HomeAKSIIndustri Kertas Daur Ulang Cemari Kali Porong

Industri Kertas Daur Ulang Cemari Kali Porong

0 13 views share

River Warrior, PoskoKKLuLa (Pos Koordinasi Keselamatan Korban Lumpur Lapindo), dan Brigade Evakuasi Popok melakukan ekspedisi menyusuri sungai-sungai di Sidoarjo. Ekspedisi ini menemukan tumpukan sampah plastik sepanjang bantaran sungai.

“Kami menemukan 856 pohon-pohon di tepian Kali porong yang terbungkus dengan sampah plastik seperti kemasan sampho, tas kresek, popok dan food packaging (bungkus makanan),” ungkap Aeshnina Azilan Aqilani koordinator River Warrior yang selama dua hari menyusuri Kali Porong dan kanal Mangetan.

Lebih Lanjut Aeshnina juga menyebutkan temuan tentang banyaknya timbunan sampah rumah tangga di kanal Mangetan dan Kali Porong.

“Tidak tersedianya tempat sampah yang memadai membuat masyarakat membuang sampahnya ke sungai,” ungkap Aeshnina.

BACA JUGA :   Perjalanan Relawan Kelas Tunas Menyapa Flores

Selain temuan sampah plastik, tim ekspedisi Kali Porong juga menemukan 3 pabrik kertas daur ulang membuang limbah cair yang berpotensi mencemari Kali Porong.

“Kami menemukan masih adanya pabrik-pabrik yang membuang limbah cair mencemari sungai, kami temukan limbah cair PT Tjiwi Kimia Tbk, PT Pakerin (Pabrik Kertas Indonesia), dan PT Eratama Megasurya yang berbau menyengat, berwarna putih pekat yang berpotensi mencemari Kali Porong,” ungkap Azis, koordinator BEP.

Industri Kertas Daur Ulang Cemari Kali Porong

Lebih lanjut Azis menuturkan bahwa TDS (total dissolved solid) atau kandungan ion terlarut limbah cair ketiga perusahaan diatas 1500 ppm yang menunjukkan tidak beroperasinya unit pengolah limbah cair yang optimal.

BACA JUGA :   Nahdlatul Ulama : Sumbangan Islam Terhadap Bangsa Indonesia

“Tingginya TDS air limbah jauh diatas TDS kali porong sebesar 323 ppm, tingginya ppm air limbah menyebabkan air kali Porong keruh,” ungkap Azis.

Lemahnya pengawasan terhadap industri membuat mereka kerap membuang limbah cair yang mencemari sungai.

“Harus ada upaya pengawasan berupa patroli sungai untuk memonitoring buangan limbah cair pabrik kertas yang dibuang di kali porong,” ungkap Azis lebih lanjut.

Alumni Hukum Universitas Bhayangkara Surabaya ini menyatakan bahwa jika tidak dikendalikan akan membawa dampak penurunan kualitas air Kali Porong. Ada ribuan hektar tambak udang dan bandeng di Sidoarjo yang memanfaatkan air Kali Porong sebagai media budidaya tambak.

BACA JUGA :   Tanpa kedaulatan ekonomi, Kemajuan Indonesia hanya utopia

Ia berharap perusahaan-perusahaan di sepanjang sungai untuk lebih sungguh-sungguh memantau kualitas limbah industri mereka sebelum digelontor ke sungai Porong.

Temuan sampah plastik di Kali porong dan kanal Mangetan juga diduga kerena kelalaian Pemkab Sidoarjo yang tidak optimal dalam pengawasan dan pelayanan sampah rumah tangga.

Industri Kertas Daur Ulang Cemari Kali Porong

“Pemkab Sidoarjo tidak menyediakan tempat sampah sehingga banyak orang yang tinggal dekat sungai membuang sampahnya ke sungai, Pemkab juga harus membuat peraturan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai,” pungkas Aeshnina.

Sampah plastik menjadi momok bagi lingkungan dan perairan karena 52% sampah yang ada disungai adalah sampah plastik.

Please share,