HomeREFLEKSI (Page 2)

REFLEKSI

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0 204

BUKUREFLEKSIWARGA

Habis Gelap Terbitlah Terang, Di Tempat Kerja Jangan Dikekang

Seratus empat puluh tahun berselang antara perempuan yang hidup di masa kini dan Kartini. Hari ini tentu sudah sangat berbeda dari masa Kartini menulis surat-suratnya yang kemudian dibukukan (1911) oleh J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan Hindia Belanda pada waktu itu. Buku tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Melayu dan diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang (1922). Sekarang […]

0 3 242

REFLEKSI

Saya Memilih Demi Harapan

Masa kecil saya dihabiskan di desa yang kedatangan truk kayu setahun sekali kala musim panen kopi. Tidak ada listrik dan telpon. Hanya ada radio bertenaga baterai yang dijemur berulang agar tidak mudah soak. Kalau pulang kampung, kebetulan orang tua saya berasal dari kampung yang tidak jauh dari pusat kota, kami harus jalan kaki kurang lebih […]

0 1 299
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0 285

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Membongkar Keterkungkungan Penafsiran Agama dalam Pancasila

Penolakan Abu Bakar Ba’asyir untuk menandatangani kesetiaan pada ideologi Pancasila membuat pembebasan bersyaratnya ditinjau kembali. Fenomena ini menerbitkan refleksi yang mendasar tentang kedudukan Pancasila dan Agama. Bagaimana sesungguhnya kedudukan Pancasila dan Agama? Apakah Pancasila dan Agama bertentangan, sehingga apabila menyatakan setia pada yang satu harus meninggalkan yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini tegas: Pancasila tidak […]

0 2 387
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya perayaan Natal, perayaan Tahun Baru pun jadi polemik untuk diucapkan atau dirayakan. Baru-baru ini (12/18) di Malang ada himbauan tidak merayakan Natal dengan demonstratif, di Aceh Barat dan Riau pemerintah setempat mengeluarkan surat himbauan agar tidak merayakan pergantian tahun atau tahun baru. Banyak yang bertanya, bagaimana merayakan natal dengan tidak […]

0 1 364
Idenera

REFLEKSI

Sebelum Paus Fransiskus Berpesan, Pedagang Taman Sewu Lampu Cepu Telah Melakukannya

Taman Sewu Lampu tidak seramai biasanya. Taman yang letaknya persis di seberang Kompleks Gereja St. Willibrordus Cepu biasanya ramai oleh pengunjung angkringan dan  pedagang kaki lima kala malam. Taman yang telah dipercantik ini tampak indah dengan lampu warna-warni. Natal memang romantis, apa lagi kala rintik hujan bersua lampu warna-warni. Malam  Natal, 24 Desember 2018, hujan turun […]

0 2 371
Idenera

REFLEKSI

Kuburan Bernama Agamamu, Adakah Pemurtadan Para Arwah ?

Intoleransi itu muncul ketika kesombongan rohani menjadi sebuah klaim kekuasaan untuk menguasai pihak dan agama lain. Ketika sebuah negara bahkan kampung sekalipun diidentikan dengan mayoritas agama tertentu, maka secara sadar kita tengah mendirikan sebuah benteng kekuasaan untuk menguasai bahkan tak jarang menindas mereka yang dianggap sebagai kelompok atau kaum minoritas. Lahirnya SK bersama dua menteri […]

0 2 196
idenera

REFLEKSI

Natal Di Lorong Bising Tak Bermakna

Sehari menjelang Natal, kedatangan sang Emanuel, tragedi tsunami kembali menimpa Indonesia. Tsunami menerjang Anyer, Banten dan Lampung. Dari lubuk hati terdalam; kuucapkan turut berdukacita dalam doa bersama keluarga yang berduka dan mendoakan mereka yang terluka. Tak perlu ribut mempertanyakan apalagi menghubungkan tragedi ini dengan segala hiruk pikuk politik. Apalagi menjadi dagangan politik. Cukup menjadi tiang […]

0 2 466
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mendidik Kesetaraan Gender Sejak Usia Dini

Rumitnya mencari keadilan bagi kasus-kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan seperti kekerasanyang dialami Ibu Baiq Nuril, pemerkosaan di lingkungan pendidikan yang dialami Agni (mahasiswi UGM), dan kekerasan seksual oleh aparat yang menimpa Anindya Joediono, menggugah kesadaran bahwa kesetaraan gender masih perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Catatan tahunan KOMNAS Perempuan 2018 menunjukkan jumlah kasus kekerasan […]

0 2 521
Andre Yuris/Ide Nera

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Arthur Coleman Danto : Semua Bisa Jadi Seni

Pada masa kontemporer, segala sesuatu dapat menjadi benda seni. Salah satu contoh yang menarik adalah seorang pemuda jahil yang sengaja menaruh sebuah kacamata di sebuah museum. Kacamata tersebut hanyalah kacamata biasa. Tidak ada sesuatu yang istemewa dari kacamata tersebut. Namun, banyak pengunjung museum yang melihat dan mengamati kacamata tersebut. Ada pengunjung yang sudah sadar bahwa […]

0 2 312

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Communi(cati)on: Sebuah Momen Penyingkapan Eksklusifitas Pluralisme

 Di samping karena memang perbedaan paradigma agama yang cukup tak tepermanai, saya pikir eksklusivitas pluralisme tersebut juga dipicu oleh kesembronoan dalam memaknai yang-Lain.   Sambungan dari artikel :  Communi(cati)on: Menimbang Ulang Pluralisme Dan Temu-Wicara Antar-Agama Mereka kerapkali berasumsi bahwa keberlainan itu bisa dengan mudah dijembatani lewat dialog, lewat saling tukar kabar atau bahkan saling berdebat […]

0 3 359

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Communi(cati)on: Menimbang Ulang Pluralisme Dan Temu-Wicara Antar-Agama

Pluralisme itu tak ada.  Andaikata ada, hanyalah sejenis eksklusivisme yang mekar tak tersadari. Kita mengenal figur-figur semacam Sayyed Hossein Nasr, Paul Knitter, Rita Gross, dan sebagainya. Mereka semua lazim disebut sebagai para pluralis. Tapi saya pikir itu bohong, sebuah pelabelan yang gegabah.   Seumpama mau menengok, pluralisme dan agenda-agenda yang mereka bawa sebenarnya saling mengeksklusikan […]

0 2 320
asian games

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Quo Vadis Nasionalisme Indonesia?

Perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang telah menoreh sejarah baru. Para atlet memberi asa baru bagi olah raga kita. Setidaknya Indonesia mampu bertengger di peringkat keempat se-Asia. Sekali lagi, “Siapa kita?”   Beberapa target perolehan medali emas mampu terlewati. Salah satunya adalah cabang olah raga pencak silat yang memborong medali emas di semua nomornya. Perjuangan para […]

0 0 329