HomeSastra

Sastra

PUISISASTRA

Sebelum Pagi

Burung hantu berkawan sunyiBerburu bintang di pekat bulu mata Sang MalamMenjelajah ruang-ruang gelapDi balik pendar sayap cahaya Rembulan patah dikoyak derap tapal sepatu kudatuli dirobek desing logam membisingburung-burung jatuh matihantu-hantunya melayang tak takut lagi O, terang Minerva!Menjelmalah kuku menembus lorong gelapMata Sang Malam dililit sepiMeledak senyap bintang-bintang mati Jiwa Minerva tetap bernyala! ditikam padam terbit […]

0 0

KEBUDAYAANNARASISASTRASEJARAH

Supersemar di Mata Sastrawan

Menarik bahwa dalam novelnya berjudul “Maya” (KPG, 2013), Ayu Utami membahas tentang Supersemar yang sampai kini masih menjadi misteri dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Misterinya bukan hanya karena belum ditemukannya bukti otentik dari surat bersejarah itu. Tetapi, juga lantaran adanya kepercayaan yang mengisahkan bahwa surat yang asli telah hilang dan digantikan dengan batu mustika yang […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Pagi Jadi Pengasuh, Malam Jadi Pe-nulis

Tulisan ini ditulis pada malam hari saat aku udah kelar jadi pengasuh. Karna pagi hari aku jadi pengasuh dan malam hari aku jadi penulis. Aku merasa sedikit bingung, menganggap ini rutinitas atau apa? Tapi bagiku ini passionate. Sebuah gairah yang sampai detik ini enggak pernah luntur sih. Sebenarnya udah lama sih aku menyadari bahwa aku […]

0 0

PUISISASTRA

Lena & Putih

Lena Lena ini datang lagiKarena kita mengundangnya Kau turut menyeretTapi mengkhianatinyaBunga kau tanamKau hempas jugaMengelusnya lalu kau injak-injak Aku terpojokLena merayukuMengecup leher dada dan kelaminku Mengapa kita tak buta saja?Atau tuli saja?Agar lena ituSejenak menimang kita Malah kau suruh akuMenganggap lalu Aku bukan batu Jember,7 Juli 2018 __________________________________________________________________________ Putih Jika ini fajarHaruskah kukatakan senja? Bila […]

0 1
Tanggapan Untuk Narno

CERITA PENDEKREFLEKSISASTRA

Narno dan Kegelisahan Ekologis Pengarang

Membaca Narno, cerpen karya Thomas Satriya di Idenera.com membuat saya membayangkan bagaimana nelayan tambak menyambung hidup mereka. Sejauh saya tahu, nelayan tambak adalah anomali dari kehidupan nelayan yang umumnya dicirikan sebagai kehidupan yang serba kekurangan. Mereka bertahan hidup dari hasil laut. Meski untung-untungan, kalau mereka bisa menjadi seorang nelayan tambak, sekurang-kurangnya ia memiliki pilihan penghasilan […]

0 1

CERITA PENDEKSASTRA

Narno

Narno bukan orang sembarangan. Dia legenda desa ini. Itu kudengar dari Kang Aris, pemilik warung teh dan gorengan di sini, tempat orang-orang desa bertukar cerita. Aku memutuskan mencari Narno di sana, dua malam lalu. “Kalau kau beruntung, Kang,” katanya, “Narno yang akan mendatangimu.” “Ini bukan tentang keberuntungan,” kataku. “Aku yang akan mencarinya, Kang.” Sebelumnya tak […]

0 0
Acha Hallatu

CERITA PENDEKSASTRA

Bakwan Terakhir

“Ini bakwannya sudah Ibu buat,” teriak Ibu dari dapur. Setiap pekan Ibu senang membuat bakwan untukku. Ya, tujuh hari dalam seminggu hanya saat pekan tepat hari Sabtu adalah hari special buatku karna Ibu selalu memasak bakwan jagung kesukaanku. Tidak ada hari lain yang menyenangkan seperti hari ini. Hari dimana aku dan Ibu senang bercanda gurau. […]

0 4

CERITA PENDEKSASTRA

Sayur Asem

Dado sedang duduk membaca buku ketika sayup-sayup terdengar suara gemeratak. Dia tidak menoleh, pun tidak terganggu oleh suara itu. Ibu jari dan telunjuknya tetap tenang menjepit dan membalik halaman-halaman buku di hadapannya. Mata, pikiran, dan telinganya tidak dapat ditemukan saat ini. Kesadarannya sedang mengajak mereka terbang menuju akhir abad 19. Suatu masa ketika seseorang di […]

0 0

REFLEKSISASTRA

Hikayat Hujan

Seorang pembual tiba-tiba memasuki dan singgah beberapa waktu di sebuah desa yang sedang diserang kemarau yang panjang. Tak dinyana, dengan kecerdasan dan daya pikatnya yang tinggi, ia pun berjualan hujan di sana dan laku dibeli oleh sebuah keluarga yang terbawa oleh suasana panas kemarau. Seorang Bapak yang bagaimana pun caranya ingin menikahkan anak perempuannya yang […]

0 0
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (II)

Pada hari minggu pagi seperti ini biasanya jalanan Karang Kadhempel riuh dipenuhi lalu-lalang orang yang ingin pelesiran ke jantung kota. Tak terkecuali para panakawan. Galibnya, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Semar. Lantas bergegas bersama ke Amarta untuk temu-kangen dan menghibur para bendara-nya. Rumah Semar itu jauh dari segala bentuk kemewahan. Pekarangannya tak begitu jembar […]

0 0

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0