HomeNARASIKEBUDAYAAN

KEBUDAYAAN

DISKUSIKEBUDAYAANLINGKUNGANNARASIPERSONA

Joana Liani : Jika Kamu Nilai Orang Lain Manusia, Kamu Sedang Menilai Diri Sendiri

Sebuah film mampu membuat seseorang bermimpi bahkan berharap film itu bisa menjadi kenyataan. Seperti saat saya melihat The Good Doctor. Sebuah serial drama Amerika yang diputar tahun 2017 ini berdurasi 40an menit dengan 18 episode. Dari episode pertama drama ini membuat saya bermimpi bahwa setiap manusia bisa meraih cita-citanya. Tidak peduli ras, agama, warna kulit […]

0 3 232

KEBUDAYAANLINGKUNGANNARASISTUDI

Rezza Sadewo : Situasi Keluarga dan Komunitas Punk Membuat Saya Belajar Bersikap Adil

Saya bersyukur sekali karena diterima Sekolah Ansos III 2018 yang diselenggarakan Nera Academia. Terlebih karena dalam Sekolah Ansos ini  mengangkat diskursus gender sebagai salah satu bidang kajian. Rasa syukur juga karena saya bertemu teman baru dan bisa memanfaatkan proses ini untuk belajar membuat analisis tajam yang nantinya mengarah pada perubahan sosial. Perubahan sosial yang saya […]

0 0 122

BUKUFILSAFATKEBUDAYAANSTUDI

Colin Bird : Filsafat Politik dan Aktivitas Politik, Pertentangan tajam antara “teori” dan “praktik”

Kita telah melihat bagaimana, dalam diskusi yang menyelidiki kemungkinan pembenaran-pembenaran yang mungkin ditawarkan untuk cara-cara yang berbeda dari organisasi-organisasi politik, kita dituntun untuk merefleksikan sifat-sifat dasar dari konsep-konsep politik seperti keadilan, kebebasan, otoritas, negara, dst. Namun, sebagian orang menjadi kurang sabar dengan hasil yang berfokus pada konsep-konsep dan ide-ide, dan mengeluhkan bahwa hal tersebut menjadikan […]

0 1 93

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Tinjauan Kritis Terhadap Pemikiran Driyarkara

Kalau ditelusuri, memang masih belum banyak para pemikir atau penulis yang memberikan tanggapan atau komentar terhadap buah pikiran Driyarkara. Lebih banyak ditemukan adalah karangan-karangan atau tulisan yang menguraikan kembali pemikiran-pemikiran Driyarkara sebagaimana yang ditemukan dalam beberapa buku atau skripsi. Namun hal ini tidak berarti bahwa tidak ada orang yang memberikan tanggapan atau komentar atas pemikiran […]

0 0 78

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Gotong Royong Sebagai Relevansi Konsep Sosialitas Driyarkara

Setiap buah pemikiran yang dihasilkan oleh seorang pemikir pasti memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pemikiran itu akan terasa lebih bermanfaat apabila mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pada bagian  ini penulis akan mencoba menguraikan relevansi pemikiran Driyarkara mengenai konsep sosialitasnya dalam situasi kehidupan masyarakat Indonesia. Gotong Royong dalam konsep Sosialitas Budaya gotong-royong merupakan budaya […]

0 0 103

FILMKEBUDAYAANPERSONASEJARAH

Mengenal Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Bagi generasi pecinta sastra dewasa ini, merupakan sebuah aib apabila tidak mengenal Wiji Thukul. Wiji Thukul merupakan seorang aktivis dan satrawan. Ia lahir di Sorogenen, Solo pada tanggal 26 Agustus 1963. Wiji Thukul yang memiliki nama asli Wiji Widodo ini adalah seorang legenda dalam dunia sastra. Terutama, sastra sebagai alat perjuangan bangsa. Karya-karyanya pada tahun […]

0 0 76

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAAN

Hominisasi dan Humanisasi : Tawaran Memanusiakan Manusia dalam Pendidikan

Ada pernyataan yang sangat bagus dari Almarhum Nurcolish Madjid alias Cak Nur terkait  relasi agama dan memanusiakan manusia. Cak Nur mengatakan demikian “Nilai-nilai kemenanusiaan hendaknya diwujudkan menjadi kemanusiaan yang aktif, menjiwai kegiatan-kegiatan praktis manusia,” Agama-agama menurut Cak Nur, membawa nilai kemanusiaan universal untuk membuat penganutnya  hidup bermakna, memiliki harkat dan derajat manusia  yang mulia. Jika […]

0 0 182

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANSEJARAH

“Nunduk” dan Sejarah yang Bukan dari Ruang Kosong

Manusia adalah mahluk menyejarah. Ini teori umum dalam Filsafat Sejarah. Sejarah (“historia”) merupakan kata Bahasa Yunani yang berarti “belajar dengan penyelidikan” (learning by inquiry). Manusia sebagai “yang berada dalam dunia”--(istilah Martin Heidegger)-- merupakan pencipta sejarahnya. Manusia dan dunia --seperti dikutip dari Gabriel Marcel-- “saling memberi dan menerima.” “Manusia menghuni, memperindah, merawat dan mengubah dunia menjadi […]

0 0 109

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Khoirur Roziqin : Mendidik Manusia Indonesia Jadi Generasi Pancasilais

Didik atau mendidik dalam KBBI didefinisikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan dalam KBBI didefinisikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dalam kajian bahasa Arab ada perbedaan antara kata mengajar عَلَّمَ يُعَلِّمُ […]

0 2 241

KEBUDAYAANKOMUNITASPERSONAREFLEKSI

Uci Shintia : Toleransi Masih Ada, Walaupun Kita Tersakiti

Beberapa hari setelah kejadian bom bunuh diri yang memberikan sebuah catatan merah kota Surabaya. Jumat sore (18/05), Komunitas Pecinta Pancasila mengikuti kegiatan Suroboyo Guyub Rukun di GKI Surabaya, tepatnya di Jalan Diponegoro. Kegiatan ini dihadiri  107  organisasi dan komunitas yang ada di Surabaya. Aku beserta adik-adik mewakili Komunitas Pecinta Pancasila. Sebelum aku menaruh sepedaku di […]

0 1 215

FILSAFATKEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Memperebutkan Allah sebagai legitimasi Amanah Rakyat

Invocatio Dei dalam makna kesalehan merujuk pada sikap batin “yang memanggil” Allah untuk menjadi dasar, penyelenggara dan tujuan hidup si penghayat doa/kesalehan. Dalam dunia politik, invocatio dei merupakan prinsip yang memberi rujukan pada Allah dalam konstitusi, dimana Konstitusi didasarkan “atas nama” Allah. Dalam pembukaan konstitusi kita tertulis “atas berkat Rahmat Allah yang maha kuasa............................maka Bangsa Indonesia […]

0 2 231

DISKUSIKEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia : Merajut Harapan dan Praksis Solidaritas dalam Narasi

Beberapa minggu lalu, seorang kawan meminta saya untuk menjadi pembedah buku “Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia”. Kawan saya ini berkata bahwa beberapa kawan yang menulis dan menginisiasi buku ini adalah kawan-kawan jaringan kami juga. Kawan saya ini kemudian bercerita sedikit tentang latar belakang dan tujuan penulisan buku tersebut. Saya tertarik dan terkesan. Setelah […]

0 4 510

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSI

Abigail Soesana : Empat Generasi Tionghoa dan Dilema Diskriminasi dan Cinta Tanah Air Indonesia

  Kakek adalah Tionghoa “totok” yang berjiwa sosial Aku terlahir di keluarga Tionghoa dari kakek Njoo Tiek Sien yang dikenal sebagai “totok” (Tionghoa asli), generasi pertama dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) yang mendarat di Indonesia sejak belia. Waktu tiba di Indonesia, kakek masih berumur 14 tahun dan bekerja dari nol membuka toko sembako di kota […]

0 1 175

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Aan Anshori : Ketakutan dan kesalahpahaman saya terhadap Tionghoa mencair setelah ketemu Gus Dur

Saya tidak punya teman Tionghoa sejak kecil hingga masuk kuliah. Jika dihitung lamanya sekitar 19 tahun. Hal ini nampaknya merupakan kewajaran bagi warga Kauman, desa tempat saya lahir yang jaraknya 13an kilometer arah timur kota Jombang Jawa Timur. Kauman bukanlah wilayah terpencil. Sebaliknya, Kauman bisa dikatakan desa dalam kategori paling terhormat. Tujuh belas desa di kecamatan saya, Mojoagung, […]

0 1 191