HomeREFLEKSI (Page 2)

REFLEKSI

DISKUSIFILMNARASI

Seksisme dan Bias Gender di Ruang Redaksi

POLDA Jawa Timur bergerak cepat membongkar sindikat prostitusi daring, awal 2019. Kasus bermula dari penangkapan seorang pekerja seks perempuan berinisial VA, bersama seorang pelanggannya, di dalam sebuah kamar hotel di Surabaya. Nama dan identitas VA segera tersebar tak lama setelah Polda merilis kasus. Status VA sebagai saksi korban, tidak menjadi pertimbangan media, untuk menuliskan inisial, […]

0 2 368

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mabuk Bentuk: Antara Komodifikasi dan Radikalisasi Jilbab

Peristiwa Pemilihan presiden 2019 membawa berbagai kenangan dan problematikanya sendiri. Salah satu fenomena menarik adalah kehadiran “jilbabers” dalam diskursus politik Indonesia. Yang paling menyita perhatian adalah jilbabers yang kebanyakan berasal dari barisan pendukung Prabowo-Sandi. Berbagai sepak-terjang kelompok ini sering membuat geleng-geleng kepala, sebab jauh dari apa yang dibayangkan dari penggunaan jilbab sebagaimana mestinya. Sepak-terjang jilbabers […]

0 0 181

AKSIDISKUSIFILM

More Than Work, Catatan atas Tubuh Perempuan di Media

Media adalah ruang yang menjadi alat penghubung di dunia. Ia menghubungkan manusia satu dengan manusia lain, mempercepat komunikasi. Dengan adanya media, lebih-lebih kelahiran internet, informasi menjadi satu hal yang penting dan menentukan. Tumbuhnya media di Indonesia menjadi sesuatu yang tak terbendung sejak masa reformasi. Data Dewan Pers menunjukkan jumlah media yang meningkat tajam di Indonesia, […]

0 0 376

FILSAFATNARASIREFLEKSI

Gelagat: Antara Pancasila dan Kerangka Pikir Para Aparatur Negara

Seorang teman memutuskan untuk memeluk Islam. Ia telah bersyahadat sekitar tiga tahun lalu. Tentu, tak mudah menjalani apa yang saya sebut sebagai “orang ambang.” Di satu sisi, ia bukan lagi menjadi bagian dari umat agama sebelumnya, yang sudah pasti memuat konsekuensi tertentu. Tapi di sisi lain, ia tak sepenuhnya juga seorang yang diakui dan diterima […]

0 0 263

FILMNARASIREFLEKSI

Vantage Point: Menakar Gerakan Makar “12:00”

Di sebuah podium, seorang lelaki tiba-tiba tergeletak, tertembak. Dan sesaat, sebuah bom meletup menghancukan podium dan membunuh orang-orang yang ada di sekitarnya. Terjadi kekacauan, massa panik dan tak ada yang tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Sampai seorang pengawal presiden menyadari bahwa ada sesuatu yang tak beres. Sesaat sebelum ledakan, melalui rekaman yang berasal dari […]

0 2 376

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Histeria dan Neurosis Obsesional Dalam Diskursus Politik Kontemporer Indonesia

Pilpres2019 usai sudah, menyisakan berbagai karnaval matinya akal sehat (irasionalitas) atau apa yang kami sebut sebagai neurosisisme yang kental mewarnai diskursus politik kontemporer Indonesia. Hal ini tampak pekat melekat pada kubu 02 (Prabowo-Sandi) yang sejak awal—bahkan jauh sebelum mereka ditetapkan sebagai capres-cawapres resmi—mendapat dukungan dari kalangan yang kerap mengatasnamakan kalangan “Islam.” Gerakan politik keagamaan mereka, […]

0 0 564

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Setan, Yahudi, Cina dan Komunis Sebagai Kambing Hitam

Tumbuh-kembangnya sebuah peradaban ternyata tergantung pula oleh satu hal: kambing-hitam. Pada rezim nazi, hal itu adalah “Yahudi.” Pada era orde baru di Indonesia, hal itu adalah “komunis” ataupun “cina.” Bagaimana di masa sekarang, ketika radikalisme keagamaan berupaya menyesaki ruang publik bangsa Indonesia? Tentu, sebagaimana yang kita alami, kuping kita terbiasa dengan judgment semisal “komunis,” “cina,” […]

0 3 464

AKSIKOMUNITASREFLEKSIWARGA

Saat Anak Madrasah Bermain di Gereja Kristen Jombang

Senin, 27/05/2019, puluhan pelajar MI Islamiyah Plosogenuk Jombang berkunjung ke SD Kristen Petra di komplek Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Prof. Buya Hamka Jombang. Selain dari SD Petra, hadir juga puluhan pelajar SD Katolik Wijana Jombang dan jemaat GKJW Bongsorejo Diwek Jombang. Kedatangan mereka disambut meriah oleh siswa-siswi SD Kristen Petra dan SD Katolik Wijana […]

0 4 526

AKSIBUKULIPUTAN

Buku Mengeja Cahaya : Artikulasi Keprihatinan Relawan Kemanusiaan

Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) menerbitkan buku berjudul Mengeja Cahaya. Buku ini merupakan kumpulan cerita pengalaman dan refleksi para relawan YKBS  dalam kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat. Buku Mengeja Cahaya diluncurkan dalam acara Bedah Buku dan Buka Puasa Bersama di sekretariat YKBS, Jl. Kinibalu 41 Surabaya, Sabtu (18/05/19). Robertus Wijanarko,CM., Dosen Filsafat STFT Widya Sasana […]

0 1 427
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (II)

Pada hari minggu pagi seperti ini biasanya jalanan Karang Kadhempel riuh dipenuhi lalu-lalang orang yang ingin pelesiran ke jantung kota. Tak terkecuali para panakawan. Galibnya, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Semar. Lantas bergegas bersama ke Amarta untuk temu-kangen dan menghibur para bendara-nya. Rumah Semar itu jauh dari segala bentuk kemewahan. Pekarangannya tak begitu jembar […]

0 0 295

AKSIBUKUKOMUNITAS

Kenapa Kami Menerbitkan Buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan?

Buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan merupakan kumpulan refleksi, narasi dan cerita seputar serangan bom yang terjadi di Surabaya setahun silam (13/05/2018). Penulis buku ini sangat beragam. Ada refleksi dari korban yang terkena dampak langsung dan juga dari warga Surabaya yang tidak menyangka teroris menyasar kotanya. Juga tulisan dari warga Indonesia, dalam maupun luar negeri yang […]

0 4 901

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0 269

BUKUREFLEKSIWARGA

Habis Gelap Terbitlah Terang, Di Tempat Kerja Jangan Dikekang

Seratus empat puluh tahun berselang antara perempuan yang hidup di masa kini dan Kartini. Hari ini tentu sudah sangat berbeda dari masa Kartini menulis surat-suratnya yang kemudian dibukukan (1911) oleh J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan Hindia Belanda pada waktu itu. Buku tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Melayu dan diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang (1922). Sekarang […]

0 4 305

REFLEKSI

Saya Memilih Demi Harapan

Masa kecil saya dihabiskan di desa yang kedatangan truk kayu setahun sekali kala musim panen kopi. Tidak ada listrik dan telpon. Hanya ada radio bertenaga baterai yang dijemur berulang agar tidak mudah soak. Kalau pulang kampung, kebetulan orang tua saya berasal dari kampung yang tidak jauh dari pusat kota, kami harus jalan kaki kurang lebih […]

0 1 347