HomeAKSIUKMK St. Paulus Unitomo Surabaya menyerahkan paket donasi di SDN Nanga Boleng, Manggarai Barat

UKMK St. Paulus Unitomo Surabaya menyerahkan paket donasi di SDN Nanga Boleng, Manggarai Barat

AKSI KOMUNITAS LIPUTAN MITRA KARYA 0 3 likes 264 views

Senin, 28 Januari 2018 perwakilan UKMK (Unit Kegiatan Mahasiswa Katolik ) St. Paulus  Universitas  Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Setelah selama dua malam  menumpang kapal laut dari  Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mereka sampai di tempat pariwista paling ramai di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Afri, Ketua UKMK St. Paulus Unitomo ditemani Irenius Satu (Humas) dan Iwan Jerhanam (Departemen Pendidikan dan Kaderisasi). Kedatangan mereka ke Labuan Bajo bukan sedang berwisata. Kehadiran mereka mewakili Gerakan Peduli Pendidikan yang melibatkan beberapa komunitas di Surabaya. Mereka bertiga membawa paket buku bacaan empat kardus, paket alat tulis, kapur tulis, poster Presiden dan Wakil Presiden, poster pahlawan, poster gambar adat kebudayaan Indonesia, poster  sumpah pemuda, poster garuda pancasila, tiga lembar peta Indonesia serta poster tabel perhitungan.

Baca juga : Kelas Tunas SDN Kebonagung Bojonegoro, Belajar Merangkai Cita-Cita

Afri dan kawan-kawan datang ke Manggarai Barat untuk mengantar paket donasi yang telah dikumpulkan satu bulan sebelumnya. Tujuan mereka ke Desa Nanga Boleng, Kecamatan Tanjung Boleng, Kabuaten Manggarai Barat. Di sebuah desa pinggir pantai yang berjarak 14 km dari Labuan Bajo,  berdiri SDN (Sekolah Dasar Negeri) Nanga Boleng.

“Awal cerita kami kesini itu dari informasi alumni UKMK Kak Ronald Adi. Ia menginformasikan kepada saya bahwa ada sekolah yang kondisinya memprihatinkan karena bangunannya ambruk sehingga alat bantu pelajaran rusak dan kondisi itu sudah cukup lama” kata Afrie.

Berdasarkan data dan foto yang dikirim Ronald, Afri bersama pengurus UKMK St. Paulus sepakat melakukan aksi bersama untuk membantu siswa dan guru di SDN Nanga Boleng. Aksi yang dirancang UKMK St. Paulus kemudian direspon oleh Kelas Tunas, Nera Academia dan BEM Unitomo. Ketiga lembaga ini secara  bersama-sama bergerak mengumpulkan donasi berdasarkan data kajian  relawan di Labuan Bajo.

“ Bersama jaringan, kami menyepakati untuk aksi donasi alat praga, alat tulis dan buku pelajaran. Karena kapasitas jaringan dirasa mampu untuk itu. Sedangkan untuk bangunan sekolah, saya pikir perlu disuarakan agar pemerintah daerah secepatnya memperbaiki ”jelas Afri, mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Unitomo Surabaya.

Foto Valerio Alfre.

Tanggal 5 Februari 2018, pukul  08.00 ditemani relawan pendidikan Labuan Bajo tim menuju lokasi. Dengan bantuan relawan di Labuan bajo, Afri dan teman-teman mendapat pinjam mobil pickup milik Vera Bahali untuk mengangkut paket menuju lokasi. Walaupun jaraknya relatif dekat, kondisi jalan yang rusak parah membuat pejalanan jadi lebih lama.

Baca juga : Apa sebenarnya akar kekerasan kalangan terpelajar?

“Rencana awal, kami ke Nanga Boleng  tanggal 29 Februari 2018. Saat itu cuacanya cukup ekstrim dan atas saran dari teman-teman di Labuan Bajo kami membatalkan perjalanan” cerita Afri.

Afri mengatakan, informasi yang dari warga sekitar mengatakan bahwa sepanjang jalan ke Nanga Boleng sangat rawan. Banyak tebing-tebing rawan longsor serta kondisi jalan sangat sulit di lewati saat musim hujan. Setelah cuaca membaik, enem hari setelah kedatangan baru mereka bergerak ke Nanga Boleng.

Afrie (tengah) menyerahkan paket donasi dan diterima langsung Pak Agus, Kepala Sekolah SDN Nanga Boleng. Foto : Humas UKMK Unitomo

Afri menceritakan, di tengah perjalanan ke lokasi sekolah sopir pickup memutuskan berhenti. Kondisi jalan yang berlumpur serta licin memupuskan niat sopir  untuk mengantar mereka. Itupun setelah beberapa kali coba menerobos kubangan lumpur tapi tetap saja tidak bisa dilewati. Mobil pickup yang ditumpangi pun terjebak dalam lubang lumpur.

Setelah satu jam terjebak di jalan berlumpur, mereka melanjutakan dengan berjalan kaki. Jarak ke lokasi sekolah masih sekitar satu kilometer. Beberapa anggota tim berjalan kaki menuju rumah kepala sekolah SDN Nanga Boleng  untuk meminta bantuan penjemputan. Beruntung, warga sekitar sekolah menawarkan dump truk untuk mengangkut paket-paket bantuan tersebut.

Baca juga : Rekrutmen Relawan Kelas Tunas, Program pendampingan anak-anak oleh Nera Academia

“Sekitar jam 12.00 kami sampai di lokasi. Rasanya senang sekali apa lagi Kepala Sekolah, Pak Agus dan anak-anak menyambut kami. Ramai sekali. Mereka sangat ramah” lanjut Afri.

Penyerahan paket donasi, diterima langsung Pak Agus, Kepala Sekolah SDN Nanga Boleng. Warga sekitar dan para siswa ikut menyaksikan. Tim kemudian diajak kepala sekolah untuk melihat kondisi sekolah yang ambruk. Bangunannya terbuat dari bambu dan terlihat dibangun seadanya.

“Kami bersama warga sudah mulai perbaik secara gotong-royong. Kalau terlalu lama, kursi meja juga bisa rusak dan anak-anak tidak bisa kumpul. Kami berterimakasih, teman-teman sudah mau melihat dan peduli sama kami di sini” kata Pak Agus.

Afri, mengatakan bahwa SDN Nanga Boleng ini harus mendapat perhatian dari berbagai pihak.  Banyak hal yang perlu di benahi, terutama perpustakaan, kursi, meja dan alat bantu pelajaran lainya.

“Semoga pemerintah daerah lebih peka. Komunitas peduli pendidikan hanya bisa mendukung dan membantu sesusai kapasitas “ lanjut Afri.

Afri melanjutkan, UKMK St. Paulus Unitomo mengapresiasi niat baik dan respon cepat dari Kelas Tunas Nera Academia, BEM Unitimo dan PMKRI Cabang Surabaya dalam aksi ini. Berharap ada aksi lanjutan di Nanga Boleng  ataupun di tempat lain yang masih membutuhkan.

Please share,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *