HomeAKSINera Talk 2017 : Kembali Ngobrol Tentang Indonesia
Nera Talk

Nera Talk 2017 : Kembali Ngobrol Tentang Indonesia

AKSI DISKUSI LIPUTAN MITRA KARYA 0 4 likes 660 views

NERA ACADEMIA kembali menggelar Nera Talk pada bulan Mei hingga Agustus 2017. Hal ini disampaikan Juven Timur, Kordinator Biro Diseminasi Isu Nera Academia saat FGD ((focus group discussion) bersama LESNIKA (Lembaga Studi Etnika) di Kampus UKDC.

 

“Nera Talk  adalah salah satu program rutin  Nera Academia. Ini merupakan diskusi rutin yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2013.  Setiap tahun Nera Academia menentukan ide dasar atau tema melalui diskusi internal maupun melibatkan jaringan atau yang kami sebut sebagai mitra karya “ jelas Juven Timur.

Nera Talk merupakan acara diskusi dan ngobrol santai,  namun tetap mengacu pada satu ide dasar. Ide dasar tersebut diperdalam jadi sub topik yang kemudian didiskusikan secara marathon. Secara marathon artinya bersinambungan dalam jangka waktu 2-3 bulan tiap hari jumat.

BACA JUGA :   Orang Helong, 'Betawinya' Kota Kupang

Pada tahun  2016 lalu, Nera Talk mengangkat ide dasar Penceritaan Sejarah Indonesia”. Ide ini kemudian diperdalam dengan membaca dan mendiskusikan Tetralogi Pulau Buru karya Pramudya Ananta Toer. Roman Pram dipilih karena dirasa mampu mewakili satu dari banyak cara menceritakan sejarah Indonesia. Diskusi empat roman Pram berlangsung secara marathon  dalam dua bulan dan mampu menarik minat orang muda dari beberapa komunitas di Surabaya.

Pada tahun 2017 dengan  Nera Talk mengangkat ide dasar “ Ke-Indonesia-an”.  Ide ini merupakan rekomendasi dari Nera Talk tahun 2016.  Dalam rekomendasi  2016 disebutkan bahwa “Ke-Indonesia-an adalah tentang keadaaan (condition), keaslian (authenticity)  dan keberlanjutan (sustainability) Indonesia”.

BACA JUGA :   Penutupan Sekolah Ansos 2017: Berdampak dan terlibat mengatasi kesenjangan

“Untuk memperdalam ide ke-Indonesia-an ini, kami akan mengadakan FGD dengan LESNIKA UKDC, CoGito, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan beberapa akademisi “ kata Juven yang juga mahasiswa Arsitektur UKDC Surabaya.

Terkait tempat pelaksanaan diskusi,  Andre Yuris Ketua Nera Academia  menjelaskan Nera Academia akan konsisten memilih ruang terbuka seperti warkop (warung kopi), angkringan dan lobi-lobi atau teras-teras kampus. Ruang terbuka dipilih agar ada dialektika,  ide dan gagasan  akan ditanggapi oleh siapa-pun dari berbagai latar belakang dan juga beririsan dengan ide-ide dan gagasan lainya.

“Pada tahun ini, bila tidak ada perubahan Nera Talk 2017 akan diselenggarakan di Angkringan Mbah Cokro. Angkringan Mbah Cokro sudah dikenal luas dan jadi tempat berkumpulnya komunitas-komunitas di Surabaya. Dengan itu, kami berharap #neratalk juga bisa jadi ruang dialog, interaksi dan dialektika antar komunitas. ” jelas Andre.

Terkait pendokumentasian diskusi, Nera Academia merencanakan penerbitan buku yang berisi kumpulan esai tentang ke-Indonesia-an.  Esai-esai tersebut selain dari pembicara atau pemantik diskusi juga dari peserta diskusi. Peserta diskusi atau siapapun dapat menuliskan resume atau tanggapan terhadap topik diskusi dalam bentuk esai. Selain diterbitkan dalam buku, esai yang sudah diseleksi akan diterbitkan secara berkala di website : www.idenera.com.

BACA JUGA :   Masyarakat yang bersedia radikal setara jumlah pemilih DKI Jakarta

*Informasi tentang Nera Talk 2017 : email : neraacademia@gmail.com. WA. Ria.085640669919, FB/IG : neraacademia 

Hosting Unlimited Indonesia
Please share,