HomeSastra

Sastra

CERITA PENDEKSASTRA

Kau Harus Bahagia di Bumi

“Kamu mau gak jadi pacar aku?” Seorang pria bernama Gandhi waktu itu menembakku. Usianya lebih tua dua tahun dariku. Dia adalah seniorku di kampus. Awalnya, aku tidak memiliki perasaan lebih padanya. Tapi karna usahanya yang sangat luarbiasa, mendekatiku dengan cara apapun, berhasil membuatku jatuh cinta padanya. Ya, begitulah memang cinta itu. Banyak temanku yang bilang […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Riwayat Kuman Buaya

Sungai pasang. Orang-orang berhamburan keluar rumah. Waktu itu pagi hari. orang Tua dan muda tumpah ruah di pinggir-pinggir sungai membawa wadah. Ikan dan udang melompat-lompat genit. Orang-orang berebut memungut satu demi satu. “Terimakasih, Tuhan, alam, air, langit, cahaya, apaun namaMu, terimaksih,” teriak salah satu laki-laki. Kebahagiaan merona di sudut-sudut rumah Batang. Siang hari sudah mendung. […]

0 0

PUISISASTRA

Suatu Pagi di Musim Semi

Pagi hari di musim semi aku menyusur jalan-jalan sepi Di perempatan aku belok kiri Menatap tembok-tembok bertuliskan satu imaji “Realitas yang mengimitasi seni” Oh, Tuhan semesta alam Aku bayangkan segala pekerjaanMu Percaya Kau berbuat semua itu aku menangis tersedu-sedu melihat kejahatan melenggang atas nama Mu Di atas bulir-bulir padi dan gandum Di atas tanah-tanah yang […]

0 0

PUISISASTRA

Sebelum Pagi

Burung hantu berkawan sunyiBerburu bintang di pekat bulu mata Sang MalamMenjelajah ruang-ruang gelapDi balik pendar sayap cahaya Rembulan patah dikoyak derap tapal sepatu kudatuli dirobek desing logam membisingburung-burung jatuh matihantu-hantunya melayang tak takut lagi O, terang Minerva!Menjelmalah kuku menembus lorong gelapMata Sang Malam dililit sepiMeledak senyap bintang-bintang mati Jiwa Minerva tetap bernyala! ditikam padam terbit […]

0 0

KEBUDAYAANNARASISASTRASEJARAH

Supersemar di Mata Sastrawan

Menarik bahwa dalam novelnya berjudul “Maya” (KPG, 2013), Ayu Utami membahas tentang Supersemar yang sampai kini masih menjadi misteri dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Misterinya bukan hanya karena belum ditemukannya bukti otentik dari surat bersejarah itu. Tetapi, juga lantaran adanya kepercayaan yang mengisahkan bahwa surat yang asli telah hilang dan digantikan dengan batu mustika yang […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Pagi Jadi Pengasuh, Malam Jadi Pe-nulis

Tulisan ini ditulis pada malam hari saat aku udah kelar jadi pengasuh. Karna pagi hari aku jadi pengasuh dan malam hari aku jadi penulis. Aku merasa sedikit bingung, menganggap ini rutinitas atau apa? Tapi bagiku ini passionate. Sebuah gairah yang sampai detik ini enggak pernah luntur sih. Sebenarnya udah lama sih aku menyadari bahwa aku […]

0 0

PUISISASTRA

Lena & Putih

Lena Lena ini datang lagiKarena kita mengundangnya Kau turut menyeretTapi mengkhianatinyaBunga kau tanamKau hempas jugaMengelusnya lalu kau injak-injak Aku terpojokLena merayukuMengecup leher dada dan kelaminku Mengapa kita tak buta saja?Atau tuli saja?Agar lena ituSejenak menimang kita Malah kau suruh akuMenganggap lalu Aku bukan batu Jember,7 Juli 2018 __________________________________________________________________________ Putih Jika ini fajarHaruskah kukatakan senja? Bila […]

0 1
Tanggapan Untuk Narno

CERITA PENDEKREFLEKSISASTRA

Narno dan Kegelisahan Ekologis Pengarang

Membaca Narno, cerpen karya Thomas Satriya di Idenera.com membuat saya membayangkan bagaimana nelayan tambak menyambung hidup mereka. Sejauh saya tahu, nelayan tambak adalah anomali dari kehidupan nelayan yang umumnya dicirikan sebagai kehidupan yang serba kekurangan. Mereka bertahan hidup dari hasil laut. Meski untung-untungan, kalau mereka bisa menjadi seorang nelayan tambak, sekurang-kurangnya ia memiliki pilihan penghasilan […]

0 1

CERITA PENDEKSASTRA

Narno

Narno bukan orang sembarangan. Dia legenda desa ini. Itu kudengar dari Kang Aris, pemilik warung teh dan gorengan di sini, tempat orang-orang desa bertukar cerita. Aku memutuskan mencari Narno di sana, dua malam lalu. “Kalau kau beruntung, Kang,” katanya, “Narno yang akan mendatangimu.” “Ini bukan tentang keberuntungan,” kataku. “Aku yang akan mencarinya, Kang.” Sebelumnya tak […]

0 0
Acha Hallatu

CERITA PENDEKSASTRA

Bakwan Terakhir

“Ini bakwannya sudah Ibu buat,” teriak Ibu dari dapur. Setiap pekan Ibu senang membuat bakwan untukku. Ya, tujuh hari dalam seminggu hanya saat pekan tepat hari Sabtu adalah hari special buatku karna Ibu selalu memasak bakwan jagung kesukaanku. Tidak ada hari lain yang menyenangkan seperti hari ini. Hari dimana aku dan Ibu senang bercanda gurau. […]

0 4

CERITA PENDEKSASTRA

Sayur Asem

Dado sedang duduk membaca buku ketika sayup-sayup terdengar suara gemeratak. Dia tidak menoleh, pun tidak terganggu oleh suara itu. Ibu jari dan telunjuknya tetap tenang menjepit dan membalik halaman-halaman buku di hadapannya. Mata, pikiran, dan telinganya tidak dapat ditemukan saat ini. Kesadarannya sedang mengajak mereka terbang menuju akhir abad 19. Suatu masa ketika seseorang di […]

0 0

REFLEKSISASTRA

Hikayat Hujan

Seorang pembual tiba-tiba memasuki dan singgah beberapa waktu di sebuah desa yang sedang diserang kemarau yang panjang. Tak dinyana, dengan kecerdasan dan daya pikatnya yang tinggi, ia pun berjualan hujan di sana dan laku dibeli oleh sebuah keluarga yang terbawa oleh suasana panas kemarau. Seorang Bapak yang bagaimana pun caranya ingin menikahkan anak perempuannya yang […]

0 0