HomeREFLEKSIDISKUSIMahasiswa Tak Selalu Benar

Mahasiswa Tak Selalu Benar

DISKUSI REFLEKSI WARGA 0 3 likes 165 views

Mahasiswa tak selalu benar. Tapi membiarkan skenario buzzer mendelegitimasi suara mahasiswa, itu berbahaya. Sebab Jokowi tak selamanya memimpin. Modelnya tak dijamin selalu ada dalam tiap kontestasi demokrasi.

Dan anda tidak pernah tahu di masa depan, model pemimpin apa yang akan dilahirkan demokrasi kita yang penuh politik uang. Anda tidak tahu, kapan anda benar butuh mahasiswa saat suara lain sudah dibungkam. Jadi jangan generalisir mahasiswa jadi-jadian dan tolol jadi representasi semua aksi yang masih punya dalil mengkritisi.

Hari ini mungkin ada kisruh oleh perusuh. Lalu sebagian lain menyalahkan mahasiswa. Padahal ada banyak ragam mahasiswa, termasuk mahasiswa jadi-jadian pro Revisi UU KPK yang kemarin kisruh di Rasuna Said. Padahal sederhana saja. Siapapun perusuh, tindak. Sebaliknya siapapun yang masih sebatas bersuara dan ingin menyampaikan aspirasi, ya difasilitasi. Apalagi mereka datang ke gedung DPR yang seharusnya menampung suara rakyat.

BACA JUGA :   PGMI Uinsa : Pengalaman kami belajar bersama Kelas Tunas Nera Academia

Penumpang gelap dalam gerakan mahasiswa itu biasa. Tapi tak lebih berbahaya daripada penumpang gelap di lembaga negara. Mereka tidak seperti para perusuh yang ngaku mahasiswa atau memang mahasiswa goblok yang bakar gerbang tol. Mereka penumpang gelap di lembaga negara, bisa melanggengkan pembakaran hutan bahkan membakar masa depan anda hingga anak cucu anda. Makanya bijaklah memilih dan memilah tudingan.

Kalau anda benci mahasiswa yang masih punya nurani, tapi diam pada mahasiswa jadi-jadian yang bela revisi UU KPK, anda mestinya bertanya. Anda sedang menyembah berhala macam apa?

Kawan-kawan mahasiswa yang benar-benar mahasiswa, semangat bertumbuh. Ini bulan tua, jangan lupa makanan akhir bulan. Boleh yang mi goreng, tapi waspada, aksi anda jangan sampai digoreng.

BACA JUGA :   UNICEF : Anak-Anak yang Terlibat Aksi Protes di Indonesia Harus Dilindungi

Sssstss.. Pulang dulu. Makin banyak abah-abah sampai emak-emak tukang goreng turun jadi mahasewa. Wasssspadahhhhh 😜

Oleh : Tom Sembiring. Pegiat Gerakan Jangkar Nusantara

Please share,