Bus Listrik Rute MERR Belum Juga Jalan, Kemenhub Ingkar Janji

Pada hari Jumat, 13 Januari 2023 lalu, Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan, Tony Agus Setiono menjanjikan bahwa Bus Listrik Rute MERR akan kembali beroperasi satu pekan lagi. Namun hingga kini bus tersebut tak kunjung muncul.

64 0

Tujuh belas bus listrik bekas KTT G20 yang mendadak tidak beroperasi setelah 10 hari diluncurkan di Surabaya.  Sejak 1 Januari 2023, bus listrik yang melayani rute Middle East Ring Road (MERR) Surabaya berhenti beroperasi tanpa pemberitahuan.

Pada hari Jumat, 13 Januari 2023 lalu, Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan, Tony Agus Setiono menjanjikan bahwa Bus Listrik Rute Merr akan kembali beroperasi satu pekan lagi. 

Berdasarkan survey Forum Diskusi Transportasi Surabaya (FDTS), setidaknya  ada 31 warga yang mengandalkan Suroboyo Bus sebagai transportasi harian mengatakan terganggu mobilitasnya.

Aditya, Aktivis FDTS mengatakan, beberapa waktu terakhir sering menemui penumpang yg menunggu di halte tanpa tahu bahwa bus listrik tidak jalan. Tidak ada informasi di halte.

“Warga banyak mengeluhkan minimnya informasi di lapangan. Kami tidak minta bus listriknya, kami cuma minta ada transportasi umum yang melayani rute MERR” kata Aditya.

Melihat hal ini, Iwan Iwe, Pegiat Transportasi Publik di Surabaya mengirim surat permohonan audiensi ke Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya. Tujuh hari menunggu, surat balasan dari Dishub Surabaya tidak kunjung ada. 

Lantaran tidak ada surat balasan, pada Jumat, 13 Januari 2023, Iwan mendatangi kantor Dishub Surabaya. Dari informasi yang ia didapatkan, pejabat Dishub Surabaya akan mengadakan rapat soal bus listrik dengan Kemenhub, Damri, dan Akademisi.

Dalam pertemuan tersebut, Iwan menjelaskan tujuannya mengirim surat audiensi minggu sebelumnya.

“Alasan saya mengirimkan surat yakni permintaan solusi sementara sebagai pengganti bus listrik yang berhenti beroperasi. Teman-teman FDTS telah mengumpulkan testimoni warga yang dirugikan akibat tidak beroperasinya bus ini,” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Kasubdit Angkutan Perkotaan Direktorat Angkutan Jalan, Tony Agus Setiono menjanjikan akan segera menindaklanjuti temuan FDTS.

Setelah pertemuan, Iwan mengatakan dalam pertemuan tersebut Kemenhub berjanji minggu depan, tanggal 18 Januari,  rute MERR akan kembali beroperasi dengan menyediakan maksimal lima bus yang diambil dari armada TSS.

“Kemenhub berharap bantuan Dishub Surabaya agar Suroboyo Bus (SB) menyediakan bus tambahan yang melayani rute MERR,” kata Tony.

Selain itu, Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya, Ali Mustofa merespon hasil survei dan keluhan 31 pengguna transportasi publik yang dikumpulkan FDTS, khususnya mengenai rute MERR.

“Kalau ada feedback hasil survei. Paling lambat kalau gak Senin ya Rabu. Tergantung juga keputusan Kemenhub. Segera kami informasikan di masing-masing halte di koridor 3,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Idenera dilapangan, bus listrik yang dulunya melayani rute Merr belum beroperasi. 

Editor: Andre Yuris. Foto : Dokumentasi Transport for Surabaya @tfsurabaya

Please share,
Rangga Prasetya Aji Widodo

Kontributor Idenera.com. Jurnalis lepas di Surabaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *