60 0

Emergency Room

Bagaimana seseorang mampu melewati hari terburuknya? Terjebak di dalam ruangan yang terkunci dari luar. Sesuatu menghalangi pandanganmu. Matamu tertutup olehnya. Gelap dan sunyi, bahkan kau tidak bisa melihat apapun. Mencoba meraba sekitarmu berharap menemukan petunjuk.

Tidak ada! Sebentar lagi akan mati. Tidak ada yang bisa dilakukan. Usaha apapun hanya akan sia-sia. Diam dan nikmati sisa waktu hidup ini.

Logika dan hati kecil seperti sedang berdebat. Logika mengatakan ini semua kutukan, aku tidak bisa lari darinya. Hati kecil mengatakan seseorang mungkin berusaha menyelamatkanmu, walau sembuh adalah hal yang mustahil namun dia akan terus menemanimu.

Seseorang berjalan menuju pintu itu. Kau mampu mendengar langkah kakinya. Tebakanmu selalu benar, dia memakai sepatu hitam bertumit rendah. Dia mengetuk pintu itu sebanyak angkamu, tiga.

Satu …

Dua …   

Tiga …

Kau menghitung dalam hatimu, berulang kali. Jangan biarkan dia pergi tanpa menyadari bahwa ada seseorang di dalam sana dan itu adalah dirimu.

Kau berhasil membuatnya menoleh kembali ke arah pintu itu dengan sengaja menciptakan suara aneh dari dalam ruangan. Dia tidak salah dengar, ada seseorang terjebak di dalam sana.

BACA JUGA :   Nurse in Love

Kau merasakan kehadirannya. Dia mulai mendekat, begitu sangat dekat denganmu. Matamu tertutup namun mata hatimu terbuka. Kau melihatnya begitu sempurna. Tidak ada seorang pun selain dirinya yang berani membuka pintu itu. Dia menyadari bahwa pintunya terkunci dari luar.

Dia bertanya dalam hatinya, bagaimana bisa seseorang seperti dirimu mampu bertahan di dalam sana tanpa secerca harapan? Tidak bisa dibayangkan betapa sulitnya berada pada situasi sepertimu.

Dia berhasil membawamu keluar dari sana. Kau tahu apa artinya itu? Dia telah menyelamatkanmu!

Kau kembali tersenyum. Layaknya malaikat bersayap, kini sayapmu yang patah telah diganti. Kau bebas sekarang.

Senyumannya masih terus membekas dalam ingatan. Salahkah bila mendambakan sebuah pertemuan? Tanyamu pada dirimu sendiri. Semakin hari semakin kau memikirkannya. Bagaimana bisa seseorang memberi waktu dan hatinya untuk menyelamatkan seseorang yang mungkin tidak dia kenal sebelumnya?

Kau memuji segala tentang dirinya. Bahkan tanpa kau sadari setiap tulisanmu menggambarkan dirinya. Sial, kau tidak tahu ternyata dia mengetahui fakta itu. Diam-diam dia tersenyum disana saat membaca tulisanmu. Mencintaimu dalam diam. Dan mendambakan sebuah pertemuan kembali.

BACA JUGA :   Kegilaan Hidup dalam Veronika Decide to Die

Dia kembali ke ruangan itu untuk sekedar melihat bayangmu agar rindunya terobati.

Beberapa bulan kemudian…

Kau melewati kembali ruangan itu. Ruangan dimana dulu kau terjebak. Hatimu lega tak lagi menyimpan dendam. Membiarkan sang waktu menyembuhkan lukamu. Apapun yang terjadi pada masa lalumu, tidak terlalu buruk untuk menerimanya. Nyatanya, kau semakin tegar dan dewasa.

Kau melihat dirinya berada disana sedang mengobati rindunya. Dan saat kau menghampirinya, dia merasa terkejut karna tidak percaya akan bertemu kembali denganmu. Dia bilang dia pernah berdoa pada Tuhan dan memohon sebuah pertemuan. Jika benar memang belahan jiwanya, dia meyakini bahwa akan dipertemukan kembali dengan cara terunik.

 Bukan kita yang merencanakan pertemuan ini, tapi alam semesta yang menginginkan kita untuk saling bertemu. Dan semenjak itu hati kita saling percaya bahwa aku memang untukmu dan kau untukku.

FI : Woman photo created by wavebreakmedia_micro – www.freepik.com

Please share,
Acha Hallatu

Penulis muda dari Medan yang telah menulis buku Catatan Aku Anak Psikologi dan “Aku, Dia, dan Patah Hati yang Unchhh”. Buku-buku ini tersedia di Google Play Book dan Shopee. Email : hallatuacha@yahoo.co.id. IG : achahallatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Follow Me