FILSAFATKEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Memperebutkan Allah sebagai legitimasi Amanah Rakyat

Invocatio Dei dalam makna kesalehan merujuk pada sikap batin “yang memanggil” Allah untuk menjadi dasar, penyelenggara dan tujuan hidup si penghayat doa/kesalehan. Dalam dunia politik, invocatio dei merupakan prinsip yang memberi rujukan pada Allah dalam konstitusi, dimana Konstitusi didasarkan “atas nama” Allah. Dalam pembukaan konstitusi kita tertulis “atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa............................maka Bangsa Indonesia […]

0 2 180

BUKUDISKUSIREFLEKSISASTRA

Kegilaan Hidup dalam Veronika Decide to Die

Dalam kehidupan manusia, realitas kematian merupakan hal yang niscaya. Kematian membawa orang kepada sebuah permenungan tentang makna hidup. Pandangan yang berbeda dalam merenungkan kematian akan membawa pada pemaknaan hidup yang berbeda pula. Ada dua besar aliran pemikiran tentang kematian, yaitu ateisme dan teisme. Bagi ateisme kematian adalah akhir dari segalanya, sedangkan bagi teisme kematian merupakan […]

0 2 191

AKSILIPUTANMITRA KARYA

Kelas Tunas Cepu : Belajar Habitus Baru Tentang Menghargai, Menghormati  dan  Mendengarkan

Kelas Tunas Nera Academia untuk kedua kalinya berkolaborasi dengan SMPK St. Louis Cepu. Kolaborasi kegiatan  Character Building ini merupakan lanjutan program tahun 2017 dengan peserta yang berbeda.  Kegiatan Character Building Kelas Tunas SMPK St. Louis Cepu kali ini berlangsung  selama tiga hari, dari tanggal 11 sampai Jumat, 13 April 2018.  Kegiatan dilaksanakan di Wahana Edukasi […]

0 4 428

DISKUSIKEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia : Merajut Harapan dan Praksis Solidaritas dalam Narasi

Beberapa minggu lalu, seorang kawan meminta saya untuk menjadi pembedah buku “Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia”. Kawan saya ini berkata bahwa beberapa kawan yang menulis dan menginisiasi buku ini adalah kawan-kawan jaringan kami juga. Kawan saya ini kemudian bercerita sedikit tentang latar belakang dan tujuan penulisan buku tersebut. Saya tertarik dan terkesan. Setelah […]

0 4 460

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSI

Abigail Soesana : Empat Generasi Tionghoa dan Dilema Diskriminasi dan Cinta Tanah Air Indonesia

  Kakek adalah Tionghoa “totok” yang berjiwa sosial Aku terlahir di keluarga Tionghoa dari kakek Njoo Tiek Sien yang dikenal sebagai “totok” (Tionghoa asli), generasi pertama dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) yang mendarat di Indonesia sejak belia. Waktu tiba di Indonesia, kakek masih berumur 14 tahun dan bekerja dari nol membuka toko sembako di kota […]

0 1 133

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Aan Anshori : Ketakutan dan kesalahpahaman saya terhadap Tionghoa mencair setelah ketemu Gus Dur

Saya tidak punya teman Tionghoa sejak kecil hingga masuk kuliah. Jika dihitung lamanya sekitar 19 tahun. Hal ini nampaknya merupakan kewajaran bagi warga Kauman, desa tempat saya lahir yang jaraknya 13an kilometer arah timur kota Jombang Jawa Timur. Kauman bukanlah wilayah terpencil. Sebaliknya, Kauman bisa dikatakan desa dalam kategori paling terhormat. Tujuh belas desa di kecamatan saya, Mojoagung, […]

0 1 144

BUKUKEBUDAYAANWARGA

Michael Andrew : Kegalauan Identitas Pemuda Tionghoa-Indonesia

Pada tahun 2012 saya pertama kali pergi ke negeri jiran yakni Malaysia. Kala itu saya sedang liburan bersama dengan keluarga. Ada pengalaman unik pada waktu turun dari pesawat lalu masuk ke ruang klaim bagasi untuk ambil koper kami. Berbagai pegawai bandara yang notabene orang-orang Melayu mengajak saya dan keluarga berbicara dalam bahasa Inggris. Akan tetapi, […]

0 1 107

BUKUKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Adven Sarbani : Jadi China Itu Biasa Saja, Apa yang Istimewa ?

