HomeREFLEKSI (Page 3)

REFLEKSI

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Setan, Yahudi, Cina dan Komunis Sebagai Kambing Hitam

Tumbuh-kembangnya sebuah peradaban ternyata tergantung pula oleh satu hal: kambing-hitam. Pada rezim nazi, hal itu adalah “Yahudi.” Pada era orde baru di Indonesia, hal itu adalah “komunis” ataupun “cina.” Bagaimana di masa sekarang, ketika radikalisme keagamaan berupaya menyesaki ruang publik bangsa Indonesia? Tentu, sebagaimana yang kita alami, kuping kita terbiasa dengan judgment semisal “komunis,” “cina,” […]

0 3

AKSIKOMUNITASREFLEKSIWARGA

Saat Anak Madrasah Bermain di Gereja Kristen Jombang

Senin, 27/05/2019, puluhan pelajar MI Islamiyah Plosogenuk Jombang berkunjung ke SD Kristen Petra di komplek Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl. Prof. Buya Hamka Jombang. Selain dari SD Petra, hadir juga puluhan pelajar SD Katolik Wijana Jombang dan jemaat GKJW Bongsorejo Diwek Jombang. Kedatangan mereka disambut meriah oleh siswa-siswi SD Kristen Petra dan SD Katolik Wijana […]

0 4

AKSIBUKULIPUTAN

Buku Mengeja Cahaya : Artikulasi Keprihatinan Relawan Kemanusiaan

Yayasan Kasih Bangsa Surabaya (YKBS) menerbitkan buku berjudul Mengeja Cahaya. Buku ini merupakan kumpulan cerita pengalaman dan refleksi para relawan YKBS  dalam kegiatan sosial dan pendampingan masyarakat. Buku Mengeja Cahaya diluncurkan dalam acara Bedah Buku dan Buka Puasa Bersama di sekretariat YKBS, Jl. Kinibalu 41 Surabaya, Sabtu (18/05/19). Robertus Wijanarko,CM., Dosen Filsafat STFT Widya Sasana […]

0 1
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (II)

Pada hari minggu pagi seperti ini biasanya jalanan Karang Kadhempel riuh dipenuhi lalu-lalang orang yang ingin pelesiran ke jantung kota. Tak terkecuali para panakawan. Galibnya, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Semar. Lantas bergegas bersama ke Amarta untuk temu-kangen dan menghibur para bendara-nya. Rumah Semar itu jauh dari segala bentuk kemewahan. Pekarangannya tak begitu jembar […]

0 0

AKSIBUKUKOMUNITAS

Kenapa Kami Menerbitkan Buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan?

Buku Merawat Ingatan Merajut Kemanusiaan merupakan kumpulan refleksi, narasi dan cerita seputar serangan bom yang terjadi di Surabaya setahun silam (13/05/2018). Penulis buku ini sangat beragam. Ada refleksi dari korban yang terkena dampak langsung dan juga dari warga Surabaya yang tidak menyangka teroris menyasar kotanya. Juga tulisan dari warga Indonesia, dalam maupun luar negeri yang […]

0 4

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0

BUKUREFLEKSIWARGA

Habis Gelap Terbitlah Terang, Di Tempat Kerja Jangan Dikekang

Seratus empat puluh tahun berselang antara perempuan yang hidup di masa kini dan Kartini. Hari ini tentu sudah sangat berbeda dari masa Kartini menulis surat-suratnya yang kemudian dibukukan (1911) oleh J.H. Abendanon, Menteri Kebudayaan Hindia Belanda pada waktu itu. Buku tersebut kemudian diterjemahkan dalam bahasa Melayu dan diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang (1922). Sekarang […]

0 4

REFLEKSI

Saya Memilih Demi Harapan

Masa kecil saya dihabiskan di desa yang kedatangan truk kayu setahun sekali kala musim panen kopi. Tidak ada listrik dan telpon. Hanya ada radio bertenaga baterai yang dijemur berulang agar tidak mudah soak. Kalau pulang kampung, kebetulan orang tua saya berasal dari kampung yang tidak jauh dari pusat kota, kami harus jalan kaki kurang lebih […]

0 1
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Membongkar Keterkungkungan Penafsiran Agama dalam Pancasila

Penolakan Abu Bakar Ba’asyir untuk menandatangani kesetiaan pada ideologi Pancasila membuat pembebasan bersyaratnya ditinjau kembali. Fenomena ini menerbitkan refleksi yang mendasar tentang kedudukan Pancasila dan Agama. Bagaimana sesungguhnya kedudukan Pancasila dan Agama? Apakah Pancasila dan Agama bertentangan, sehingga apabila menyatakan setia pada yang satu harus meninggalkan yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini tegas: Pancasila tidak […]

0 2
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya perayaan Natal, perayaan Tahun Baru pun jadi polemik untuk diucapkan atau dirayakan. Baru-baru ini (12/18) di Malang ada himbauan tidak merayakan Natal dengan demonstratif, di Aceh Barat dan Riau pemerintah setempat mengeluarkan surat himbauan agar tidak merayakan pergantian tahun atau tahun baru. Banyak yang bertanya, bagaimana merayakan natal dengan tidak […]

0 1
Idenera

REFLEKSI

Sebelum Paus Fransiskus Berpesan, Pedagang Taman Sewu Lampu Cepu Telah Melakukannya

Taman Sewu Lampu tidak seramai biasanya. Taman yang letaknya persis di seberang Kompleks Gereja St. Willibrordus Cepu biasanya ramai oleh pengunjung angkringan dan  pedagang kaki lima kala malam. Taman yang telah dipercantik ini tampak indah dengan lampu warna-warni. Natal memang romantis, apa lagi kala rintik hujan bersua lampu warna-warni. Malam  Natal, 24 Desember 2018, hujan turun […]

0 2