HomeSeri Pemikiran Tokoh

Seri Pemikiran Tokoh

FILSAFATPERSONA

Jalan hidup Filsuf Friedrich Nietzsche

Nietzsche adalah seorang filsuf yang lahir pada 15 Oktober 1844 di Rocken, wilayah Sachsen dari keluarga Protestan Lutheran. Ayahnya adalah seorang pendeta dan didikannya sangat saleh. Ia hidup di keluarga ibunya yang kebanyakan anggotanya adalah perempuan. Pada tahun 1854, ia masuk Gymnasium di kota Naumburg. Selanjutnya ia masuk asrama Lutheran di kota Pforta dan membaca […]

0 0

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANREFLEKSI

Driyarkara : Ada Bersama Sebagai Titik Tolak Sosialitas

Pada bab sebelumnya, penulis telah membahahas mengenai faktor-faktor yang melatarbelakangi Driyarkara dalam merenungkan konsep sosialitasnya, serta gagasan utama dalam pemikiran Driyarkara. Pada bagian ini, penulis akan mulai membahas inti konsep sosialitas menurut Driyarkara. Ada Bersama Sebagai Titik Tolak Sosialitas Dalam uraian sebelumnya mengenai gagasan utama dalam pemikiran Driyarkara, telah dikatakan bahwa yang menjadi inti dari […]

0 0

BUKUDISKUSIFILSAFAT

Merunut Konsep Sosialitas dari Platon hingga Driyarkara

Setiap manusia pasti memiliki tujuan hidup. Tujuan tersebut menjadi salah satu patokan untuk pengambilan keputusan-keputusan serta tindakan-tindakan dalam hidupnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa untuk mencapai tujuan hidup itu, manusia tidak bisa hanya mengandalkan dirinya sendiri karena setiap manusia memiliki keterbatasan. Untuk mencapai tujuan hidup itu, setiap orang perlu kerja sama dan saling mendukung satu […]

0 0

FILSAFATPERSONAREFLEKSISEJARAH

Driyarkara : Mengkritik, Mengoreksi dan Memperbaiki Sosialitas Preman

Soe Hok Gie memberikan julukan "filsuf dalam arti sebenarnya" padanya. "Dia selalu meragukan postulat, bertanya, menggugat segala bidang, termasuk tentang dirinya sendiri. Tetapi, dari segala keraguan itu dia susun kembali satu-satu dan sederhana, sampai tercipta kepastian-kepastian kecil " . Begitulah  Gie menggambarkan sosok Driyarkara yang dikaguminya. Prof. Dr. Nicolaus Driyarkara SJ,  lahir di Kedunggubah, Kaligesing, […]

0 3

DISKUSIFILSAFATPERSONAREFLEKSISTUDI

Emmanuel Levinas : Wajah sesamaku mengatakan terimalah aku, jangan membunuh aku

Konsep “Yang Lain” (L’ Autrui) Emmanuel Levinas berusaha mengayuh makna yang lain (l’autrui atau the Other). Bagi Levinas, Yang Lain adalah pembuka horizon keberadaan kita, bahkan pendobrak menuju ketransendenan kita. Bagi dia Yang Lain itu ada dan indah. Manusia pada hakekatnya terasing atau alien satu sama lain. Maka untuk menjembatani itu pertemuan atau perjumpaan menjadi […]

0 1

DISKUSIFILSAFATPERSONAREFLEKSISTUDI

Mengenal Emmanuel Levinas, Pengubah isu utama filsafat kontemporer

Kompas tanggal 9 Maret 2010 memberitakan bahwa, 500 telah tewas dalam konflik sektarian (kelompok beda agama) di Nigeria.Tiga hari sesudahnya, Kompas menampilkan kembali berita mengenai konflik itu. Namun, dari angle yang berbeda. Sebuah fotografi menampilkan sekelompok wanita dan anak-anak berpakaian hitam yang mengadakan protes di jalan. Sambil menangis mereka berteriak menuntut penghentian konflik, karena telah […]

0 1

DISKUSIFILSAFATNARASIREFLEKSI

Thomas Aquinas : Tindakan dan kebiasaan dari persahabatan

Aquinas  berpendapat bahwa banyak orang kehilangan persahabatan karena kurangnya tindakan yang bersahabat. Namun persahabatan antara orang-orang yang berkeutamaan itu berasal dari sifat alamiah atau kenaturalan dari tindakan bersahabat itu sendiri. Orang-orang yang berkeutamaan disebut juga sebagai orang-orang yang baik karena alasan dari kebiasaan dan tindakan mereka. Makanya ada persahabatan yang terjalin karena mereka tinggal bersama […]

0 1

DISKUSIFILSAFATSEJARAH

 Thomas Aquinas : Persahabatan yang baik adanya, Menguntungkan dan Menyenangkan

Setuju dengan pendapat Aristoteles, Thomas Aquinas juga membedakan persahabatan itu menjadi beberapa jenis. Jika dilihat dari tindakan mencintai itu sendiri, persahabatan itu dapat dibagi menjadi tiga jenis; persahabatan yang baik adanya, persahabatan yang menguntungkan dan persahabatan yang menyenangkan. Sebelumnya baca : Thomas Aqinas : Persahabatan sebagai bentuk tertinggi relasi manusia Menurut Thomas, mengikuti pendapat Aristoteles, persahabatan […]

0 2

DISKUSIFILSAFATMITRA KARYAREFLEKSI

Thomas Aquinas : Persahabatan sebagai bentuk tertinggi relasi manusia

Manusia adalah makhluk independen yang mengungkapkan keberadaannya sebagai individu yang unik dan bebas, namun di sisi lain keberadaannya sebagai pribadi yang unik dan bebas itu juga terperangkap dalam relasinya dengan sesama. Manusia selalu hidup dalam relasi dengan sesamanya karena tujuan akhirnya (“kebahagiaan” menurut Aristoteles ) hanya bisa dicapai dalam relasinya dengan sesama.   Menurut Thomas […]

0 2