HomeNARASI

NARASI

FILSAFATKEBUDAYAANNARASISEJARAH

Mengapa (Mudah) Berjihad?

Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, dan serangan bersenjata soft gun ke Mabes Polri, Jakarta, mengguratkan pesan yang masih saja sama, yaitu terkait dengan jihad. Artinya, aksi dan serangan yang bertujuan mengorbankan nyawa orang lain itu belum juga pupus, apalagi sirna, meski sudah berabad-abad usianya. Lantas, apa yang membuat jihad seperti itu tetap […]

0 0

FILSAFATKEBUDAYAANNARASIREFLEKSISEJARAH

Amok Sebagai Bahasa Kekuasan

Kasus penembakan yang dilakukan oleh salah satu anggota POLRI lantaran mabuk dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, di antaranya seorang anggota TNI-AD, di Ibukota Jakarta sungguh memprihatinkan. Bukan semata-mata karena terjadi di tengah pandemi, melainkan juga mengingat penembakan itu termasuk bentuk dari penyalahgunaan dari kekuasaan. Itu artinya, kasus itu merupakan representasi dari kekuasaan yang dikontestasikan tanpa […]

0 0

KEBUDAYAANNARASISASTRASEJARAH

Supersemar di Mata Sastrawan

Menarik bahwa dalam novelnya berjudul “Maya” (KPG, 2013), Ayu Utami membahas tentang Supersemar yang sampai kini masih menjadi misteri dalam dunia perpolitikan di Indonesia. Misterinya bukan hanya karena belum ditemukannya bukti otentik dari surat bersejarah itu. Tetapi, juga lantaran adanya kepercayaan yang mengisahkan bahwa surat yang asli telah hilang dan digantikan dengan batu mustika yang […]

0 0

DISKUSILINGKUNGANLIPUTANNARASISEJARAH

Oligarki dan Koalisi Kartel, Jalan Lapang Agenda Anti Demokrasi

Musnahnya oposisi dari sistem politik Indonesia akan menjadi jalan lapang bagi agenda anti-demokrasi. Satu diantaranya adalah menguatnya kepentingan mengamandemen konstitusi berupa jabatan Presiden 3 periode. Ini bukan tidak mungkin akan terwujud di tengah melemahnya demokrasi dan menguatnya neo-otoritarian.  Pendapat ini mengemuka dalam diskusi yang diselenggarakan oleh LP3ES, STIH Jentera, Perludem, Constitutional and Administrative Law Society […]

0 0

FILSAFATKEBUDAYAANNARASISEJARAH

Apa Yang Baik Bagi Manusia

Kebijakan pemerintah Joko Widodo soal investasi di bidang minuman beralkohol menimbulkan perdebatan di masyarakat. Ada berbagai pendapat tentang kebaikan dan keburukan terkait dengan kebijakan pemerintah tentang investasi ataupun dengan minuman beralkohol itu sendiri. Salah satu frase yang muncul di dalam perdebatan ini adalah pernyataan “lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya”. Ungkapan “lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya” […]

0 0

AKSITEKNOLOGIWARGA

Libatkan Pihak Independen dalam Tim Kajian UU ITE

Mencermati surat Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Tim Kajian UU ITE yang disahkan 22 Februari 2021, Koalisi Masyarakat Sipil menilai pemilihan tim kajian UU ITE ini tidak akan membuahkan hasil seperti yang didambakan masyarakat. Dalam siaran pers yang diterima idenera.com, Koalisi Masyarakat Sipil (KMS) yang […]

0 0

KEBUDAYAANNARASISEJARAH

Catatan Awal Masuknya Islam ke NTT

Catatan berbahasa cina dari suku Cu-Fan-Sih karya Can-yu -kua  tahun 1225, dianggap sebagai catatan tertua tentang relasi suku-suku di NTT pada masa lampau dengan pendatang. Hal ini ditulis W.P.Groeneveldt dalam buku Historical Notes on Indonesian and Malaysia, Compilod from Chines Source.   Can-yu -kua juga menyebutkan bahwa Tiwu (Timor)  yang kaya kayu Cendana telah mengadakan […]

0 0

BUKUKEBUDAYAANNARASI

Daar al-Islam dan Kaka Ari Woto Watang dalam Kehidupan Muslim NTT

Literatur dan kajian akademik tentang masyarakat Muslim di NTT (Nusa Tenggara Timur) dapat dikatakan cukup langka. Hal ini bila dibandingkan dengan kajian akademik tentang Katolik atau Kristen di NTT yang cukup dengan mudah didapatkan. Pada tahun 2015 Penerbit Ledalero Maumere menerbitkan buku Wacana Indentitas Muslim Pribumi NTT. Buku ini dapat menjadi salah satu referensi yang […]

0 1

DISKUSIFILSAFATNARASISEJARAH

Debat Sebagai Panggung Retorika

Debat kedua dari para paslon dalam Pilkada di Solo telah berlangsung pada 3 Desember lalu. Disiarkan langsung oleh TATV, debat berjalan dengan lancar dan disaksikan tanpa ada gangguan yang cukup berarti. Apalagi ada Endah Laras yang adalah penyanyi keroncong perempuan kenamaan, semakin menghangatkan acara debat di malam Jum'at itu. Namun, apa sesungguhnya yang dimaksud dengan […]

0 0

DISKUSIFILSAFATNARASI

“Kenapa Filsafat?” (Merenungkan Filsafat sebagai Vokasi)

Pertanyaan yang paling menyebalkan sering dihadapi anak filsafat: Habis lulus, mau jadi apa? Mau ngapain setelah belajar filsafat? Filsafat bisa apa sih? Kenapa kok milih Filsafat? Pertanyaan ini mungkin akan lebih mudah dijawab kalau kata ‘Filsafat’ diganti dengan ‘Kedokteran’, ‘Teknologi Pangan’, atau ‘Arsitektur’. Jawaban-jawaban praktis akan segera diutarakan. Sayangnya, yang terjadi tidak demikian, yang mereka […]

0 0

DISKUSINARASIREFLEKSI

Guru : Berubah atau Ditinggal

Menjadi guru saat ini berbeda dengan menjadi guru dua puluh tahun lalu. Guru dua puluh tahun lalu menjadi sumber informasi utama selain buku. Perannya begitu dominan terhadap informasi yang diterima siswa. Pembelajaran di kelas berpusat pada guru (teacher centre). Saat ini, keadaannya tidak lagi demikian. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi. Selain buku mudah […]

0 0

BUKUFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Menjadi Oposisi Sepenuh Hati

Tidak banyak orang mau mempertaruhkan hidupnya, apalagi bila pertaruhan itu hanya menyangkut hal yang dianggap remeh dalam hidup atau sesuatu yang masih dapat dikompromikan atau digantikan dengan yang lain.  Sebaliknya, sebagian orang yang lain mau mempertaruhkan hidupnya karena beberapa hal diyakini sebagai hidup itu sendiri, misalnya kebebasan, kemerdekaan, kemewahan, kebahagiaan, keluarga, dsb. Tema tentang pertaruhan […]

0 0