HomeAKSIGEMA Surabaya : Belajar bersama untuk membangun kampung halaman

GEMA Surabaya : Belajar bersama untuk membangun kampung halaman

AKSI KOMUNITAS MITRA KARYA 0 0 likes 170 views

Generasi Muda Adonara (GEMA) Surabaya kembali menggelar Kaderisasi Lanjutan (KELAK) pada tanggal 4-6 Mei 2018 bertempat di Bumi Perkemahan LANUD-AL-Juanda. KELAK merupakan pelatihan tahap kedua yang dilakukan GEMA Surabaya untuk mempersiapkan kader-kadernya melanjutkan roda organisasi, dan terlibat langsung dalam dalam menyelesaikan masalah social kemasyarakatan. GEMA-Surabaya Sendiri merupakan organisasi daerah yang menghimpun orang-orang muda asal Pulau Adonara-Flores Timur yang berdomisili di  Kota Surabaya.

Boscho Gorantokan, Ketua umum GEMA-Surabaya mengatakan bahwa KELAK merupakan salah satu bentuk kontribusi GEMA dalam usaha Gelekat Lewo Tanah (membangun kampung halaman). GEMA ingin menjadi rumah yang nyaman bagi putra-putri Adonara di Surabaya, untuk belajar bersama menjadi generasi yang mampu memberikan dampak baik bagi sesama.

“Gema dari awal berdirinya punya visi untuk terlibat dalam usaha Gelekat Lewo Tanah. Ada banyak cara untuk Gelekat. Gelekat bisa dilakukan dari manapun kita berada. Dan mempersiapkan Generasi muda untuk peka terhadap masalah-masalah social adalah cara GEMA untuk melakukan gelekat itu sendiri” kata Boscho.

Baca juga : Driyarkara : Sosialitas Dalam Konteks Masyarakat Indonesia

“Tentu tidak cukup untuk melakukan pengkaderan dalam 3 hari. Tapi ini merupakan titik awal. Dalam KELAK ini setidaknya kami ingin mengajak teman-teman peserta melihat kembali posisinya sebagai orang muda di tengah masyarakat, dan menyadari bahwa kita berada di tengah masyarakat yang sedang tidak baik-baik saja. Itu sebabnya kami mengangkat tema MUDA, KREATIF,BERDAMPAK; bahwa orang muda selalu punya cara yang khas untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.” Tambah mahasiswa Administrasi Negara UNITOMO ini.

Foto Nera Academia.

Santus Wai, ketua pelaksana KELAK 2018 dalam sambutanya juga menyampaikan bahwa untuk tahun ini KELAK akan dilaksanakan dengan konsep yang lebih sederhana. Sederhana dalam arti tidak banyak berteori, tetapi langsung pada hal-hal praktis. Kami berusaha mengemas Metode, Model dan Materi yang lebih sederhana agar lebih familiar dengan Kaum Muda. Untuk itu dibutuhkan lebih banyak partisipasi dari peserta. Materi KELAK yang biasanya disajikan dengan model ceramah, kali ini kami coba untuk memakai model diskusi.

“Semua materi selalu ada sesi diskusinya. Kami berharap dengan ini Generasi Muda Adonara mulai terbiasa dengan budaya diskusi, menyampaikan kegelisahan masing-masing lalu mencari solusi bersama-sama.” Ungkap Santus.

Baca juga : Rembuk Perjumpaan Tionghoa Indonesia di Kaki Gunung Penanggungan

“Untuk sampai pada pelatihan ini kami sudah melalui proses yang panjang. Mulai dari membahas konsep sampai dengan hal-hal teknis. Semoga kerja keras panitia selama kurang lebih 2 bulan ini juga bisa menjadi salah satu dampak kecil untuk masyarakat. Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, kami akan mengadakan diskusi rutin untuk persiapan Paket Pulang Kampung, sebuah program lainnya yang dilakukan di Adonara pada liburan semester genap mendatang. Mantap Jiwa!” kata mahasiswa Fakultas Ekonomi Manajemen UNTAG Surabaya ini mengakhiri pembicaraan.

Reportase : Juven Timur

Please share,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *