HomeREFLEKSIDISKUSI (Page 3)

DISKUSI

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Gotong Royong Sebagai Relevansi Konsep Sosialitas Driyarkara

Setiap buah pemikiran yang dihasilkan oleh seorang pemikir pasti memiliki manfaat bagi kehidupan masyarakat. Pemikiran itu akan terasa lebih bermanfaat apabila mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, pada bagian  ini penulis akan mencoba menguraikan relevansi pemikiran Driyarkara mengenai konsep sosialitasnya dalam situasi kehidupan masyarakat Indonesia. Gotong Royong dalam konsep Sosialitas Budaya gotong-royong merupakan budaya […]

0 0 171

DISKUSIKOMUNITASLINGKUNGANNARASI

Kritis itu Haram, Tugas Mahasiswa Itu Lulus Secepatnya

“Saya tidak tahu harus berbuat apa, teman-teman saya juga tidak melakukan apa-apa” . Jawaban ini sering didengar bahkan jadi jawaban pamungkas ketika kita dihadapkan pada masalah-masalah di masyarakat.  Ada kebimbangan, kebingungan dan keengganan di balik jawaban tersebut. Bimbang karena merasa tidak memiliki kemampuan, kapasitas untuk terlibat. Mengharapkan orang lain saja yang melakukannya. “Ada orang yang […]

0 1 255

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAAN

Hominisasi dan Humanisasi : Tawaran Memanusiakan Manusia dalam Pendidikan

Ada pernyataan yang sangat bagus dari Almarhum Nurcolish Madjid alias Cak Nur terkait  relasi agama dan memanusiakan manusia. Cak Nur mengatakan demikian “Nilai-nilai kemenanusiaan hendaknya diwujudkan menjadi kemanusiaan yang aktif, menjiwai kegiatan-kegiatan praktis manusia,”   Agama-agama menurut Cak Nur, membawa nilai kemanusiaan universal untuk membuat penganutnya  hidup bermakna, memiliki harkat dan derajat manusia  yang mulia. […]

0 0 501

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANSEJARAH

“Nunduk” dan Sejarah yang Bukan dari Ruang Kosong

Manusia adalah mahluk menyejarah. Ini teori umum dalam Filsafat Sejarah. Sejarah (“historia”) merupakan kata Bahasa Yunani yang berarti “belajar dengan penyelidikan” (learning by inquiry). Manusia sebagai “yang berada dalam dunia”--(istilah Martin Heidegger)-- merupakan pencipta sejarahnya. Manusia dan dunia --seperti dikutip dari Gabriel Marcel-- “saling memberi dan menerima.” “Manusia menghuni, memperindah, merawat dan mengubah dunia menjadi […]

0 0 163

BUKUDISKUSIFILSAFATSEJARAH

Resensi Buku Benedict Anderson : Di Bawah Tiga Bendera, Anarkisme Global dan Imajinasi Antikolonial

Anarkisme sering disalahpahami sebagai kebrutalan dan kekerasan. Dalam filsafat politik, Anarkisme berarti paham yang menyatakan masyarakat bisa berjalan tanpa otoritas negara.[1] Sejarah Anarkisme memiliki keterkaitan dengan gagasan sosialisme dalam hal cita-cita politik untuk membebaskan pekerja dari alienasi dan komitmen terhadap kaum tertindas. Namun demikian, Anarkisme menolak efek terburuk dari sosialisme yang mungkin terjadi yaitu totalitarianisme […]

0 0 302

DISKUSILINGKUNGANTEKNOLOGI

Pendidikan dan kekonyolan di media sosial

Saya bukanlah orang yang terlibat dalam dunia pendidikan di Indonesia. Saya juga bukan orang yang ahli dalam bidang pendidikan. Namun dengan tulisan ini saya hendak menyampaikan suatu kegelisahan pribadi mengenai dunia pendidikan Indonesia. Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi serta pengamatan saya tentang pendidikan di Indonesia. Ada pun contoh yang saya sertakan tidak merujuk langsung pada […]

0 0 238

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANNARASI

Khoirur Roziqin : Mendidik Manusia Indonesia Jadi Generasi Pancasilais

Didik atau mendidik dalam KBBI didefinisikan sebagai memelihara dan memberi latihan (ajaran, tuntunan, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan dalam KBBI didefinisikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.   Dalam kajian bahasa Arab ada perbedaan antara kata mengajar عَلَّمَ […]

0 3 304

DISKUSIFILSAFATNARASIREFLEKSISEJARAH

Driyarkara : Sosialitas Dalam Konteks Masyarakat Indonesia

Dalam pemikirannya tentang sosialitas, Driyarkara memperlihatkan kedudukan sosialitas dalam eksistensi manusia. Driyarkara menjelaskan bahwa eksistensi manusia merupakan cara berada manusia yang khas di dunia. Cara berada manusia yang khas dalam pandangan Driyarkara adalah dalam sosialitas. Dengan kata lain, hidup bersama oleh Driyarkara pahami sebagai sosialitas, yaitu eksistensi manusia dalam hidup bersama dengan orang lain dan […]

0 0 293
Andre Yuris

DISKUSIFILSAFATLINGKUNGANNARASIREFLEKSI

Menanggapi Meliorisme William James : Kemungkinan Buruk Kehendak Bebas   

Pengantar William James merupakan tokoh pragmatisme Amerika yang terbesar. Bersama Pierce dan Dewey, James menempati salah satu tempat ‘istimewa’ sebagai pendiri pragmatisme Amerika. Pragamatisme diawali oleh Pierce sebagai sebuah metode untuk menjernihkan pikiran. Pragmatisme William merupakan penerusan dari teori Pierce, tetapi baginya pragmatisme bukan sekedar metode tapi juga berkaitan tentang teori tentang kebenaran. Kebenaran bagi […]

0 0 284

BUKUDISKUSIREFLEKSISASTRA

Kegilaan Hidup dalam Veronika Decide to Die

Dalam kehidupan manusia, realitas kematian merupakan hal yang niscaya. Kematian membawa orang kepada sebuah permenungan tentang makna hidup. Pandangan yang berbeda dalam merenungkan kematian akan membawa pada pemaknaan hidup yang berbeda pula. Ada dua besar aliran pemikiran tentang kematian, yaitu ateisme dan teisme. Bagi ateisme kematian adalah akhir dari segalanya, sedangkan bagi teisme kematian merupakan […]

0 2 241

DISKUSIKEBUDAYAANNARASIREFLEKSI

Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia : Merajut Harapan dan Praksis Solidaritas dalam Narasi

Beberapa minggu lalu, seorang kawan meminta saya untuk menjadi pembedah buku “Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia”. Kawan saya ini berkata bahwa beberapa kawan yang menulis dan menginisiasi buku ini adalah kawan-kawan jaringan kami juga. Kawan saya ini kemudian bercerita sedikit tentang latar belakang dan tujuan penulisan buku tersebut. Saya tertarik dan terkesan. Setelah […]

0 4 563

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANREFLEKSI

Abigail Soesana : Empat Generasi Tionghoa dan Dilema Diskriminasi dan Cinta Tanah Air Indonesia

  Kakek adalah Tionghoa “totok” yang berjiwa sosial Aku terlahir di keluarga Tionghoa dari kakek Njoo Tiek Sien yang dikenal sebagai “totok” (Tionghoa asli), generasi pertama dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok) yang mendarat di Indonesia sejak belia. Waktu tiba di Indonesia, kakek masih berumur 14 tahun dan bekerja dari nol membuka toko sembako di kota […]

0 1 225
aan anshori

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANNARASI

Aan Anshori : Ketakutan dan kesalahpahaman saya terhadap Tionghoa mencair setelah ketemu Gus Dur

Saya tidak punya teman Tionghoa sejak kecil hingga masuk kuliah. Jika dihitung lamanya sekitar 19 tahun. Hal ini nampaknya merupakan kewajaran bagi warga Kauman, desa tempat saya lahir yang jaraknya 13an kilometer arah timur kota Jombang Jawa Timur. Kauman bukanlah wilayah terpencil. Sebaliknya, Kauman bisa dikatakan desa dalam kategori paling terhormat. Tujuh belas desa di kecamatan saya, Mojoagung, […]

0 1 254

BUKUDISKUSIKEBUDAYAANMITRA KARYANARASI

Dibalik terbitnya buku “Ada Aku di Antara Tionghoa dan Indonesia”, Aku berlutut di hadapan Cino Suroboyo

Ceritanya kira-kira begini. Ketika sentimen anti Tionghoa menguat lagi dengan munculnya sosok Ahok, 3-4 tahun lalu, aku mulai membaca beberapa literatur. Tujuannya, menemukan penyebab kebencian yang tertanam dalam diri non-tionghoa, dalam konteks personal diriku; Islam-Jawa.   Aku terperanjat saat menemukan catatan historis penuh kekelaman yang menimpa etnis Tionghoa, "Betapa beratnya menjadi Tionghoa di Indonesia. Ndak […]

0 0 676