HomeNARASI

NARASI

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

LOGIKA SESAT “AGAMA KELAS 2”

Menuliskan ini, agar semua orang belajar sejarah secara utuh dan tidak sombong parah, lalu akhirnya membuat kita terpecah belah. Logika sesat yang kerap diumbar. Seolah negara ini merdeka hanya karena umat Islam, lalu menganggap yang beragama lain itu sampah. Numpang alias ngontrak pada mayoritas. Lucunya, kalau seandainya rekaman viral kunjungan GP Ansor Sumut itu betul, […]

0 0 54

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Hiduplah Sebagai Sahabat bagi Semua Orang

Tema Natal Bersama tahun ini antara Persekutuan Gereja - gereja di Indonesia bersama Konferensi Wali gereja Indonesia sungguh menggelitik sekaligus ajang melakukan otokritik. Hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Catat, bagi semua orang. Bukan hanya bagi Orang Katolik saja, atau hanya bagi sesama Protestan saja. Kekristenan menemukan puncaknya pada kasih dan persahabatan dengan semua orang, […]

0 0 244
Kelas Tunas Nera Academia

DISKUSIFILSAFATNARASI

Modernitas dan Pendidikan Tanpa Alternatif

Modernisme tercatat berunjuk gigi pada abad ke-17 sebagai sebuah gerakan yang berupaya mengakomodasi semangat humanisme. Demi, untuk meminjam pemikiran Foucault, mitos memanusiakan manusia, seperti seorang tukang cukur, modernisme getol untuk mengupayakan segala tertib dan kerapian. Ia sama sekali tak menghendaki adanya ekspresi yang urakan dan terkesan natural. Segala sesuatunya mestilah terukur dan untuk itulah diperlukan […]

0 2 157

FILSAFATKEBUDAYAANREFLEKSI

Hanya Orang Telanjang?

Pernyataan atau pertanyaan anak-anak cukup sering membuat orang-orang berusia dewasa terkejut, bahkan orang tuanya sendiri. Mulai dari pernyataan polosnya tentang rasa jajanan yang dihidangkan oleh tuan rumah ketika orang tua bertamu, hingga pertanyaan polosnya tentang Tuhan yang tidak semua orang dapat menjawab dengan cukup jelas. Anak-anak seolah tidak peduli dengan semua basa-basi atau narasi besar […]

0 0 224

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSISEJARAH

Mahapralaya: Seputar Wayang, Gempa dan Tsunami

Masa lalu sebenarnya tak pernah berlalu. Ia tetap kita denyutkan, deraskan, berjalin-kelindan dengan masa sekarang. Berbagai seni yang orang pahami sebagai seni tradisional sebenarnya adalah sebentuk cara orang-orang nusantara dalam mengenang masa lalunya, meski terkadang hal itu disampaikan dengan berbagai perlambang. Beberapa hari yang lalu tengah ramai orang membicarakan potensi gempa megathrust berskala 8,8 SR […]

0 2 169

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Yang Dilupakan Nadim Makarim dalam Pidatonya

Percakapan media sosial kita beberapa hari lalu ramai membicarakan tentang peringatan hari Guru Nasional. Hal itu tidak lepas dari viralnya isi pidato menteri pendidikan kita, Nadim Anwar Makarim. Banyak orang memuji isi video itu, sehingga dengan cepat, vidio itu menjadi viral di berbagai kanal media sosial. Dalam pidatonya itu, Nadim banyak berbicara tentang kondisi Guru […]

0 6 454

DISKUSINARASIREFLEKSI

Agnez Mo dan Hakim Agung Netizen

Agnez Monica baru bilang dia tidak berdarah Indonesia, semua heboh dan sok Indonesia. Tapi saat bersamaan, berapa dekade masyarakat kita memang tidak menganggap orang Tionghoa yang tumbuh besar di negeri ini sebagai orang Indonesia. Soal ini sejarah mencatat banyak. Berapa banyak dulu rumah-rumah ditandai dengan kata PRIBUMI untuk menyelamatkan diri dari amuk massa yang rusuh. […]

0 2 178

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Antara Kapiran dan Kanzan Makhfiyyan

Ada satu istilah khusus dalam bahasa Jawa yang menarik untuk ditelisik lebih lanjut. Istilah itu mengacu pada sebuah kondisi yang tak jelas, serba gamang. Suasana yang ditimbulkannya pun sering terasa ngenas—seperti seorang pejalan yang kemalaman dan tak tahu mesti ke mana atau suasana ketika meninggalkan sesosok bayi di tubir jurang. Dalam bahasa keseharian, orang yang […]

0 1 235

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSIWARGA

Catatan Untuk Kabinet Jokowi Jilid 2 : Publik Harus Bersiap Diri

Setelah melewati proses pelantikan Presiden Republik Indonesia (20/10) di komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Joko Widodo memasuki periode kedua pemerintahannya dalam bayang kelabu. Berbeda saat tahun 2014, terdapat perayaan kirab budaya lengkap dengan kereta kencana yang mengangkut Joko Widodo dari Bundaran HI menuju Monas. Dimana telah berdiri panggung terbuka untuk menyapa masyarakat secara terbuka yang […]

0 2 166

KEBUDAYAANKOMUNITASLINGKUNGAN

Sebotol Sopi untuk “Hidup”

Beberapa waktu lalu, di Manggarai Barat Flores, Polisi menyita ribuan liter Sopi karena dianggap menciptakan masyarakat pecandu alkohol yang doyan mabuk dan bikin kekacauan. Sebaliknya di Kupang, Kota administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan PT NAM Kupang meluncurkan Sophia, Sopi Asli. Sophia merupakan pengelolaan lanjutan […]

0 0 254

KOMUNITASSEJARAHWARGA

Kampung Adat Tololela: “Hidden Beauty” di Balik Gunung Inerie

“Mula ngadhu tau tubi lizu, kabu wi rawe nitu, lobo wi soi dewa.” Pulau Flores, Nua Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dikenal dengan wisata alam liar seperti mengunjungi Pulau Komodo, Rinca, Padar dan Danau Kelimutu, Selam Rekreasi (Scuba Diving) melainkan juga karena pesona kampung-kampung adat yang unik. Selama ini, beberapa kampung adat di Kabupaten Manggarai […]

0 0 385

DISKUSIKEBUDAYAANSEJARAH

Samin Surantiko dan Sedulur Sikep : Menolak Kekuasaan Monolitik, Mengutamaan Kerja Pertanian

Tahun 1914, gerakan protes terhadap rezim Belanda di Jawa mencapai puncaknya. Gubernur Jendral Hindia Belanda Alexander Willem Frederik Idenburg pada tahun 1913 dengan sangat hati-hati memberikan dukungan kepada Sarekat Islam (SI). Dukungan itu diambil sebagai langkah diplomatis untuk meredam pemberontakan di desa-desa.  Langkah Idenburg ternyata tidak menuai hasil yang diharapkan, perlawanan tetap meluas sehingga mencul […]

0 0 230
Pameran Foto Lintas Jalan di Dugonics Tér, Szeged

KEBUDAYAANLINGKUNGANTEKNOLOGI

Alam di Tengah Kota : Sebuah Pameran Foto Lintas Jalan di Dugonics Tér, Szeged

Hari pertama saya datang ke kota Szeged (Hungaria), teman saya mengajak ke Dugonics Tér, sebuah taman di depan Rektorat Universitas Szeged. Semua tampak baru bagi saya dan menarik. Namun yang membuat saya kembali hingga tiga kali sesudah hari tersebut ialah sebuah pameran foto. Sewaktu teman saya mengatakan sedang diadakan pameran foto, saya mencari-cari di mana […]

0 0 875

KEBUDAYAANNARASISEJARAH

Lenyapnya Sisi Politis Reyog

Adalah Arya Banyak Wide atau yang kelak dikenal sebagai Arya Wiraraja yang secara genealogis maupun ideologis menurunkan para visioner nusantara. Satu di antaranya adalah Mada. Semasa bocah, pengucap sumpah palapa itu ditempa oleh Kuda Anjampiani, anak Ranggalawe, cucu Arya Wiraraja. Ada satu kabar bahwa sebelum menjadi penguasa di Songenep, Sumenep kini, Arya Wiraraja muda suka […]

0 0 422