HomeBudaya

Budaya

AKSIKOMUNITASLIPUTANMITRA KARYA

Rembuk Perjumpaan Tionghoa Indonesia di Kaki Gunung Penanggungan

Pada hari Jumat 27 April 2018, aktivis dari beberapa kota di pulau Jawa memulai perjalanan mereka menuju ke kegiatan “rembug kerja” di Ubaya Training Center, Trawas. Sebagian besar dari para aktivis datang dari Surabaya, tapi ada juga yang dari Jombang, Malang, Solo, Jogja, dan bahkan ada yang berencana untuk datang dari Jakarta tapi kemudian berhalangan […]

0 0

DISKUSIFILSAFATNARASIREFLEKSI

Apakah Tujuan Kita Belajar Filsafat ?

Pertanyaan tentang apa itu filsafat, mengapa berfilsafat, apa tujuan berfilsafat; tentu sudah banyak direfleksikan dalam pelbagai pemikiran dan buku-buku serius yang dapat ditemukan di perpustakaan dan koleksi-koleksi.   Namun, satu pertanyaan yang menggelitik saya sebagai tamatan dari kampus yang berkonsentrasi filsafat, khususnya filsafat agama, adalah bagaimana berfilsafat dengan baik, sederhana dan menyentuh pertanyaan konkrit umat […]

0 5
Kenduri Lingkungan

AKSIKOMUNITASLINGKUNGANLIPUTANMITRA KARYANARASI

Kenduri Lingkungan: Lestari Kendengku, Lestari Indonesiaku

Para petani yang tergabung dalam JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng), hari Selasa 5 Desember 2017  kembali  mendatangi Kantor Gubernur Jawa Tengah. Kedatangan mereka untuk kesekian kalinya ini untuk mengajak berbagai unsur profesi dan berbagai elemen masyarakat dari pegawai pemerintah, karyawan swasta, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat umum supaya ikut bersama-sama menyelamatkan dan menjaga kelestarian […]

0 3
Musik Reggae

DISKUSIFILSAFATKEBUDAYAANMITRA KARYANARASI

Membentuk Wacana Kritis Melalui Musik Reggae

Dewasa ini, kehidupan masyarakat masih diwarnai berbagai penindasan. Masyarakat lemah seingkali menjadi korban ketidakadilan. Kesejahteraan sosial hanya menjadi sebuah ‘omong kosong’ yang tidak ada artinya. Tentunya, wacana kritis perlu dibentuk supaya berbagai penindasan yang dialami oleh masyarakat bisa disuarakan.   Musik reggae menjadi salah satu upaya untuk membentuk wacana kritis. Lirik musik reggae yang menyuarakan […]

0 3
Membantu

DISKUSIFILSAFATREFLEKSI

Aku yang memegang kendali ke mana arah hidupku dan setiap arahnya menuju kesempurnaan

Kelas Analisa Sosial (Ansos) #2 mengajarkan dan memberikan saya pemahaman tentang “Manjadi Manusia”. Ansos sendiri merupakan pendekatan  mencari penyelesaian masalah dengan berbagai sudut pandang. Sering kali, kami menggunakan cara refleksi. Sehingga, di sini lah saya sedang menulis “Refleksi Aku dan Menjadi Manusia”. Manusia menurut KBBI adalah makhluk yang berakal budi dan dapat menguasai makhluk lain. […]

0 2
Manusia dan Perjalanan

DISKUSIREFLEKSISASTRA

Pentingnya pergi dari tempat kita saat ini dan Matilah di tempat yang jauh…jauh sekali..

