetarakan kedua belah pihak. Ada proses peningkatan dan penurunan. Dimana sang ayah berusaha merendahkan diri supaya sang anak meninggikan dirinya supaya cinta itu dapat tercipta dari kesetaraan mereka. Persahabatan jenis ini dapat bertahan karena ada banyak kualitas yang tidak kita temukan dalam diri kita yang kita temukan dalam diri orang lain.

Bersambung  :  Thomas Aquinas : Tindakan dan kebiasaan dari persahabatan

Oleh: Aloysius Luis Kung. Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Dimuat atas kerjasama Jurnal WIWEKA, Nera Academia dan www.idenera.com. Artikel ini pernah dimuat di Jurnal WIWEKA Vol.6 Edisi Juni 2017. 

Daftar Bacaan :

Menjadi Manusia Belajar dari Aristoteles, Kanisius,Yogyakarta 2009, 3.

THOMAS AQUINAS, Commentary on Aristotle’s Nicomachean Ethics, diterjemahkan oleh C. I. Lizinger, Dumb Ox Books, Notre Dame 1964, 476.

Thomas Aquinas, Summa Theologiae, II-II, Quaestio 1 art. 3

 JAMES MCEVOY; “The Other as Oneself: Friendship and Love in the Thought of St. Thomas Aquinas”, dalam James McEvoy dan Michael Dunne (eds.), Thomas Aquinas; Approaches to Truth,  Four Courts Press, Dublin 2002, 18.

 ARISTOTLE, Nicomachean Ethics 1.1.1.

 ETIENNE GILSON, The Christian Philosophy of  St. Thomas Aquinas, University of  Norte Dame Press, Norte Dame 2006, 256.

ROBERT MINER, Thomas Aquinas on the Passion, Cambridge University Press, Cambridge 2010,116.

 

Please share,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *