HomeSastra

Sastra

PUISISASTRA

Lena & Putih

Lena Lena ini datang lagiKarena kita mengundangnya Kau turut menyeretTapi mengkhianatinyaBunga kau tanamKau hempas jugaMengelusnya lalu kau injak-injak Aku terpojokLena merayukuMengecup leher dada dan kelaminku Mengapa kita tak buta saja?Atau tuli saja?Agar lena ituSejenak menimang kita Malah kau suruh akuMenganggap lalu Aku bukan batu Jember,7 Juli 2018 __________________________________________________________________________ Putih Jika ini fajarHaruskah kukatakan senja? Bila […]

0 1
Tanggapan Untuk Narno

CERITA PENDEKREFLEKSISASTRA

Narno dan Kegelisahan Ekologis Pengarang

Membaca Narno, cerpen karya Thomas Satriya di Idenera.com membuat saya membayangkan bagaimana nelayan tambak menyambung hidup mereka. Sejauh saya tahu, nelayan tambak adalah anomali dari kehidupan nelayan yang umumnya dicirikan sebagai kehidupan yang serba kekurangan. Mereka bertahan hidup dari hasil laut. Meski untung-untungan, kalau mereka bisa menjadi seorang nelayan tambak, sekurang-kurangnya ia memiliki pilihan penghasilan […]

0 1

CERITA PENDEKSASTRA

Narno

Narno bukan orang sembarangan. Dia legenda desa ini. Itu kudengar dari Kang Aris, pemilik warung teh dan gorengan di sini, tempat orang-orang desa bertukar cerita. Aku memutuskan mencari Narno di sana, dua malam lalu. “Kalau kau beruntung, Kang,” katanya, “Narno yang akan mendatangimu.” “Ini bukan tentang keberuntungan,” kataku. “Aku yang akan mencarinya, Kang.” Sebelumnya tak […]

0 0
Acha Hallatu

CERITA PENDEKSASTRA

Bakwan Terakhir

“Ini bakwannya sudah Ibu buat,” teriak Ibu dari dapur. Setiap pekan Ibu senang membuat bakwan untukku. Ya, tujuh hari dalam seminggu hanya saat pekan tepat hari Sabtu adalah hari special buatku karna Ibu selalu memasak bakwan jagung kesukaanku. Tidak ada hari lain yang menyenangkan seperti hari ini. Hari dimana aku dan Ibu senang bercanda gurau. […]

0 3

CERITA PENDEKSASTRA

Sayur Asem

Dado sedang duduk membaca buku ketika sayup-sayup terdengar suara gemeratak. Dia tidak menoleh, pun tidak terganggu oleh suara itu. Ibu jari dan telunjuknya tetap tenang menjepit dan membalik halaman-halaman buku di hadapannya. Mata, pikiran, dan telinganya tidak dapat ditemukan saat ini. Kesadarannya sedang mengajak mereka terbang menuju akhir abad 19. Suatu masa ketika seseorang di […]

0 0

REFLEKSISASTRA

Hikayat Hujan

Seorang pembual tiba-tiba memasuki dan singgah beberapa waktu di sebuah desa yang sedang diserang kemarau yang panjang. Tak dinyana, dengan kecerdasan dan daya pikatnya yang tinggi, ia pun berjualan hujan di sana dan laku dibeli oleh sebuah keluarga yang terbawa oleh suasana panas kemarau. Seorang Bapak yang bagaimana pun caranya ingin menikahkan anak perempuannya yang […]

0 0
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (II)

Pada hari minggu pagi seperti ini biasanya jalanan Karang Kadhempel riuh dipenuhi lalu-lalang orang yang ingin pelesiran ke jantung kota. Tak terkecuali para panakawan. Galibnya, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Semar. Lantas bergegas bersama ke Amarta untuk temu-kangen dan menghibur para bendara-nya. Rumah Semar itu jauh dari segala bentuk kemewahan. Pekarangannya tak begitu jembar […]

0 0

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0

KEBUDAYAANPERSONAPUISISASTRASEJARAH

Mengenal Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Bagi generasi pecinta sastra dewasa ini, merupakan sebuah aib apabila tidak mengenal Wiji Thukul. Wiji Thukul merupakan seorang aktivis dan satrawan. Ia lahir di Sorogenen, Solo pada tanggal 26 Agustus 1963. Wiji Thukul yang memiliki nama asli Wiji Widodo ini adalah seorang legenda dalam dunia sastra. Terutama, sastra sebagai alat perjuangan bangsa. Karya-karyanya pada tahun […]

0 0

BUKUDISKUSIREFLEKSISASTRA

Kegilaan Hidup dalam Veronika Decide to Die

Dalam kehidupan manusia, realitas kematian merupakan hal yang niscaya. Kematian membawa orang kepada sebuah permenungan tentang makna hidup. Pandangan yang berbeda dalam merenungkan kematian akan membawa pada pemaknaan hidup yang berbeda pula. Ada dua besar aliran pemikiran tentang kematian, yaitu ateisme dan teisme. Bagi ateisme kematian adalah akhir dari segalanya, sedangkan bagi teisme kematian merupakan […]

0 2