HomeREFLEKSIDISKUSIHiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang

Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang

0 534 views share

Tema Natal Bersama tahun ini antara Persekutuan Gereja – gereja di Indonesia bersama Konferensi Wali gereja Indonesia sungguh menggelitik sekaligus ajang melakukan otokritik.

Hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Catat, bagi semua orang. Bukan hanya bagi Orang Katolik saja, atau hanya bagi sesama Protestan saja. Kekristenan menemukan puncaknya pada kasih dan persahabatan dengan semua orang, bahkan setiap unsur ciptaan lainnya dalam bentang semesta alam. Demikian pun seharusnya kemanusiaan.

Tema ini penting dan kuat dalam situasi kebangsaan kita hari ini. Perlu sekali dalam relasi pribadi. Tak ada damai tanpa sikap bersahabat. Tak ada sukacita tanpa kesediaan berlaku layaknya sahabat.

Kadang anda menemukan situasi, bahwa anda sudah bersikap layaknya sahabat. Namun tetap saja diperlakukan berdasarkan manfaat. Kalau bermanfaat dihargai, kalau tidak bermanfaat terasingkan sendiri. Sebaik apapun anda memberi layaknya sahabat, tak sekali pun anda diberi meski hanya sikap yang pantas sebagai sahabat. Atau situasi lain, anda sudah bersikap layaknya sahabat, tapi tetap saja saban waktu dihujat.

BACA JUGA :   Rully Fitria : Sering berbicara keadilan, bungkam ketika diajak bertindak

Apakah kita sejatinya mesti selalu bersahabat? Bagaimana bersikap penuh persahabatan dengan orang-orang yang sama sekali tak adil serta tak bersahabat?

Tentu saja kita mesti selalu bersikap bersahabat. Meski kadang kita kecewa karena diperlakukan baik hanya karena dianggap bermanfaat, selebihnya ya numpang lewat. Namun bagi saya bersahabat itu seperti membawa salam dan berkat.

Bila sudah bersikap layaknya sahabat, namun tak dianggap sahabat, tetaplah bersikap penuh persahabatan. Tapi jangan memaksakan setiap orang menjadi sahabat. Atau berharap orang akan memahami cara berlaku seorang sahabat. Tak semua orang memahami, bahwa sahabat itu mesti membawa damai dan berlaku adil. Layaknya Sang Raja Damai yang membawa Keadilan.

Tinggalkan dalam damai, mereka yang tak mampu menerima salam persahabatan. Hindarkan peperangan dan perpecahan. Barangkali mereka perlu berdamai dengan diri sendiri terlebih dahulu sebelum memahami arti sahabat yang menuntut sikap adil setara.

BACA JUGA :   Saat Anak Madrasah Bermain di Gereja Kristen Jombang

Jangan membenci, namun jangan pula bunuh diri. Jangan memaksakan diri agar menjadi sahabat bagi setiap orang yang tak bersahabat. Jangan memaksakan diri agar dianggap layaknya keluarga pada orang yang tak memahami makna keluarga.

Kebaskan debu di kaki dan bila salam persahabatan anda tak diterima, maka bangunlah persahabatan bagi orang-orang yang membutuhkan di tempat lainnya. Tuhan memiliki pesan perutusan, namun juga ia memberikan kebijaksanaan dalam pemuridan dan perutusan.

Bila kita dalam posisi kadang tak menghargai sikap bersahabat orang lain; kerap berprasangka buruk, inginnya hanya diberi tanpa pernah tahu berterima kasih, merasa puas diri bila bisa lebih tinggi dari orang lain, menghitung kekurangan orang lain namun tak mengingat kelebihan yang diberikan pada kita, maka ini saat yang tepat. Buka kandang hati kita yang kumuh serta penuh ego, biarkan Sang Imanuel lahir disana agar kita mengalami Natal kita sendiri.

BACA JUGA :   Senjakala Bhineka Tunggal Ika

Selamat memaknai pesan Natal tahun ini secara sungguh. Sebab Natal tak sekadar ucapan, pohon dan kandang, atau belanja kemeriahan. Natal, adalah momen kita masuk kandang dan berefleksi. Agar kandang hati kita pantas menerima Sang Raja Agung. Semoga damai dan sukacita Natal menjadi penuh, karena setiap semangat persahabatan dilandasi dengan kebijaksanaan.

Selamat ulang tahun Sahabat Sejati, Sang Raja Damai Pembawa Keadilan. Dalam keraguan dan pergolakan hidup, Engkau selalu hadir dan membawaku lahir baru saban hari dengan berkat. Mengetuk kandang hati yang kumuh serta membuat sukacita penuh.

Sukacita besar menghampiri umat manusia, yang memahami serta menyambut persahabatan dengan-Nya, apapun agama dan pilihan surga anda. Semangat Natal.

Please share,