Ada sebuah ungkapan menarik dari Cooper dalam film Interstellar, yang kurang lebih isinya begini bahwa manusia memang lahir di bumi tapi ia tidak mesti mati di bumi juga. Hal ini agak memberi pemahaman tentang siapa sebenarnya kita, manusia. Bisa jadi kita aslinya memang bukan mahluk bumi. Karena manusia ternyata jika ditilik dari sejarah memiliki kekuatan […]

0 2
Mural

FILSAFATKOMUNITASNARASI

Mural : Antara Seni dan Makna yang Tak Pernah Habis

Hidup manusia tidak pernah lepas dari seni. Perkembangan seni kiranya juga berbanding lurus dengan perkembangan manusia. Dengan kata lain, seiring berkembangnya zaman, seni pun semakin maju dan beragam bentuknya. Dewasa ini, banyak sekali bentuk-bentuk karya seni. Salah satu bentuk karya seni adalah mural. Mural seringkali kita jumpai di banyak tempat seperti di pinggir jalan atau […]

0 0
Sekolah Ansos

DISKUSILINGKUNGANPERSONAREFLEKSIWARGA

Johanes Piri : Dulunya saya kira Tionghoa itu kelompok eksklusif

Masyarakat Tionghoa di Tambak Bayan cukup beda dengan masyarakat Tionghoa yang saya tahu dan kenali di Surabaya. Dan juga mungkin umumnya di Indonesia. Saya pribadi selalu berpandangan bahwa orang Cina atau etnis Tionghoa itu pasti kaya. Ini semata karena pengalaman dan lingkunganku menunjukan demikian.   Berkunjung ke Tambak Bayan merupakan suatu pengalaman yang luar biasa. […]

0 0

AKSIDISKUSINARASIPERSONAREFLEKSI

Febriansyah : Ketika mereka independen, mereka terlihat seperti alien

Saya berharap suatu saat akan ada satu orang manusia yang dilahirkan dengan dua jenis kelamin yang menjadi nabi atau presiden yang akan memberitahu kita mengenai enaknya hidup dalam satu tubuh dengan dua jenis karakter dan bahkan individu yang berbeda. Jadi kita tidak harus mempermasalahkan gender lagi.   Seperti sekarang, Perempuan, spesies yang sepertinya harus selalu […]

0 3

AKSIDISKUSIPERSONAREFLEKSI

Saras Dumasari : Diam itu jauh lebih berbahaya, karena ia tak memihak*

Perkenalkan, namaku Saras. Berasal dari Banyuwangi dan besar dengan kultur NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah. Karena, rumahku berada di tengah perkampungan kedua ormas besar itu. Interakasi keduanya sangat kental padaku. Ada tahlilan dan sholat terawih 8 rakaat.   Pada usia tujuh tahun, aku kedatangan sepupu dari jauh, yaitu Amuntai (Kalimantan Selatan). Katanya, mama sepupuku orangnya […]

0 0

AKSIKOMUNITASPERSONAREFLEKSI

Anastasius Welerubun : Saat kebhinekaan bangsa kita terancam

Ketika dihadapkan dengan beberapa topik pilihan untuk dikembangkan dalam sebuah catatan refleksi, saya kemudian tertarik untuk menulis topik “saya dan SARA (Suku, Agama, Ras)”. Topik ini lalu mengingatkan saya akan sepenggal syair yang pernah lahir dalam kecemasan saya saat kebhinekaan bangsa kita terancam bahaya retak beberapa waktu lalu.   Begini bunyinya: “Anak-anak kebhinekaan bukan jari-jari […]

0 0

DISKUSIKOMUNITASLIPUTANMITRA KARYA

Sekolah Analisa Sosial : Berani masuk ke tengah-tengah persoalan masyarakat

“Jika kamu ingin lihat paus maka pergilah ke laut yang dalam, karena di pantai tidak akan ada ikan paus,” kata Andre Yuris dalam penjelasannya mengenai apa itu Analisa Sosial (Ansos) di Sekretariat PPM Surabaya, minggu (13/8). Ia juga menambahkan kalau mahasiswa sekarang sudah mulai kurang terlihat di masyarakat. Bahwa sebenarnya masyarakat berharap mahasiswa itu punya […]

0 1