HomeREFLEKSIDISKUSILuthfi Meutia : Wanita sering menjadi korban kekuasaan

Luthfi Meutia : Wanita sering menjadi korban kekuasaan

DISKUSI KOMUNITAS NARASI PERSONA REFLEKSI SEJARAH 1 2 likes 148 views

Pembicaraan dan aksi kesetaraan gender, mayoritas diinisiasi oleh kaum hawa. Di Indonesia sendiri, khususnya Jawa, wanita pribumi zaman dahulu selalu didiskreditkan perannya. Diperlemah kewibawaannya. Hanya berkutat sebagai pemuas nafsu.

Tiga abad lamanya diperas, dijajah baik tenaga maupun pikir. Penjajah tak hanya Belanda. Namun juga bangsa priyayi utusannya. Feodalisme yang mengekang. Wanita sering menjadi korban kekuasaan. Dijual untuk menduduki kursi pemerintahan.

Kartini yang mengimpi adanya zaman modern digerus oleh nafsu kekuasan. Pendidikan tinggi kebanyakan dienyam oleh calon-calon bupati penerus feodalisme. Wanita tak bisa bergerak setara. Tidak aman berada dimana-mana. Wanita sudah dicukil rasa keberaniannya sejak dulu kala.

Baca juga : Sekolah Analisa Sosial : Berani masuk ke tengah-tengah persoalan masyarakat

Itulah budaya Jawa, tanpa disadari aturan tersebut berlaku dalam masyarakat hingga detik ini. Keluar malam contohnya. Memang tak ada yang melarang, namun aturan tersebut paten dalam pikiran masyarakat. Dianggap tabu walaupun untuk berkontribusi bagi perubahan.

Berbeda dengan masyarakat Aceh, perlawanan melawan belanda menjadi arena bagi wanita sejauh dia berani dan mampu. Tak ada pengekangan. Bergerak untuk perubahan kapanpun, dimanapun.

Andai Jawa memiliki keterbukaan seperti Aceh pada peran wanita, barang kali dan hampir tentu Indonesia merdeka sejak lama. Bukan tahun empat lima karena perlawanan milik bersama.

 

*Luthfi Meutia (luthfimeutia@outlook.com), Peserta Sekolah Ansos 2017. Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Aktif berkegiatan di LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Solidaritas UINSA.  

 ** Tulisan ini merupakan salah satu proses di Sekolah Ansos, dimana peserta diminta memberikan refleksinya  dengan judul; ” Saya dan….(isu yang dipilih)”. Atas persetujuan partisipan akan di publis secara berkala di www.idenera.com.

 

Please share,

1 Comment

Anastasia Jessica

Halo Meutia, saya senang kita punya ketertarikan isu yang sama: kesetaraan gender. 😀😀
Di Aceh, kalau sekarang, juga tidak sedikit isu ketidakseteraan gender ya… sedihh…

Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *