HomeAKSIIngatan akan Riyanto, Ingatan akan Kemanusiaan dan Kebhinnekaan Kita

Ingatan akan Riyanto, Ingatan akan Kemanusiaan dan Kebhinnekaan Kita

0 55 views share

“Ketika Kebaktian Malam Natal 20 tahun yang lalu, saya tidak menyangka bahwa setidaknya ada 2 bom yang meledak di gereja ini”

Pendeta Rudy mengisahkan tragedi bom malam natal tahun 2000 lalu di Gereja Eben Haezer, Mojokerto. Ia jadi saksi hidup, peristiwa pilu itu.

Peristiwa ini juga ditandai aksi heroik Riyanto anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) yang meninggal saat menyelamatan jemaat yang sedang beribadah. Kala itu, ia bersama anggota Banser NU Mojokerto berjaga di gereja Kristen yang beralamat di Jalan Kartini Mojokerto.

“Tidak ada yang curiga kalau ada orang yang menaruh benda semacam kotak di lantai bangku bagian belakang.  Sampai Riyanto mengecek baru ketahuan. Ia kemudian berlari ke selokan. Namun sebelum sampai selokan, bom tersebut sudah meledak” kenang Rudi.

BACA JUGA :   Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Ipung, Ketua Pimpinan Cabang Ansor Kota Mojokerto juga mengingat jelas peristiwa itu. Bagi Anggota Banser, aksi heroik Riyanto merupakan wujud pembelaan terhadap kemanusiaan.

“Sosok Riyanto adalah sosok yang membawa warna lain di Banser dari hidup sampai meninggalnya. Riyanto adalah wujud Banser yang benar-benar menunjukkan toleransinya terhadap kemanusiaan dan kebhinnekaan” kata Ipung.

Menurut Ipung, aksi Riyanto menginspirasi banyak orang dari berbagai kalangan.  Ia tidak hanya menyelamatkan nyawa para jemaat Gereja Eben Haezer, melainkan juga menyelamatkan kebhinnekaan dan kemanusiaan di Indonesia.

Hal ini juga yang mendorong Andri Purnawan, Pendeta GKI Darmo Satelit Surabaya bersama  aktivis Roemah Bhinneka, INTI Jatim dan Gusdurian yang mengadakan ziarah ke makam Riyanto di TPU Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

BACA JUGA :   Oei Hiem Hwie : Tidak semua kita bisa membaca sejarah dengan utuh
Andri Purnawan, Pendeta GKI Darmo Satelit Surabaya bersama  aktivis Roemah Bhinneka, INTI Jatim dan Gusdurian yang mengadakan ziarah ke  makam Riyanto di TPU Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu 27/12/2020. Foto: Istimewa

“Riyanto adalah sosok yang dengan sengaja mau mengorbankan dirinya demi orang lain, mirip seperti Yesus Kristus yang dengan sengaja rela menyerahkan nyawanya bagi orang lain tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongannya.” kata Andri Purnawan.

Bagi Andri Purnawan, apa yang dilakukan oleh Riyanto benar-benar tindakan seorang pahlawan. Tindakan kepahlawanan yang seharusnya tetap dihidupi, dijadikan teladan dan jangan pernah dilupakan.

Ingatan bersama tentang peristiwa bom Mojokerto seperti juga peristiwa bom Surabaya 2018 perlu terus dibangun dan dijaga.  Ingatan akan peristiwa seperti ini dapat dimaknai sebagai bentuk perlawanan terhadap intoleransi dan diskriminasi, pentingnya solidaritas dan kewajiban negara untuk hadir dalam menjaga hubungan antar umat beragama.

BACA JUGA :   Kuburan Bernama Agamamu, Adakah Pemurtadan Para Arwah ?
Please share,