Interaksi intensif dan inspiratif saya dengan dulur-dulur keturunan suku China berlangsung ketika SMA. Di Yogyakarta, khususnya di kampung saya, keturunan China sepertinya dipandang beda. Saya ingat, ketika masih Sekolah Dasar ada satu keluarga China dengan tiga anak seusia saya masuk dan tinggal di kampung saya. Namun, saya dan teman-teman tak pernah menjadikan anak-anak China itu […]

0 1 125

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANMITRA KARYANARASI

Dibalik terbitnya buku “Ada Aku di Antara Tionghoa dan Indonesia”, Aku berlutut di hadapan Cino Suroboyo

Ceritanya kira-kira begini. Ketika sentimen anti Tionghoa menguat lagi dengan munculnya sosok Ahok, 3-4 tahun lalu, aku mulai membaca beberapa literatur. Tujuannya, menemukan penyebab kebencian yang tertanam dalam diri non-tionghoa, dalam konteks personal diriku; Islam-Jawa. Aku terperanjat saat menemukan catatan historis penuh kekelaman yang menimpa etnis Tionghoa, "Betapa beratnya menjadi Tionghoa di Indonesia. Ndak kuat […]

0 0 416

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANREFLEKSI

Driyarkara : Ada Bersama Sebagai Titik Tolak Sosialitas

Pada bab sebelumnya, penulis telah membahahas mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi Driyarkara dalam merenungkan konsep sosialitasnya, serta gagasan utama dalam pemikiran Driyarkara. Pada bagian ini, penulis akan mulai membahas inti konsep sosialitas menurut Driyarkara. Ada Bersama Sebagai Titik Tolak Sosialitas Dalam uraian sebelumnya mengenai gagasan utama dalam pemikiran Driyarkara, telah dikatakan bahwa yang menjadi inti dari […]

0 0 175

BUKUDISKUSIFILSAFAT

Merunut Konsep Sosialitas dari Platon hingga Driyarkara

Setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup. Tujuan tersebut menjadi salah satu patokan untuk pengambilan keputusan-keputusan serta tindakan-tindakan dalam hidupnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa untuk mencapai tujuan hidup itu, manusia tidak bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri karena setiap manusia memiliki keterbatasan. Untuk mencapai tujuan hidup itu, setiap orang perlu kerja sama dan saling mendukung satu […]

0 0 200

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSI

Ah.. Coba Kamu Kenal Mereka, Mungkin Takkan Bertahan

“Kalau aku menjadi mereka, mungkin aku takkan bertahan” ujarku dalam hati. Masalah tentang coming in dan coming out seorang LGBT selalu tak mudah dipahami oleh orang macam kita, heteroseksual. Tapi, sudah sewajarnya ketika kita memiliki masalah, yang harus kita lakukan adalah menyelesaikannya. Mau dari sudut pandang mereka yang LGBT atau yang bukan. Masalah adalah hal […]

0 0 214

DISKUSIFILMKOMUNITASLIPUTAN

Sebuah refleksi tentang film Wage : Pahlawan tanpa pedang dan senapan

Saya selalu tertarik pada sosok-sosok inspiratif yang memperjuangkan nilai tertentu dengan gigih, sampai menghasilkan buah baik bagi orang banyak. Lincoln, Mother Theresa, Kartin, Tan Malaka, Soekarno, Pramoedya Ananta Toer, Chairil Anwar dan masih banyak lagi tokoh yang pernah saya baca biografi maupun auto-biografinya. Tentu saja masing-masing mereka punya kisah heroik yang mengundang decak kagum dan […]

0 0 116
Undangan Menulis Esai

AKSIFILSAFATKOMUNITASMITRA KARYA

Undangan menulis esai : Membongkar Rezim Fanatisme

Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS)  kembali mengadakan Simposium Nasional. Pada Simposium Nasional ke VI ini, panitia mengangkat tema “ Membongkar Rezim Fanatisme”. Simposium nasional ini merupakan agenda tahunan Fakultas Filsafat UKWM Surabaya. “Semakin hari rasionalitas semakin dipinggirkan, sebagai gantinya fanatisme terhadap identitas suku, agama, ras, ideologi menjadi lebih dominan. Itulah yang jadi […]

0 0 613