HomeREFLEKSISASTRACERITA PENDEK

CERITA PENDEK

CERITA PENDEKSASTRA

Goresan Tinta Kamar 23

Pah… Apa kabar? Di sini dingin. Di sini sunyi. Dan di sini sepi. Dennis merasa sangat kesepian. Namaku Dennis. Usiaku 25 tahun. Orangtuaku sudah lama bercerai. Mama kini sudah bersama dengan pria baru yang sekarang sudah menjadi suami barunya. Sedangkan Papaku sudah meninggal setahun setelah Mama memutuskan bercerai dengan Papaku. Malam itu aku melihat Papa […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Pemilik Sepeda Tua

Siang ini terik matahari di langit Desa Mrandu kian membuat angin menderu dengan sengit. Batang-batang padi yang mengepung desa terus dipaksa merunduk dan tertunduk oleh sapuannya, walau tanpa bulir di ujung tangkainya. Debu-debu desa yang terbang terpilin tampak mengekor roda-belakang sepeda tua yang bersandar di salah satu tiang gapura. Dari dalam sepetak rumah, sepasang mata […]

0 1
Tanggapan Untuk Narno

CERITA PENDEKREFLEKSISASTRA

Narno dan Kegelisahan Ekologis Pengarang

Membaca Narno, cerpen karya Thomas Satriya di Idenera.com membuat saya membayangkan bagaimana nelayan tambak menyambung hidup mereka. Sejauh saya tahu, nelayan tambak adalah anomali dari kehidupan nelayan yang umumnya dicirikan sebagai kehidupan yang serba kekurangan. Mereka bertahan hidup dari hasil laut. Meski untung-untungan, kalau mereka bisa menjadi seorang nelayan tambak, sekurang-kurangnya ia memiliki pilihan penghasilan […]

0 1

CERITA PENDEKSASTRA

Narno

Narno bukan orang sembarangan. Dia legenda desa ini. Itu kudengar dari Kang Aris, pemilik warung teh dan gorengan di sini, tempat orang-orang desa bertukar cerita. Aku memutuskan mencari Narno di sana, dua malam lalu. “Kalau kau beruntung, Kang,” katanya, “Narno yang akan mendatangimu.” “Ini bukan tentang keberuntungan,” kataku. “Aku yang akan mencarinya, Kang.” Sebelumnya tak […]

0 0
Acha Hallatu

CERITA PENDEKSASTRA

Bakwan Terakhir

“Ini bakwannya sudah Ibu buat,” teriak Ibu dari dapur. Setiap pekan Ibu senang membuat bakwan untukku. Ya, tujuh hari dalam seminggu hanya saat pekan tepat hari Sabtu adalah hari special buatku karna Ibu selalu memasak bakwan jagung kesukaanku. Tidak ada hari lain yang menyenangkan seperti hari ini. Hari dimana aku dan Ibu senang bercanda gurau. […]

0 3

CERITA PENDEKSASTRA

Sayur Asem

Dado sedang duduk membaca buku ketika sayup-sayup terdengar suara gemeratak. Dia tidak menoleh, pun tidak terganggu oleh suara itu. Ibu jari dan telunjuknya tetap tenang menjepit dan membalik halaman-halaman buku di hadapannya. Mata, pikiran, dan telinganya tidak dapat ditemukan saat ini. Kesadarannya sedang mengajak mereka terbang menuju akhir abad 19. Suatu masa ketika seseorang di […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Kopi (di) Larang

Rolling door ruko Cak Dulmatin sudah menutup hampir setengah gawang-pintu warungnya. Untung cahaya matahari dan udara yang tak sepenuhnya segar masih diperbolehkan keluar-masuk lewat sela pintu dan lantainya. Di bagian dalam warung itu Paido dan beberapa orang lain telah duduk di kursi panjang menikmati kopi bikinan Cak Dulmatin. Tak ketinggalan sebuah televisi layar datar dua […]

0 2
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (II)

Pada hari minggu pagi seperti ini biasanya jalanan Karang Kadhempel riuh dipenuhi lalu-lalang orang yang ingin pelesiran ke jantung kota. Tak terkecuali para panakawan. Galibnya, mereka berkumpul terlebih dahulu di rumah Semar. Lantas bergegas bersama ke Amarta untuk temu-kangen dan menghibur para bendara-nya. Rumah Semar itu jauh dari segala bentuk kemewahan. Pekarangannya tak begitu jembar […]

0 0
Heru Harjo

CERITA PENDEKSASTRA

Gara-Gara Nico (1)

“Setelah bertahun-tahun bersama, aku pun baru sadar, ternyata ia seperti bumi yang kuinjak saban hari atau bayu yang kuhirup sepanjang waktu: kehadirannya begitu vital dan nyata tetapi kerap kali tak tersadari—setidaknya hal ini berlaku bagiku. Mungkin ocehan ini terlalu berlebihan. Tetapi yang pasti, ia begitu akrab denganku—atau lebih tepatnya: akulah yang mengakrabinya. Maka dari itu, […]

0 0