DISKUSI

DISKUSIFILSAFATNARASI

Komedi sebagai Kritik dan Perlawanan

The Witness/ A Tanú (1969) adalah film komedi-satire tentang rezim komunisme di Hongaria setelah perang dunia kedua. Saya menonton film ini dalam sebuah klub film di kampus. Film yang disutradrai Péter Bacsó ini berkisah tentang kemalangan dan keberuntungan penjaga tanggul bernama, József Pelikán. Semula ia ditangkap oleh polisi karena melakukan penjagalan babi di rumahnya sendiri. […]

0 0
Refleksi Daring 2 tahun Bom Surabaya

AKSIDISKUSIKOMUNITASMITRA KARYA

Refleksi 2 tahun Bom Surabaya 13.05.18

Bom Surabaya, 13 Mei 2018 dua tahun lalu tidak hanya melukai korban bom. Setelah beberapa ledakan beruntun terjadi di beberapa tempat dan merenggut nyawa beberapa korban di Surabaya dan sekitarnya, ketakutan menyebar. Berita tentang penderitaan yang bisa dihadirkan oleh orang-orang dengan pemikiran yang tidak seperti kebanyakan orang itu memberi teror yang sesunggunya pada seluruh kota. […]

0 2

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang

Tema Natal Bersama tahun ini antara Persekutuan Gereja - gereja di Indonesia bersama Konferensi Wali gereja Indonesia sungguh menggelitik sekaligus ajang melakukan otokritik. Hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Catat, bagi semua orang. Bukan hanya bagi Orang Katolik saja, atau hanya bagi sesama Protestan saja. Kekristenan menemukan puncaknya pada kasih dan persahabatan dengan semua orang, […]

0 0
Kelas Tunas Nera Academia

DISKUSIFILSAFATNARASI

Modernitas dan Pendidikan Tanpa Alternatif

Modernisme tercatat berunjuk gigi pada abad ke-17 sebagai sebuah gerakan yang berupaya mengakomodasi semangat humanisme. Demi, untuk meminjam pemikiran Foucault, mitos memanusiakan manusia, seperti seorang tukang cukur, modernisme getol untuk mengupayakan segala tertib dan kerapian. Ia sama sekali tak menghendaki adanya ekspresi yang urakan dan terkesan natural. Segala sesuatunya mestilah terukur dan untuk itulah diperlukan […]

0 2

DISKUSINARASIREFLEKSI

Agnez Mo dan Hakim Agung Netizen

Agnez Monica baru bilang dia tidak berdarah Indonesia, semua heboh dan sok Indonesia. Tapi saat bersamaan, berapa dekade masyarakat kita memang tidak menganggap orang Tionghoa yang tumbuh besar di negeri ini sebagai orang Indonesia. Soal ini sejarah mencatat banyak. Berapa banyak dulu rumah-rumah ditandai dengan kata PRIBUMI untuk menyelamatkan diri dari amuk massa yang rusuh. […]

0 2

DISKUSIREFLEKSIWARGA

Mahasiswa Tak Selalu Benar

Mahasiswa tak selalu benar. Tapi membiarkan skenario buzzer mendelegitimasi suara mahasiswa, itu berbahaya. Sebab Jokowi tak selamanya memimpin. Modelnya tak dijamin selalu ada dalam tiap kontestasi demokrasi. Dan anda tidak pernah tahu di masa depan, model pemimpin apa yang akan dilahirkan demokrasi kita yang penuh politik uang. Anda tidak tahu, kapan anda benar butuh mahasiswa […]

0 3

DISKUSIKEBUDAYAANSEJARAH

Samin Surantiko dan Sedulur Sikep : Menolak Kekuasaan Monolitik, Mengutamaan Kerja Pertanian

Tahun 1914, gerakan protes terhadap rezim Belanda di Jawa mencapai puncaknya. Gubernur Jendral Hindia Belanda Alexander Willem Frederik Idenburg pada tahun 1913 dengan sangat hati-hati memberikan dukungan kepada Sarekat Islam (SI). Dukungan itu diambil sebagai langkah diplomatis untuk meredam pemberontakan di desa-desa.  Langkah Idenburg ternyata tidak menuai hasil yang diharapkan, perlawanan tetap meluas sehingga mencul […]

0 0

DISKUSIFILSAFATNARASI

Genealogy Kaum Abritan atau Abangan

Manusia ternyata tak hanya sesosok jiwa yang berbungkus daging, darah, dan berhias urat syaraf. Tapi, ia juga sebuah persoalan. Terlebih ketika filsafat datang menghampirinya. Apa dan siapakah sesungguhnya ia, pada hakikatnya? Apakah benar ia seonggok makhluk yang dibentuk dari segumpal lempung dan hembusan ruh dari sisi-Nya, sebagaimana yang diwartakan buku-buku suci? Ataukah ia sebatas entitas […]

0 0

DISKUSIFILMNARASI

Seksisme dan Bias Gender di Ruang Redaksi

POLDA Jawa Timur bergerak cepat membongkar sindikat prostitusi daring, awal 2019. Kasus bermula dari penangkapan seorang pekerja seks perempuan berinisial VA, bersama seorang pelanggannya, di dalam sebuah kamar hotel di Surabaya. Nama dan identitas VA segera tersebar tak lama setelah Polda merilis kasus. Status VA sebagai saksi korban, tidak menjadi pertimbangan media, untuk menuliskan inisial, […]

0 2

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mabuk Bentuk: Antara Komodifikasi dan Radikalisasi Jilbab

Peristiwa Pemilihan presiden 2019 membawa berbagai kenangan dan problematikanya sendiri. Salah satu fenomena menarik adalah kehadiran “jilbabers” dalam diskursus politik Indonesia. Yang paling menyita perhatian adalah jilbabers yang kebanyakan berasal dari barisan pendukung Prabowo-Sandi. Berbagai sepak-terjang kelompok ini sering membuat geleng-geleng kepala, sebab jauh dari apa yang dibayangkan dari penggunaan jilbab sebagaimana mestinya. Sepak-terjang jilbabers […]

0 0

AKSIDISKUSIFILM

More Than Work, Catatan atas Tubuh Perempuan di Media

Media adalah ruang yang menjadi alat penghubung di dunia. Ia menghubungkan manusia satu dengan manusia lain, mempercepat komunikasi. Dengan adanya media, lebih-lebih kelahiran internet, informasi menjadi satu hal yang penting dan menentukan. Tumbuhnya media di Indonesia menjadi sesuatu yang tak terbendung sejak masa reformasi. Data Dewan Pers menunjukkan jumlah media yang meningkat tajam di Indonesia, […]

0 0

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Histeria dan Neurosis Obsesional Dalam Diskursus Politik Kontemporer Indonesia

Pilpres2019 usai sudah, menyisakan berbagai karnaval matinya akal sehat (irasionalitas) atau apa yang kami sebut sebagai neurosisisme yang kental mewarnai diskursus politik kontemporer Indonesia. Hal ini tampak pekat melekat pada kubu 02 (Prabowo-Sandi) yang sejak awal—bahkan jauh sebelum mereka ditetapkan sebagai capres-cawapres resmi—mendapat dukungan dari kalangan yang kerap mengatasnamakan kalangan “Islam.” Gerakan politik keagamaan mereka, […]

0 0