HomeREFLEKSI (Page 3)

REFLEKSI

Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0 438

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Membongkar Keterkungkungan Penafsiran Agama dalam Pancasila

Penolakan Abu Bakar Ba’asyir untuk menandatangani kesetiaan pada ideologi Pancasila membuat pembebasan bersyaratnya ditinjau kembali. Fenomena ini menerbitkan refleksi yang mendasar tentang kedudukan Pancasila dan Agama. Bagaimana sesungguhnya kedudukan Pancasila dan Agama? Apakah Pancasila dan Agama bertentangan, sehingga apabila menyatakan setia pada yang satu harus meninggalkan yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini tegas: Pancasila tidak […]

0 2 491
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya perayaan Natal, perayaan Tahun Baru pun jadi polemik untuk diucapkan atau dirayakan. Baru-baru ini (12/18) di Malang ada himbauan tidak merayakan Natal dengan demonstratif, di Aceh Barat dan Riau pemerintah setempat mengeluarkan surat himbauan agar tidak merayakan pergantian tahun atau tahun baru. Banyak yang bertanya, bagaimana merayakan natal dengan tidak […]

0 1 425
Idenera

REFLEKSI

Sebelum Paus Fransiskus Berpesan, Pedagang Taman Sewu Lampu Cepu Telah Melakukannya

Taman Sewu Lampu tidak seramai biasanya. Taman yang letaknya persis di seberang Kompleks Gereja St. Willibrordus Cepu biasanya ramai oleh pengunjung angkringan dan  pedagang kaki lima kala malam. Taman yang telah dipercantik ini tampak indah dengan lampu warna-warni. Natal memang romantis, apa lagi kala rintik hujan bersua lampu warna-warni. Malam  Natal, 24 Desember 2018, hujan turun […]

0 2 426
Idenera

REFLEKSI

Kuburan Bernama Agamamu, Adakah Pemurtadan Para Arwah ?

Intoleransi itu muncul ketika kesombongan rohani menjadi sebuah klaim kekuasaan untuk menguasai pihak dan agama lain. Ketika sebuah negara bahkan kampung sekalipun diidentikan dengan mayoritas agama tertentu, maka secara sadar kita tengah mendirikan sebuah benteng kekuasaan untuk menguasai bahkan tak jarang menindas mereka yang dianggap sebagai kelompok atau kaum minoritas. Lahirnya SK bersama dua menteri […]

0 2 239
idenera

REFLEKSI

Natal Di Lorong Bising Tak Bermakna

Sehari menjelang Natal, kedatangan sang Emanuel, tragedi tsunami kembali menimpa Indonesia. Tsunami menerjang Anyer, Banten dan Lampung. Dari lubuk hati terdalam; kuucapkan turut berdukacita dalam doa bersama keluarga yang berduka dan mendoakan mereka yang terluka. Tak perlu ribut mempertanyakan apalagi menghubungkan tragedi ini dengan segala hiruk pikuk politik. Apalagi menjadi dagangan politik. Cukup menjadi tiang […]

0 2 519
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mendidik Kesetaraan Gender Sejak Usia Dini

Rumitnya mencari keadilan bagi kasus-kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan seperti kekerasanyang dialami Ibu Baiq Nuril, pemerkosaan di lingkungan pendidikan yang dialami Agni (mahasiswi UGM), dan kekerasan seksual oleh aparat yang menimpa Anindya Joediono, menggugah kesadaran bahwa kesetaraan gender masih perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Catatan tahunan KOMNAS Perempuan 2018 menunjukkan jumlah kasus kekerasan […]

0 2 631
Andre Yuris/Ide Nera

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Arthur Coleman Danto : Semua Bisa Jadi Seni

Pada masa kontemporer, segala sesuatu dapat menjadi benda seni. Salah satu contoh yang menarik adalah seorang pemuda jahil yang sengaja menaruh sebuah kacamata di sebuah museum. Kacamata tersebut hanyalah kacamata biasa. Tidak ada sesuatu yang istemewa dari kacamata tersebut. Namun, banyak pengunjung museum yang melihat dan mengamati kacamata tersebut. Ada pengunjung yang sudah sadar bahwa […]

0 2 418

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Communi(cati)on: Sebuah Momen Penyingkapan Eksklusifitas Pluralisme

 Di samping karena memang perbedaan paradigma agama yang cukup tak tepermanai, saya pikir eksklusivitas pluralisme tersebut juga dipicu oleh kesembronoan dalam memaknai yang-Lain.   Sambungan dari artikel :  Communi(cati)on: Menimbang Ulang Pluralisme Dan Temu-Wicara Antar-Agama Mereka kerapkali berasumsi bahwa keberlainan itu bisa dengan mudah dijembatani lewat dialog, lewat saling tukar kabar atau bahkan saling berdebat […]

0 3 428

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Communi(cati)on: Menimbang Ulang Pluralisme Dan Temu-Wicara Antar-Agama

Pluralisme itu tak ada.  Andaikata ada, hanyalah sejenis eksklusivisme yang mekar tak tersadari. Kita mengenal figur-figur semacam Sayyed Hossein Nasr, Paul Knitter, Rita Gross, dan sebagainya. Mereka semua lazim disebut sebagai para pluralis. Tapi saya pikir itu bohong, sebuah pelabelan yang gegabah.   Seumpama mau menengok, pluralisme dan agenda-agenda yang mereka bawa sebenarnya saling mengeksklusikan […]

0 2 385
asian games

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Quo Vadis Nasionalisme Indonesia?

Perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang telah menoreh sejarah baru. Para atlet memberi asa baru bagi olah raga kita. Setidaknya Indonesia mampu bertengger di peringkat keempat se-Asia. Sekali lagi, “Siapa kita?”   Beberapa target perolehan medali emas mampu terlewati. Salah satunya adalah cabang olah raga pencak silat yang memborong medali emas di semua nomornya. Perjuangan para […]

0 0 429
Ekologi

AKSIDISKUSILINGKUNGANNARASI

Gerakan Sosial Baru dan Upaya Literasi Ekologi

Permasalahan lingkungan tidak bisa diatasi hanya memperbaiki hubungan antara manusia dan lingkungannya, tetapi juga dengan melakukan perbaikan-perbaikan nilai, norma, dan etika kehidupan.   Permasalahan lingkungan tidak bisa diatasi hanya memperbaiki hubungan antara manusia dan lingkungannya, tetapi juga dengan melakukan perbaikan-perbaikan  nilai, norma, dan etika kehidupan. Perbaikan-perbaikan itu masuk dalam konsep eco-literacy, yaitu tentang kesadaran atas […]

0 0 1.1K
Ilmu Sosial

DISKUSIFILSAFATNARASI

Membangun Paradigma Ilmu Sosial yang Pragmatik-Reflektif

Berdasarkan  pernyataan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahwa penelitian ilmu sosial  di Indonesia belum memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan bangsa (Kompas, 24 Oktober 2018, hlm.9), maka perlu dipertimbangkan untuk mendorong ilmu sosial menjadi lebih pragmatik.   Dalam gagasan John Dewey (1859-1952), intelegensi harus digunakan untuk menciptakan keadaan-keadaan yang […]

0 2 543

DISKUSILINGKUNGANNARASI

Robert M. Sapolsky : Ketimpangan Ekonomi Menyakiti Tubuh Dan Otak Kita

Ketimpangan pendapatan dalam suatu masyarakat menciptakan stres sosial dan psikologis yang konstan bagi orang miskin serta merusak tubuh dan otak manusia.   Ketidaksetaraan dapat merugikan ekonomi, masyarakat, dan bahkan tubuh kita. Dalam sebuah artikel di Scientific American, Robert M. Sapolsky dari Universitas Stanford menunjukkan betapa ketidaksetaraan merusak hasil kesehatan. Ini mengacu pada beberapa penelitian medis […]

0 0 351