HomeNARASI

NARASI

KEBUDAYAANNARASI

Apatis Membunuhmu

Sebelum Virus Corona menghebohkan dan membuat panik hingga membunuh ratusan orang. Kira-kira apa yang sebenernya marak terjadi? Barangkali salah satunya adalah sikap Apatis. Ya, sikap apatis pada perilaku masyarakat Wuhan yang biasa makan kuliner ekstrem. Entahlah bagaimana pengawasannya dari pihak dinas kesehatan terkait disana. Entah bagaimana seandainya, perilaku konsumsi makanan ekstrem itu diawasi lebih ketat. […]

0 1

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

LOGIKA SESAT “AGAMA KELAS 2”

Menuliskan ini, agar semua orang belajar sejarah secara utuh dan tidak sombong parah, lalu akhirnya membuat kita terpecah belah. Logika sesat yang kerap diumbar. Seolah negara ini merdeka hanya karena umat Islam, lalu menganggap yang beragama lain itu sampah. Numpang alias ngontrak pada mayoritas. Lucunya, kalau seandainya rekaman viral kunjungan GP Ansor Sumut itu betul, […]

0 0

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang

Tema Natal Bersama tahun ini antara Persekutuan Gereja - gereja di Indonesia bersama Konferensi Wali gereja Indonesia sungguh menggelitik sekaligus ajang melakukan otokritik. Hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Catat, bagi semua orang. Bukan hanya bagi Orang Katolik saja, atau hanya bagi sesama Protestan saja. Kekristenan menemukan puncaknya pada kasih dan persahabatan dengan semua orang, […]

0 0
Kelas Tunas Nera Academia

DISKUSIFILSAFATNARASI

Modernitas dan Pendidikan Tanpa Alternatif

Modernisme tercatat berunjuk gigi pada abad ke-17 sebagai sebuah gerakan yang berupaya mengakomodasi semangat humanisme. Demi, untuk meminjam pemikiran Foucault, mitos memanusiakan manusia, seperti seorang tukang cukur, modernisme getol untuk mengupayakan segala tertib dan kerapian. Ia sama sekali tak menghendaki adanya ekspresi yang urakan dan terkesan natural. Segala sesuatunya mestilah terukur dan untuk itulah diperlukan […]

0 2

FILSAFATKEBUDAYAANREFLEKSI

Hanya Orang Telanjang?

Pernyataan atau pertanyaan anak-anak cukup sering membuat orang-orang berusia dewasa terkejut, bahkan orang tuanya sendiri. Mulai dari pernyataan polosnya tentang rasa jajanan yang dihidangkan oleh tuan rumah ketika orang tua bertamu, hingga pertanyaan polosnya tentang Tuhan yang tidak semua orang dapat menjawab dengan cukup jelas. Anak-anak seolah tidak peduli dengan semua basa-basi atau narasi besar […]

0 1

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSISEJARAH

Mahapralaya: Seputar Wayang, Gempa dan Tsunami

Masa lalu sebenarnya tak pernah berlalu. Ia tetap kita denyutkan, deraskan, berjalin-kelindan dengan masa sekarang. Berbagai seni yang orang pahami sebagai seni tradisional sebenarnya adalah sebentuk cara orang-orang nusantara dalam mengenang masa lalunya, meski terkadang hal itu disampaikan dengan berbagai perlambang. Beberapa hari yang lalu tengah ramai orang membicarakan potensi gempa megathrust berskala 8,8 SR […]

0 2

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Yang Dilupakan Nadim Makarim dalam Pidatonya

Percakapan media sosial kita beberapa hari lalu ramai membicarakan tentang peringatan hari Guru Nasional. Hal itu tidak lepas dari viralnya isi pidato menteri pendidikan kita, Nadim Anwar Makarim. Banyak orang memuji isi video itu, sehingga dengan cepat, vidio itu menjadi viral di berbagai kanal media sosial. Dalam pidatonya itu, Nadim banyak berbicara tentang kondisi Guru […]

0 6

DISKUSINARASIREFLEKSI

Agnez Mo dan Hakim Agung Netizen

Agnez Monica baru bilang dia tidak berdarah Indonesia, semua heboh dan sok Indonesia. Tapi saat bersamaan, berapa dekade masyarakat kita memang tidak menganggap orang Tionghoa yang tumbuh besar di negeri ini sebagai orang Indonesia. Soal ini sejarah mencatat banyak. Berapa banyak dulu rumah-rumah ditandai dengan kata PRIBUMI untuk menyelamatkan diri dari amuk massa yang rusuh. […]

0 2

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Antara Kapiran dan Kanzan Makhfiyyan

Ada satu istilah khusus dalam bahasa Jawa yang menarik untuk ditelisik lebih lanjut. Istilah itu mengacu pada sebuah kondisi yang tak jelas, serba gamang. Suasana yang ditimbulkannya pun sering terasa ngenas—seperti seorang pejalan yang kemalaman dan tak tahu mesti ke mana atau suasana ketika meninggalkan sesosok bayi di tubir jurang. Dalam bahasa keseharian, orang yang […]

0 1

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSIWARGA

Catatan Untuk Kabinet Jokowi Jilid 2 : Publik Harus Bersiap Diri

Setelah melewati proses pelantikan Presiden Republik Indonesia (20/10) di komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Joko Widodo memasuki periode kedua pemerintahannya dalam bayang kelabu. Berbeda saat tahun 2014, terdapat perayaan kirab budaya lengkap dengan kereta kencana yang mengangkut Joko Widodo dari Bundaran HI menuju Monas. Dimana telah berdiri panggung terbuka untuk menyapa masyarakat secara terbuka yang […]

0 2

KEBUDAYAANKOMUNITASLINGKUNGAN

Sebotol Sopi untuk “Hidup”

Beberapa waktu lalu, di Manggarai Barat Flores, Polisi menyita ribuan liter Sopi karena dianggap menciptakan masyarakat pecandu alkohol yang doyan mabuk dan bikin kekacauan. Sebaliknya di Kupang, Kota administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan PT NAM Kupang meluncurkan Sophia, Sopi Asli. Sophia merupakan pengelolaan lanjutan […]

0 0

KOMUNITASSEJARAHWARGA

Kampung Adat Tololela: “Hidden Beauty” di Balik Gunung Inerie

“Mula ngadhu tau tubi lizu, kabu wi rawe nitu, lobo wi soi dewa.” Pulau Flores, Nua Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dikenal dengan wisata alam liar seperti mengunjungi Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Danau Kelimutu, Selam Rekreasi (Scuba Diving) melainkan juga karena pesona kampung-kampung adat yang unik. Selama ini, beberapa kampung adat di Kabupaten Manggarai […]

0 0