DISKUSI

DISKUSIKEBUDAYAANSEJARAH

Samin Surantiko dan Sedulur Sikep : Menolak Kekuasaan Monolitik, Mengutamaan Kerja Pertanian

Tahun 1914, gerakan protes terhadap rezim Belanda di Jawa mencapai puncaknya. Gubernur Jendral Hindia Belanda Alexander Willem Frederik Idenburg pada tahun 1913 dengan sangat hati-hati memberikan dukungan kepada Sarekat Islam (SI). Dukungan itu diambil sebagai langkah diplomatis untuk meredam pemberontakan di desa-desa.  Langkah Idenburg ternyata tidak menuai hasil yang diharapkan, perlawanan tetap meluas sehingga mencul […]

0 0 105

DISKUSIFILSAFATNARASI

Genealogy Kaum Abritan atau Abangan

Manusia ternyata tak hanya sesosok jiwa yang berbungkus daging, darah, dan berhias urat syaraf. Tapi, ia juga sebuah persoalan. Terlebih ketika filsafat datang menghampirinya. Apa dan siapakah sesungguhnya ia, pada hakikatnya? Apakah benar ia seonggok makhluk yang dibentuk dari segumpal lempung dan hembusan ruh dari sisi-Nya, sebagaimana yang diwartakan buku-buku suci? Ataukah ia sebatas entitas […]

0 0 206

DISKUSIFILMNARASI

Seksisme dan Bias Gender di Ruang Redaksi

POLDA Jawa Timur bergerak cepat membongkar sindikat prostitusi daring, awal 2019. Kasus bermula dari penangkapan seorang pekerja seks perempuan berinisial VA, bersama seorang pelanggannya, di dalam sebuah kamar hotel di Surabaya. Nama dan identitas VA segera tersebar tak lama setelah Polda merilis kasus. Status VA sebagai saksi korban, tidak menjadi pertimbangan media, untuk menuliskan inisial, […]

0 2 263

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mabuk Bentuk: Antara Komodifikasi dan Radikalisasi Jilbab

Peristiwa Pemilihan presiden 2019 membawa berbagai kenangan dan problematikanya sendiri. Salah satu fenomena menarik adalah kehadiran “jilbabers” dalam diskursus politik Indonesia. Yang paling menyita perhatian adalah jilbabers yang kebanyakan berasal dari barisan pendukung Prabowo-Sandi. Berbagai sepak-terjang kelompok ini sering membuat geleng-geleng kepala, sebab jauh dari apa yang dibayangkan dari penggunaan jilbab sebagaimana mestinya. Sepak-terjang jilbabers […]

0 0 124

AKSIDISKUSIFILM

More Than Work, Catatan atas Tubuh Perempuan di Media

Media adalah ruang yang menjadi alat penghubung di dunia. Ia menghubungkan manusia satu dengan manusia lain, mempercepat komunikasi. Dengan adanya media, lebih-lebih kelahiran internet, informasi menjadi satu hal yang penting dan menentukan. Tumbuhnya media di Indonesia menjadi sesuatu yang tak terbendung sejak masa reformasi. Data Dewan Pers menunjukkan jumlah media yang meningkat tajam di Indonesia, […]

0 0 316

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Histeria dan Neurosis Obsesional Dalam Diskursus Politik Kontemporer Indonesia

Pilpres2019 usai sudah, menyisakan berbagai karnaval matinya akal sehat (irasionalitas) atau apa yang kami sebut sebagai neurosisisme yang kental mewarnai diskursus politik kontemporer Indonesia. Hal ini tampak pekat melekat pada kubu 02 (Prabowo-Sandi) yang sejak awal—bahkan jauh sebelum mereka ditetapkan sebagai capres-cawapres resmi—mendapat dukungan dari kalangan yang kerap mengatasnamakan kalangan “Islam.” Gerakan politik keagamaan mereka, […]

0 0 347

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Membongkar Keterkungkungan Penafsiran Agama dalam Pancasila

Penolakan Abu Bakar Ba’asyir untuk menandatangani kesetiaan pada ideologi Pancasila membuat pembebasan bersyaratnya ditinjau kembali. Fenomena ini menerbitkan refleksi yang mendasar tentang kedudukan Pancasila dan Agama. Bagaimana sesungguhnya kedudukan Pancasila dan Agama? Apakah Pancasila dan Agama bertentangan, sehingga apabila menyatakan setia pada yang satu harus meninggalkan yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini tegas: Pancasila tidak […]

0 2 386
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya perayaan Natal, perayaan Tahun Baru pun jadi polemik untuk diucapkan atau dirayakan. Baru-baru ini (12/18) di Malang ada himbauan tidak merayakan Natal dengan demonstratif, di Aceh Barat dan Riau pemerintah setempat mengeluarkan surat himbauan agar tidak merayakan pergantian tahun atau tahun baru. Banyak yang bertanya, bagaimana merayakan natal dengan tidak […]

0 1 364
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mendidik Kesetaraan Gender Sejak Usia Dini

Rumitnya mencari keadilan bagi kasus-kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan seperti kekerasanyang dialami Ibu Baiq Nuril, pemerkosaan di lingkungan pendidikan yang dialami Agni (mahasiswi UGM), dan kekerasan seksual oleh aparat yang menimpa Anindya Joediono, menggugah kesadaran bahwa kesetaraan gender masih perlu ditingkatkan dari waktu ke waktu. Catatan tahunan KOMNAS Perempuan 2018 menunjukkan jumlah kasus kekerasan […]

0 2 521
Andre Yuris/Ide Nera

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Arthur Coleman Danto : Semua Bisa Jadi Seni

Pada masa kontemporer, segala sesuatu dapat menjadi benda seni. Salah satu contoh yang menarik adalah seorang pemuda jahil yang sengaja menaruh sebuah kacamata di sebuah museum. Kacamata tersebut hanyalah kacamata biasa. Tidak ada sesuatu yang istemewa dari kacamata tersebut. Namun, banyak pengunjung museum yang melihat dan mengamati kacamata tersebut. Ada pengunjung yang sudah sadar bahwa […]

0 2 311

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Communi(cati)on: Sebuah Momen Penyingkapan Eksklusifitas Pluralisme

 Di samping karena memang perbedaan paradigma agama yang cukup tak tepermanai, saya pikir eksklusivitas pluralisme tersebut juga dipicu oleh kesembronoan dalam memaknai yang-Lain.   Sambungan dari artikel :  Communi(cati)on: Menimbang Ulang Pluralisme Dan Temu-Wicara Antar-Agama Mereka kerapkali berasumsi bahwa keberlainan itu bisa dengan mudah dijembatani lewat dialog, lewat saling tukar kabar atau bahkan saling berdebat […]

0 3 358

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Communi(cati)on: Menimbang Ulang Pluralisme Dan Temu-Wicara Antar-Agama

Pluralisme itu tak ada.  Andaikata ada, hanyalah sejenis eksklusivisme yang mekar tak tersadari. Kita mengenal figur-figur semacam Sayyed Hossein Nasr, Paul Knitter, Rita Gross, dan sebagainya. Mereka semua lazim disebut sebagai para pluralis. Tapi saya pikir itu bohong, sebuah pelabelan yang gegabah.   Seumpama mau menengok, pluralisme dan agenda-agenda yang mereka bawa sebenarnya saling mengeksklusikan […]

0 2 319
asian games

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Quo Vadis Nasionalisme Indonesia?

Perhelatan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang telah menoreh sejarah baru. Para atlet memberi asa baru bagi olah raga kita. Setidaknya Indonesia mampu bertengger di peringkat keempat se-Asia. Sekali lagi, “Siapa kita?”   Beberapa target perolehan medali emas mampu terlewati. Salah satunya adalah cabang olah raga pencak silat yang memborong medali emas di semua nomornya. Perjuangan para […]

0 0 328
Ekologi

AKSIDISKUSILINGKUNGANNARASI

Gerakan Sosial Baru dan Upaya Literasi Ekologi

Permasalahan lingkungan tidak bisa diatasi hanya memperbaiki hubungan antara manusia dan lingkungannya, tetapi juga dengan melakukan perbaikan-perbaikan nilai, norma, dan etika kehidupan.   Permasalahan lingkungan tidak bisa diatasi hanya memperbaiki hubungan antara manusia dan lingkungannya, tetapi juga dengan melakukan perbaikan-perbaikan  nilai, norma, dan etika kehidupan. Perbaikan-perbaikan itu masuk dalam konsep eco-literacy, yaitu tentang kesadaran atas […]

0 0 879