class="post-template-default single single-post postid-2618 single-format-quote mobile_nav_class jl-has-sidebar elementor-default elementor-kit-3894">

MARI KUBUNUH KAU

58 0

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu?
Apapun, ini yang pasti terjadi :

Ini batu-­batu untuk merajam kau
Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka

Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam
Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa batu
Darahmu pastinya tertumpah menggenangi pijakan sini
Tapi menetes perlahan

Berikan tanganmu
Tunjukkan nadi denyutmu biarkan kuiris dengan paku
Harus dalam tapi tak menganga
Biar darahmu hanya menetes
Sehingga aku bahagia menontonmu megap-­‐megap dijemput maut

Bagian ini yang kusuka
Kelopak matamu harus diiris pakai seng
Pastinya matamu akan perih dan kering Tidak seketika mematikan
Tapi lolongan tangismu adalah lagu merdu sembari kunikmati jajanan ini

Dan ini akan disempurnakan dengan doa pada Tuhan yang kudasarkan
Sembari kau berebut nyawa dengan ajal
Supaya kalian belajar bahwa kalian salah dan dosa karena beda

Karena kami diijin Tuhan menghabisimu
Untuk pelajaran buat sesama:

Jangan beda!

Please share,
Andreas Wicaksono

Jurnalis yang hoby menulis Puisi. Tinggal di Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow Me