HomeNARASIFILSAFATPerjalanan hidup Herbert Marcuse

Perjalanan hidup Herbert Marcuse

0 357 views share

Herbert Marcuse lahir pada tanggal 19 Juli 1898 di kawasan Charlotenberq, Berlin, dari kalangan Yahudi yang sudah berasimilasi secara baik dengan lingkungan dan kebudayaan Jerman. Ayahnya adalah pemilik pabrik testil dan secara politis menjadi pendukung Partai Sosial Demokrat (SPD). Semasa mudanya, Herbert bergabung dengan kelompok pemuda Wandervogel dan menamatkan diplomanya di Gymnasium Agustus 1917/1918.

Pada bulan November 1918, Marcuse mengikuti wajib militer sebagai cadangan untuk Angkatan Udara di Divisi Cadangan 18 yang berkedudukan di Postdam. Herbert mengalami gangguan mata yang membuat dia dipindahkan ke Cadangan Zeppelen 1 di Berlin. Kemudian, Marcuse berhasil terpilih untuk mengikuti pendidikan di Dewan Militer di Reinickendroft, Berlin.

BACA JUGA :   William James : Kebenaran, Kemanusiaan dan Keyakinan

Baca juga : Menakar Pendidikan Berorientasi Pasar bersama Marcuse dan Fromm

Secara politik, Marcuse pernah menjadi anggota aktif SPD dari tahun 1917 hingga 1918. Akibat kecewa dengan tingkah laku politisi SPD dan terpukul atas pembunuhan Rosa Luxemburg dan Karl Liekbknecht. Marcuse memutuskan keluar dari partai dan melanjutkan ke Universitas Humbold di Berlin dan kemudian melanjutkan ke Universitas Freiburg di Breisgau. Mata kuliah yang ia ambil mengenai sejarah literatur baru Jerman, filsafat, dan ekonomi politik. Tahun 1922, ia berhasil meraih gelar doktor di bawah bimbingan Prof. Philipp Witkop.

Image result for herbert marcuse

Sesudah menyelesaikan program doktoral, Marcuse kembali ke Berlin dan mengelola sebuah penerbitan dan toko buku tua milik keluarga. Pada saat itu, ia sempat menyunting beberapa karya tulis beraliran kiri seperti teori Marxis, psikologi Gestalt, seni, dan aneka tema dalam filsafat yang menjadi majalah Das Dreieck dan merevisi bibliografi Schiller.

BACA JUGA :   Resensi Buku Benedict Anderson : Di Bawah Tiga Bendera, Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial

Baca juga : Sinetron: Manipulator Konsumsi Masyarakat Satu Dimensi 

Herbert Marcuse kemudian berkerja sama dengan Heidegger. Hal itu tidak berlangsung lama karena Heidegger mendukung partai kanan (Nazi), sedangkan Marcuse mendukung partai Sosial Demokrat yang beraliran kiri. Pada tahun 1932 Marcuse meninggalkan Freiburg untuk menuju ke Frankfurt.

Tugas tersebut merupakan penghargaan besar dan pengakuan resmi atas kesolidan formasi akademis-filosofis Marcuse. Mereka akan membawa institut pada posisi yang prestisius dalam sejarah pemikiran filosofis kontemporer dengan Teori Kristis sebagai trade mark institut.

Sumber : Jurnal Wiweka Vol 2 2017 oleh Yohanes Bryan Sabata.

Please share,