HomeREFLEKSISASTRACERITA PENDEK

CERITA PENDEK

CERITA PENDEKSASTRA

Ceritaku Bareng Abang Ojol

            “Aku pulang dulu, ya. Kapan-kapan aku main lagi kesini,” ucapku kepada Erikson teman baikku dari SMA.             Namaku Acha Hallatu. Dari SMA sampai sekarang aku kuliah, aku selalu bergantung sama aplikasi Go-jek. Kemana-mana selalu diantar driver ojol. Karna Mamaku enggak ngasih aku mengendarai sepeda motor. Takut nabrak dan ditabrak, kata Mamaku.             Hari itu […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Cerita (Enggak) Lucu

Aku dan kamu sering mendengar kata-kata, don’t judge book by its cover. Sampai detik ini aku masih terngiang kata-kata itu. Sambil aku ketawa sendiri membayangkan kata-kata itu. Buatku kata-kata itu benar-benar relate banget sih sama kehidupan nyata kita masing-masing. Mungkin kamu sering atau minimal pernah diperlakukan tidak baik hanya karna penampilan luarmu. Ya, aku baru […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Pagi Jadi Pengasuh, Malam Jadi Pe-nulis

Tulisan ini ditulis pada malam hari saat aku udah kelar jadi pengasuh. Karna pagi hari aku jadi pengasuh dan malam hari aku jadi penulis. Aku merasa sedikit bingung, menganggap ini rutinitas atau apa? Tapi bagiku ini passionate. Sebuah gairah yang sampai detik ini enggak pernah luntur sih. Sebenarnya udah lama sih aku menyadari bahwa aku […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Ditulis Oleh (Bukan) Calon Tante

Tulisan ini ditulis saat pandemi mengusik ketenangan kita. Itu kenapa aku sedikit mengkhawatirkan keadaan kamu yang membaca tulisan ini. Kamu apa kabar? Semoga selalu dalam perlindungan Tuhan. Mungkin aku belum begitu familiar di telinga kamu tapi izinkanlah agar kita bisa saling sayang seperti pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Perkenalkan namaku Acha. Aku ingin […]

0 2

CERITA PENDEKSASTRA

Goresan Tinta Kamar 23

Pah… Apa kabar? Di sini dingin. Di sini sunyi. Dan di sini sepi. Dennis merasa sangat kesepian. Namaku Dennis. Usiaku 25 tahun. Orangtuaku sudah lama bercerai. Mama kini sudah bersama dengan pria baru yang sekarang sudah menjadi suami barunya. Sedangkan Papaku sudah meninggal setahun setelah Mama memutuskan bercerai dengan Papaku. Malam itu aku melihat Papa […]

0 1

CERITA PENDEKSASTRA

Pemilik Sepeda Tua

Siang ini terik matahari di langit Desa Mrandu kian membuat angin menderu dengan sengit. Batang-batang padi yang mengepung desa terus dipaksa merunduk dan tertunduk oleh sapuannya, walau tanpa bulir di ujung tangkainya. Debu-debu desa yang terbang terpilin tampak mengekor roda-belakang sepeda tua yang bersandar di salah satu tiang gapura. Dari dalam sepetak rumah, sepasang mata […]

0 1
Tanggapan Untuk Narno

CERITA PENDEKREFLEKSISASTRA

Narno dan Kegelisahan Ekologis Pengarang

Membaca Narno, cerpen karya Thomas Satriya di Idenera.com membuat saya membayangkan bagaimana nelayan tambak menyambung hidup mereka. Sejauh saya tahu, nelayan tambak adalah anomali dari kehidupan nelayan yang umumnya dicirikan sebagai kehidupan yang serba kekurangan. Mereka bertahan hidup dari hasil laut. Meski untung-untungan, kalau mereka bisa menjadi seorang nelayan tambak, sekurang-kurangnya ia memiliki pilihan penghasilan […]

0 1

CERITA PENDEKSASTRA

Narno

Narno bukan orang sembarangan. Dia legenda desa ini. Itu kudengar dari Kang Aris, pemilik warung teh dan gorengan di sini, tempat orang-orang desa bertukar cerita. Aku memutuskan mencari Narno di sana, dua malam lalu. “Kalau kau beruntung, Kang,” katanya, “Narno yang akan mendatangimu.” “Ini bukan tentang keberuntungan,” kataku. “Aku yang akan mencarinya, Kang.” Sebelumnya tak […]

0 0
Acha Hallatu

CERITA PENDEKSASTRA

Bakwan Terakhir

“Ini bakwannya sudah Ibu buat,” teriak Ibu dari dapur. Setiap pekan Ibu senang membuat bakwan untukku. Ya, tujuh hari dalam seminggu hanya saat pekan tepat hari Sabtu adalah hari special buatku karna Ibu selalu memasak bakwan jagung kesukaanku. Tidak ada hari lain yang menyenangkan seperti hari ini. Hari dimana aku dan Ibu senang bercanda gurau. […]

0 4

CERITA PENDEKSASTRA

Sayur Asem

Dado sedang duduk membaca buku ketika sayup-sayup terdengar suara gemeratak. Dia tidak menoleh, pun tidak terganggu oleh suara itu. Ibu jari dan telunjuknya tetap tenang menjepit dan membalik halaman-halaman buku di hadapannya. Mata, pikiran, dan telinganya tidak dapat ditemukan saat ini. Kesadarannya sedang mengajak mereka terbang menuju akhir abad 19. Suatu masa ketika seseorang di […]

0 0

CERITA PENDEKSASTRA

Kopi (di) Larang

Rolling door ruko Cak Dulmatin sudah menutup hampir setengah gawang-pintu warungnya. Untung cahaya matahari dan udara yang tak sepenuhnya segar masih diperbolehkan keluar-masuk lewat sela pintu dan lantainya. Di bagian dalam warung itu Paido dan beberapa orang lain telah duduk di kursi panjang menikmati kopi bikinan Cak Dulmatin. Tak ketinggalan sebuah televisi layar datar dua […]

0 2