HomeNARASI (Page 13)

NARASI

Pancasila

DISKUSIFILSAFATNARASI

Pancasila Sebagai Landasan Rasionalitas (Baru) Masyarakat Pascasekular

KEGAGAPAN demokrasi sekular Barat dalam perjumpaannya dengan agama, sebagai salah satu fakta pluralisme dalam masyarakat sekular, menunjukkan “kekuranglengkapan” pemahamannya atas dimensi lain dari manusia.   Demokrasi sekular barat juga tampak mengalami kesulitan dalam menghadapi isu-isu yang digunakan oleh populisme, semisal isu rasisme, etnosentrisme, sentimen negatif terhadap imigran, dst. Namun demikian, masyarakat sekular Barat agaknya sudah dapat […]

0 0

DISKUSIMITRA KARYAREFLEKSISEJARAH

PMKRI: Jadilah Roti Hidup Yang Patriotik

"Berantas Kejahatan & Bukan Bersukutu Dengan Penjahat " . Langkah berani Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) beberapa waktu lalu dengan melaporkan Rizieq ke kepolisian atas dugaan penistaan agama, menjadi sebuah angin segar bagi bangsa Indonesia, bahwa paling tidak umat Katolik Indonesia selama ini tidak diam terhadap berbagai arus radikalisme yang ingin memecah belah bangsa. […]

0 1
Katolik Radikal

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSI

Katolik Radikal dan Silent Majority

GEMA silent majority tak bisa dibendung lagi. Silent majority dalam bentuk karangan bunga atau bunga hidup menjadi alat “perjuangan” melawan radikalisme. Berbagai kelompok, agama dan suku terbangun dari tidur lama selama ini oleh gaung silent majority. Radikalisme menjadi musuh bersama. Namun tanpa disadari di dalam agama lain pun ada perilaku radikalisme yang sedang tumbuh dan berkembang […]

2 1

DISKUSIFILMKEBUDAYAANLIPUTAN

About A Women, Pergolakan Sepi Seorang Perempuan

“Kamu kok pakai jilbab tapi merokok?” “Ibu, kayak gak pernah ngerokok aja,” “Setidaknya ibu gak kayak kamu, sok suci di depan orang tapi ngerokok tiga bungkus di belakang.” Begitulah sepenggal dialog dari film Teddy Soeriaatmadja, About a Woman. Film terakhir dari rangkain film Teddy tentang seksualitas, agama dan kemunafikan setelah Lovely Man dan Something In […]

0 1
Demokrasi Digital

DISKUSIKEBUDAYAANMITRA KARYATEKNOLOGIWARGA

Demokrasi Digital, Dari Gen Z To Alpha

SEBAGIAN dari kita tentu bisa dengan mudah menjelaskan demokrasi. Kata “demokrasi” sudah ditanamkan sejak dini dalam pendidikan. Tak kurang dari SD hingga perguruan tinggi, “demokrasi” ada dalam satu bahkan lebih mata pelajaran dan mata kuliah.   Buku mata pelajaran IPS, PKN, dan Kewarganegaraan selalu menyebutkan demokrasi dan peristiwa yang mengikutinya. Bila demikian, rasa-rasanya dapat dipastikan orang […]

0 4
Mitos

DISKUSIKEBUDAYAANNARASISEJARAH

Mitos Pertahanan Ruang Nusantara & Pertahanan Ruang Per-Empu-An

NUSANTARA kita terdiri dari ribuan pulau baik besar maupun kecil, yang secara spasial juga unik. Laut sebagai penghubung dan sekaligus sebagai benteng (Dipantara). Pengetahuan di Nusantara tidak dikembangkan dalam tradisi tulis yang rasional, sangat ketat metode ilmiah dan bersifat empirik, tetapi dikembangkan dalam tradisi lisan yang puitis dan kadang-kadang mistis. Salah satu tradisi lisan yang […]

0 3
Sensor

DISKUSIKEBUDAYAANNARASITEKNOLOGI

Rezim Sensor : Logika apa yang digunakan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) ?

TIDAKAH Anda merasa heran melihat tokoh kartun tupai berbikini (Sandy) dalam kartun Spongebob diburamkan di bagian payudara dan pahanya? atau sewaktu menonton film Pirates of Caribbean, melihat patung perempuan hasil rampasan bajak laut juga diburamkan pada bagian dada? Kalau tokoh kartun dan patung saja diburamkan pada bagian payudara, paha dan pantatnya, apalagi pada manusia? Dalam sebuah […]

0 3
Pribumi

DISKUSIKEBUDAYAANNARASIWARGA

313 : Aksi Tempel Stiker Pribumi dan Politikus Demagog

“ Mengapa keturunan Hadrami-Arab menjadi pribumi dan keturunan Tionghoa menjadi non-pribumi? Bukankah keduanya pada jaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda digolongkan sebagai "vreemde oosterlingen atau Timur Asing" yang punya hak dan keistimewaan yang berbeda dengan "pribumi" kulit gelap dan jidat lebar itu?” tulis Made Made Supriatma dihalaman facebooknya (31/032017).[1]   Komentar Made ini terkait aksi 313 […]

0 5
Korupsi

DISKUSIFILSAFATNARASITEKNOLOGI

Korupsi E-KTP : Nasihat Agamben Untuk Para Bandit

MUNCULNYA deretan ‘nama besar’ yang diduga mengambil bagian dalam konspirasi busuk proyek bodong E-KTP tidak pelak menyebabkan timbulnya banyak tanda tanya bagi demokrasi kita. Korupsi berjamaah dalam proyek pengadaan E-KTP yang menyeret nama banyak pejabat negara eksekutif dan legislatif, juga swasta, membuat ramai perbincangan publik akhir-akhir ini.   Apalagi, ‘nama-nama besar’ yang disebut-sebut itu juga sangat […]

0 2
Sampang

AKSIDISKUSIKEBUDAYAANKOMUNITASNARASI

5 tahun tragedi Syiah Sampang dan Janji- janji Politikus

Dari Afganistan ke Sampang “Kenapa politikus berbicara janji yang sulit ditepati? Karena kami  mau menjaga tradisi,” kata Charlie Wilson dalam film Charlie Wilson's War. Film ini diangkat dari kisah nyata tentang Charlie Wilson (diperankan Tom Hanks) seorang anggota kongres Partai Republik Amerika Serikat asal Texas. Berkisah tentang proses loby politik di Kongres yang kemudian menyetujui […]

0 3
Kendeng

AKSILINGKUNGANWARGA

Kita Menundukan Kepala Untuk Bu Patmi dan Pejuang Kendeng

Sejak Senin 13 Maret 2017, warga pedesaan di kawasan bentang alam karst Kendeng memulai aksi kolektif untuk memprotes pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menanggapi penolakan warga kawasan Kendeng terhadap rencana pendirian dan pengoperasian pabrik Semen milik PT Semen Indonesia di Rembang dan semen lainnya di pegunungan Kendeng. Termasuk dalam ketidak-becusan tersebut antara lain adalah […]

0 1
Arsitektur Nusantara

DISKUSIKEBUDAYAANLINGKUNGANLIPUTANMITRA KARYA

Arsitektur Nusantara Pada Waktunya Akan Mati

KETIKA BERBICARA arsitektur nusantara, sebagian orang akan menunjuk rumah adat. Sebagian besar orang akan dengan mudah menunjuk joglo, rumah gadang, mbaru niang atau gendang di Manggarai dan ratusan rumah adat pada masing-masing suku di Indonesia.  Ada pula yang menyebutnya sebagai bentuk bangunan di wilayah Indonesia pada masa silam.   Namun apakah arsitektur nusantara masih bisa bertahan ditengah […]

0 2