HomeNARASIKEBUDAYAAN

KEBUDAYAAN

KEBUDAYAANKOMUNITASLINGKUNGAN

Sebotol Sopi untuk “Hidup”

Beberapa waktu lalu, di Manggarai Barat Flores, Polisi menyita ribuan liter Sopi karena dianggap menciptakan masyarakat pecandu alkohol yang doyan mabuk dan bikin kekacauan. Sebaliknya di Kupang, Kota administrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur, Gubernur Victor Bungtilu Laiskodat bekerja sama dengan Universitas Nusa Cendana dan PT NAM Kupang meluncurkan Sophia, Sopi Asli. Sophia merupakan pengelolaan lanjutan […]

0 0 139

DISKUSIKEBUDAYAANSEJARAH

Samin Surantiko dan Sedulur Sikep : Menolak Kekuasaan Monolitik, Mengutamaan Kerja Pertanian

Tahun 1914, gerakan protes terhadap rezim Belanda di Jawa mencapai puncaknya. Gubernur Jendral Hindia Belanda Alexander Willem Frederik Idenburg pada tahun 1913 dengan sangat hati-hati memberikan dukungan kepada Sarekat Islam (SI). Dukungan itu diambil sebagai langkah diplomatis untuk meredam pemberontakan di desa-desa.  Langkah Idenburg ternyata tidak menuai hasil yang diharapkan, perlawanan tetap meluas sehingga mencul […]

0 0 145
Pameran Foto Lintas Jalan di Dugonics Tér, Szeged

KEBUDAYAANLINGKUNGANTEKNOLOGI

Alam di Tengah Kota : Sebuah Pameran Foto Lintas Jalan di Dugonics Tér, Szeged

Hari pertama saya datang ke kota Szeged (Hungaria), teman saya mengajak ke Dugonics Tér, sebuah taman di depan Rektorat Universitas Szeged. Semua tampak baru bagi saya dan menarik. Namun yang membuat saya kembali hingga tiga kali sesudah hari tersebut ialah sebuah pameran foto. Sewaktu teman saya mengatakan sedang diadakan pameran foto, saya mencari-cari di mana […]

0 0 456

KEBUDAYAANNARASISEJARAH

Lenyapnya Sisi Politis Reyog

Adalah Arya Banyak Wide atau yang kelak dikenal sebagai Arya Wiraraja yang secara genealogis maupun ideologis menurunkan para visioner nusantara. Satu di antaranya adalah Mada. Semasa bocah, pengucap sumpah palapa itu ditempa oleh Kuda Anjampiani, anak Ranggalawe, cucu Arya Wiraraja. Ada satu kabar bahwa sebelum menjadi penguasa di Songenep, Sumenep kini, Arya Wiraraja muda suka […]

0 0 317

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Mabuk Bentuk: Antara Komodifikasi dan Radikalisasi Jilbab

Peristiwa Pemilihan presiden 2019 membawa berbagai kenangan dan problematikanya sendiri. Salah satu fenomena menarik adalah kehadiran “jilbabers” dalam diskursus politik Indonesia. Yang paling menyita perhatian adalah jilbabers yang kebanyakan berasal dari barisan pendukung Prabowo-Sandi. Berbagai sepak-terjang kelompok ini sering membuat geleng-geleng kepala, sebab jauh dari apa yang dibayangkan dari penggunaan jilbab sebagaimana mestinya. Sepak-terjang jilbabers […]

0 0 144

DISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Histeria dan Neurosis Obsesional Dalam Diskursus Politik Kontemporer Indonesia

Pilpres2019 usai sudah, menyisakan berbagai karnaval matinya akal sehat (irasionalitas) atau apa yang kami sebut sebagai neurosisisme yang kental mewarnai diskursus politik kontemporer Indonesia. Hal ini tampak pekat melekat pada kubu 02 (Prabowo-Sandi) yang sejak awal—bahkan jauh sebelum mereka ditetapkan sebagai capres-cawapres resmi—mendapat dukungan dari kalangan yang kerap mengatasnamakan kalangan “Islam.” Gerakan politik keagamaan mereka, […]

0 0 443

KEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Setan, Yahudi, Cina dan Komunis Sebagai Kambing Hitam

Tumbuh-kembangnya sebuah peradaban ternyata tergantung pula oleh satu hal: kambing-hitam. Pada rezim nazi, hal itu adalah “Yahudi.” Pada era orde baru di Indonesia, hal itu adalah “komunis” ataupun “cina.” Bagaimana di masa sekarang, ketika radikalisme keagamaan berupaya menyesaki ruang publik bangsa Indonesia? Tentu, sebagaimana yang kita alami, kuping kita terbiasa dengan judgment semisal “komunis,” “cina,” […]

0 3 359

AKSIKEBUDAYAANWARGA

Paus Fransiskus mengunjungi UEA : Kita Bersaudara Dalam Satu Pelukan Kasih

“Anda adalah bagian dari bangsa ini. Anda adalah warga negara, Anda bukan minoritas. Anda adalah warga negara dengan hak dan tanggung jawab penuh." Demikian pesan menyejukan penuh cinta dari Sheikh Ahmed al-Tayeb; Imam besar mesjid dan universitas Al-Azhar (Mesir) untuk seluruh umat Katolik yang berada di wilayah Uni Emirate Arab, dalam kunjungan Paus Fransiskus ke […]

0 0 280

FILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Nglalu : Segenap Korban Dari Tirani Mayoritas

Kita hidup di sepotong zaman di mana agama tak lagi menjadi perkara rasa. Tak sebagaimana mestinya, kini beragama hanyalah masalah menyesuaikan diri dengan mereka yang berkuasa. Aku mendengar kabar, bahwa guru dan sahabat kita—yang kita tahu sangat teguh dalam memegang prinsip tak (boleh) ada pemaksaan dalam (ber)agama itu—telah mati. Kepalanya dipenggal. Dan, sesaat seusai dikubur, […]

0 0 483

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Membongkar Keterkungkungan Penafsiran Agama dalam Pancasila

Penolakan Abu Bakar Ba’asyir untuk menandatangani kesetiaan pada ideologi Pancasila membuat pembebasan bersyaratnya ditinjau kembali. Fenomena ini menerbitkan refleksi yang mendasar tentang kedudukan Pancasila dan Agama. Bagaimana sesungguhnya kedudukan Pancasila dan Agama? Apakah Pancasila dan Agama bertentangan, sehingga apabila menyatakan setia pada yang satu harus meninggalkan yang lain? Jawaban dari pertanyaan ini tegas: Pancasila tidak […]

0 2 431

KEBUDAYAANNARASITEKNOLOGI

Sasaran Debatnya Milenial, Tapinya Caranya Kolonial

Saya Alfredo Vicrorio dos Santos, 25th. Saya generasi milenial yang ikut menyaksikan Debat Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019 lalu. Malam lalu, saya menonton reportase  Kompas TV  yang dibawakan Aiman Witjaksono yang bertajuk "Pindah Suara Pasca Debat". Data dari Litbang Kompas  menunjukkan ada sekitar 44% pemilih yang masih bingung menentukan pilihan. Lebih menarik lagi saat […]

0 2 289

AKSIKEBUDAYAANKOMUNITASNARASI

Sepatu

kalamun nandhing sarira tinemu beda malah nyulayani benere dhewe ginunggung tinampik liyaning lyan beda kalyan tepa sarira puniku ika kang den upayaa tinemu samining sami (Pangkur Kebhinekaan/Heru Harjo Hutomo) Akhir tahun 2018 ini kembali saya ikut merayakan natal. Saya masuk gereja, ikut mengamini doa selayaknya umat Katolik lainnya—sembari sesekali melagukan pujian yang belasan tahun masih […]

0 0 669

FILSAFATKEBUDAYAANSEJARAH

Akumu Adalah Jejer-mu: Wajah Lain Sufisme Nusantara

Wayang iku Wewayangan kang satuhu Lelakoning jalma ing alam janaloka Titenana wong cidra mangsa langgenga   [Wayang itu Adalah kaca-benggala Kehidupan manusia di dunia Yang ingkar janji tak lagi lama] Sepupuh tembang Pocung itu merupakan gambaran singkat tentang pesan besar apa yang sebenarnya mendasari cerita wayang—katakanlah, raison d’etre-nya. Ada beragam karakter di sana, karakter pokok […]

0 1 1.9K
idenera

DISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSIWARGA

Rayakan Pergantian Tahun Agar Larangan Itu Tidak Tumbuh Jadi Tiran

Beberapa tahun terakhir, tidak hanya perayaan Natal, perayaan Tahun Baru pun jadi polemik untuk diucapkan atau dirayakan. Baru-baru ini (12/18) di Malang ada himbauan tidak merayakan Natal dengan demonstratif, di Aceh Barat dan Riau pemerintah setempat mengeluarkan surat himbauan agar tidak merayakan pergantian tahun atau tahun baru. Banyak yang bertanya, bagaimana merayakan natal dengan tidak […]

0 1 387