PUISI

PUISISASTRA

Suatu Pagi di Musim Semi

Pagi hari di musim semi aku menyusur jalan-jalan sepi Di perempatan aku belok kiri Menatap tembok-tembok bertuliskan satu imaji “Realitas yang mengimitasi seni” Oh, Tuhan semesta alam Aku bayangkan segala pekerjaanMu Percaya Kau berbuat semua itu aku menangis tersedu-sedu melihat kejahatan melenggang atas nama Mu Di atas bulir-bulir padi dan gandum Di atas tanah-tanah yang […]

0 0

PUISISASTRA

Sebelum Pagi

Burung hantu berkawan sunyiBerburu bintang di pekat bulu mata Sang MalamMenjelajah ruang-ruang gelapDi balik pendar sayap cahaya Rembulan patah dikoyak derap tapal sepatu kudatuli dirobek desing logam membisingburung-burung jatuh matihantu-hantunya melayang tak takut lagi O, terang Minerva!Menjelmalah kuku menembus lorong gelapMata Sang Malam dililit sepiMeledak senyap bintang-bintang mati Jiwa Minerva tetap bernyala! ditikam padam terbit […]

0 0

BUKUDISKUSIPUISISASTRA

Selamat Datang di Neraka: Fakta Pahit yang Tak Terelakkan

Meski sudah diingatkan sedari halaman pertama untuk tidak baper, namun daging buku terbitan Boenga Ketjil ini justru mampu membuat siapapun bergidik dan emosi. Mengangkat isu pemerkosaan, “Neraka” hadir mewakili suara lirih dari korban yang mungkin enggan untuk kita dengar. Kumpulan puisi “Neraka” memaksa kita untuk berdiri pada sepatu korban. Buku racikan Andreas Wicaksono ini, berhasil […]

0 0

PUISIREFLEKSISASTRA

NKRI HARGA MATI

Bapakku sulit kerjaKe sana ke mari diusirMenyakiti bapak adalah bolehMeludahi muka bapak tidak ditangkap HeranKenapa bapak tak melawan?Sakit hatiku kalau bapak diamSeperti menerima semua tikamanMendekap kami sambil bersenandungSenyumKepedihan itu ditelan bulat-bulatSendiri Ibu tak kalah meranaDiteriaki jalang dilempari batuIbu tak rela kami sedihKami tak boleh melihat penyiksaan ini Siang malam datang tentara bertanyaPagi sore polisi curiga […]

0 0

PUISISASTRA

Lena & Putih

Lena Lena ini datang lagiKarena kita mengundangnya Kau turut menyeretTapi mengkhianatinyaBunga kau tanamKau hempas jugaMengelusnya lalu kau injak-injak Aku terpojokLena merayukuMengecup leher dada dan kelaminku Mengapa kita tak buta saja?Atau tuli saja?Agar lena ituSejenak menimang kita Malah kau suruh akuMenganggap lalu Aku bukan batu Jember,7 Juli 2018 __________________________________________________________________________ Putih Jika ini fajarHaruskah kukatakan senja? Bila […]

0 1

PUISISASTRA

MARI KUBUNUH KAU

Kamu  Iya, Kamu Kamu Kau ke sini atau aku yang mendatangimu? Apapun, ini yang pasti terjadi : Ini batu-­batu untuk merajam kau Nanti seluruh badanmu akan hancur kena hujaman bebatu Selain batu, kutambah bara biar makin banyak dan mudah luka Batu-­batu dan bara sudah kusiapkan untuk menghujam Perlahan saja kuijin kau menikmati pedih lukamu tertimpa […]

0 0

KEBUDAYAANPERSONAPUISISASTRASEJARAH

Mengenal Wiji Thukul, Penyair Yang Ditakuti Orde Baru

Bagi generasi pecinta sastra dewasa ini, merupakan sebuah aib apabila tidak mengenal Wiji Thukul. Wiji Thukul merupakan seorang aktivis dan satrawan. Ia lahir di Sorogenen, Solo pada tanggal 26 Agustus 1963. Wiji Thukul yang memiliki nama asli Wiji Widodo ini adalah seorang legenda dalam dunia sastra. Terutama, sastra sebagai alat perjuangan bangsa. Karya-karyanya pada tahun […]

0 0